AKTAMEDIA.COM, JAKARTA – Kalian tahu bahwa harga plastik kini naik. Bagi umkm yang bergantung dengan plastik seperti mika, wadah, cup plastik, plastik kresek, dan plastik-plastik lainnya, ini akan sangat berpengaruh terhadap biaya produksi.
Kita mungkin pikir plastik itu benda receh. Tapi belakangan, dia naik kasta. Tiba-tiba mahal. Pertanyaannya kenapa plastik sekarang mahal?
Plastik ternyata berasal dari sesuatu yang jauh lebih berkelas dan sensitif yaitu minyak bumi, yang diolah lewat proses petrokimia. Jadi ketika harga minyak dunia naik, plastik ikut terseret.
Perang di Timur Tengah sana menyebabkan harga minyak dunia naik. Karena manusia sangat bergantung pada plastik untuk bungkus makanan, alat kesehatan, sampai hal-hal yang dulu terasa tidak perlu sekarang semuanya dari plastik. Ini menyebabkan permintaan plastik selalu naik, biaya produksi naik. Hukum sederhana ekonomi bekerja tanpa kompromi, bahan baku mahal, hasilnya pun mahal.
Di Indonesia, ceritanya sedikit lebih kompleks. Kita masih bergantung pada bahan baku impor. Ketika nilai tukar rupiah melemah, harga bahan baku ikut terdorong naik. Ditambah biaya energi dan distribusi dalam negeri yang juga tidak selalu stabil, plastik pun makin terasa berat, meski bentuknya tetap ringan.
Harga plastik yang naik, sebenarnya itu bukan sekadar perubahan angka. Itu adalah cerminan dari dunia yang sedang bergerak, minyak yang bergejolak, logistik yang belum sepenuhnya pulih, kebijakan yang berubah, dan kebiasaan manusia sikit-sikit plastik.

















Leave a Reply