AKTAMEDIA.COM, TEHERAN – Hubungan antara Persia (Iran) dan bangsa Yahudi memiliki sejarah yang sangat panjang, lebih dari 2500 tahun. Menariknya, dalam sebagian besar periode sejarah tersebut, hubungan keduanya tidak bermusuhan, bahkan sering kali bersifat positif dan saling menguntungkan.
Konflik keras yang terlihat saat ini sebenarnya baru muncul setelah Revolusi Iran tahun 1979, ketika Iran berubah dari monarki sekuler menjadi republik Islam revolusioner.
1. Kekaisaran Persia Kuno (±550 – 330 SM)
Tokoh penting pada periode ini adalah:
▪️Cyrus the Great (Kores Yang Agung)
▪️Darius I
Kekaisaran Persia pertama adalah Achaemenid Empire.
Wilayahnya membentang dari:
Mesir
Anatolia
Levant
Mesopotamia
sampai India.

Persia dan Bangsa Yahudi
Hubungan Persia dengan Yahudi mulai sangat penting ketika Cyrus menaklukkan:
Babylon
Saat itu bangsa Yahudi sedang berada dalam pembuangan Babilonia setelah penaklukan Yerusalem oleh Babilonia.
Cyrus mengambil keputusan yang sangat penting:
▪️membebaskan orang Yahudi dari pembuangan
▪️mengizinkan mereka kembali ke Yerusalem
▪️mengizinkan pembangunan kembali Bait Suci.
Karena kebijakan ini, Cyrus bahkan disebut dalam Alkitab sebagai “orang yang diurapi Tuhan”.
Keputusan ini menjadi salah satu momen paling positif dalam sejarah hubungan Persia dan Yahudi.
2. Era Yunani, Parthia, dan Sasania (330 SM – 651 M)
Setelah Persia ditaklukkan oleh:
Alexander the Great
wilayah Persia dikuasai oleh kerajaan Yunani Seleucid.
Kemudian bangsa Iran bangkit kembali melalui:
▪️Kekaisaran Parthia
▪️Kekaisaran Sasania
Kekaisaran Sasania (224–651) adalah Persia terakhir sebelum datangnya Islam.
Ciri penting:
agama negara:
👉Zoroastrianism
rival utama Kekaisaran
👉Romawi.
Pada periode ini komunitas Yahudi tetap hidup di wilayah Persia, terutama di Mesopotamia, dan berkembang menjadi pusat penting kehidupan Yahudi.
3. Persia dalam Dunia Islam (651 – 1500)
Pada tahun 651, Persia ditaklukkan oleh pasukan Muslim Arab.
Sejak saat itu Persia menjadi bagian dari dunia Islam.
Namun budaya Persia tetap kuat dan bahkan memberi pengaruh besar pada peradaban Islam.
Tokoh besar yang lahir dari wilayah Persia antara lain:
▪️Rumi
▪️Avicenna
Dalam periode ini komunitas Yahudi juga tetap hidup di Persia sebagai salah satu komunitas minoritas.
4. Dinasti Safavid (1501 – 1736)
Dinasti penting berikutnya adalah:
👉Safavid Empire
Tokoh besar:
👉Shah Abbas I
Perubahan paling penting pada periode ini adalah:
👉 Iran menjadi negara Syiah.
Hal ini membuat Iran berbeda dari sebagian besar dunia Islam yang mayoritas Sunni.
5. Dinasti Qajar dan awal modernisasi (1789 – 1925)
Pada masa ini Iran mengalami tekanan besar dari kekuatan asing, terutama:
▪️Rusia
▪️Inggris
Iran kehilangan banyak wilayah dan mengalami krisis ekonomi.
Pada awal abad ke-20 terjadi:
Persian Constitutional Revolution
Hasilnya:
▪️Iran memiliki parlemen pertama
▪️kekuasaan raja tidak lagi absolut.
6. Dinasti Pahlavi (1925 – 1979)
Pada 1921 terjadi kudeta militer yang dipimpin oleh:
Reza Shah Pahlavi
Ia memodernisasi Iran dengan:
▪️industrialisasi
▪️pembangunan militer
▪️sekularisasi negara.
Ia kemudian digantikan oleh putranya:
Mohammad Reza Pahlavi
Shah meluncurkan program reformasi besar yang dikenal sebagai:
👉White Revolution
Namun pemerintahannya juga dikritik karena:
▪️otoritarian
▪️kesenjangan sosial
▪️kedekatan dengan Barat ▪️terutama Amerika Serikat.
Iran dan Israel sebelum 1979
Menariknya, sebelum Revolusi Iran, hubungan Iran dan Israel cukup baik.
Iran bahkan termasuk negara yang:
▪️mendukung keberadaan Israel secara de facto
▪️memiliki hubungan diplomatik tidak resmi
▪️bekerja sama dalam bidang ekonomi dan militer.
Pada masa Shah, Iran juga tidak ikut berperang melawan Israel dalam perang-perang Arab–Israel.
Ini cukup unik karena sebagian besar negara Timur Tengah saat itu memusuhi Israel.
7. Revolusi Iran 1979
Pada 1978–1979 terjadi:
Iranian Revolution
Tokoh utama revolusi:
👉Ruhollah Khomeini
Hasil revolusi:
▪️Shah digulingkan
monarki Persia yang telah ada selama ±2500 tahun berakhir
▪️Iran berubah menjadi:
👉Islamic Republic of Iran
Hubungan Iran – Israel setelah 1979
Setelah revolusi, kebijakan luar negeri Iran berubah drastis.
Pemerintahan baru Iran:
▪️menolak keberadaan Israel
▪️mendukung kelompok perlawanan Palestina
▪️memposisikan diri sebagai pemimpin perlawanan terhadap pengaruh Barat di Timur Tengah.
Sejak saat itu hubungan kedua negara berubah dari kooperatif menjadi konflik geopolitik.
Apakah konflik Iran – Israel adalah konflik agama ?
Banyak analis menilai bahwa konflik ini bukan semata konflik agama.
Beberapa faktor utama justru bersifat politik dan geopolitik, seperti:
▪️perebutan pengaruh di Timur Tengah
▪️konflik dengan Amerika Serikat
▪️isu keamanan regional
▪️dukungan terhadap kelompok militan di kawasan.
Dengan kata lain, konflik Iran–Israel saat ini lebih tepat dipahami sebagai persaingan kekuasaan regional, bukan sekadar konflik antara agama Islam dan Yahudi. Hanya identitas agama sering diseret untuk menumbuhkan dukungan idealisme.
Ringkasan Timeline
Salin kode
550 SM Persia Kuno (Cyrus the Great)
539 SM Persia membebaskan bangsa Yahudi dari Babilonia
330 SM Persia ditaklukkan Alexander Agung
224–651 Kekaisaran Sasania
651 Ditaklukkan Islam
1501 Dinasti Safavid (Iran menjadi negara Syiah)
1789 Dinasti Qajar
1925 Dinasti Pahlavi (negara lebih bersifat sekuler)
1948 Iran mendukung keberadaan Israel secara de facto
1979 Revolusi menjadi Republik Islam
1979–2026 ketegangan Iran–Israel
Fakta menarik
Iran adalah salah satu peradaban tertua yang memiliki kesinambungan identitas budaya selama lebih dari 2500 tahun, dari zaman Cyrus the Great hingga negara Iran modern saat ini.
Menariknya, salah satu tokoh Persia yang paling dihormati dalam sejarah Yahudi adalah Cyrus the Great, karena ia memungkinkan bangsa Yahudi kembali ke tanah mereka setelah pembuangan Babilonia.
Kemana arah pemerintahan Iran kemudian ?
Kita lihat nanti.

















Leave a Reply