AKTAMEDIA.COM, WASHINGTON – Hubungan antara Nixon Shock, kenaikan harga emas, dan krisis ekonomi 1970-an sangat erat. Keputusan yang dibuat oleh Richard Nixon pada tahun 1971 memicu perubahan besar dalam sistem ekonomi dunia.
1. Harga emas melonjak tajam
Sebelum 1971, dalam sistem Bretton Woods System, harga emas ditetapkan sekitar 35 dolar AS per ons.
Setelah Nixon menghentikan penukaran dolar dengan emas:
Harga emas tidak lagi dikontrol pemerintah.
Emas mulai diperdagangkan bebas di pasar.
Akibatnya:
1971: sekitar $35 per ons
1974: naik menjadi sekitar $180 per ons
1980: melonjak hingga sekitar $850 per ons
Kenaikan ini terjadi karena banyak orang kehilangan kepercayaan pada dolar dan beralih menyimpan kekayaan dalam bentuk emas.
2. Munculnya inflasi besar pada 1970-an
Setelah dolar tidak lagi didukung emas, pemerintah Amerika bisa mencetak uang lebih bebas. Hal ini menyebabkan inflasi meningkat.
Pada tahun 1970-an banyak negara mengalami:
kenaikan harga barang
melemahnya nilai mata uang
ketidakstabilan ekonomi
Fenomena ini dikenal sebagai stagflasi (inflasi tinggi tetapi ekonomi melambat).
3. Memicu krisis ekonomi global
Perubahan sistem moneter membuat ekonomi dunia menjadi lebih tidak stabil. Situasi ini diperburuk oleh 1973 Oil Crisis ketika negara-negara OPEC menaikkan harga minyak secara drastis.
Akibat gabungan faktor tersebut:
harga energi melonjak
biaya produksi meningkat
inflasi makin tinggi
pertumbuhan ekonomi menurun
4. Lahirnya sistem uang modern
Walaupun menimbulkan krisis pada awalnya, perubahan ini juga melahirkan sistem ekonomi yang dipakai hingga sekarang:
nilai mata uang mengambang (floating exchange rate)
bank sentral mengontrol inflasi melalui kebijakan moneter
pasar valuta asing berkembang pesat
Kesimpulan
Nixon Shock menjadi titik awal perubahan besar dalam ekonomi dunia. Kebijakan itu:
memicu lonjakan harga emas
berkontribusi pada inflasi dan krisis ekonomi 1970-an
sekaligus menciptakan sistem keuangan modern yang digunakan saat ini.

















Leave a Reply