AKTAMEDIA.COM, PEKANBARU – Dalam upaya meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ekonomi syariah, BMT Permata Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan Kajian Ekonomi Syariah yang diselenggarakan oleh Majelis Taklim Musholla Nurul Yaqin, Handayani, Marpoyan Damai, Pekanbaru.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026 pukul 16.00 WIB ini menghadirkan narasumber inspiratif, Ustadz Dr. Marabona Munthe, M.E.Sy, dengan tema:
“Peran BMT (Baitul Maal wa Tamwil) dalam Membangun Ekonomi Ummat”
Kajian ini tidak hanya menjadi ruang penyampaian ilmu keislaman, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat untuk memahami bahwa ekonomi syariah hadir sebagai solusi ekonomi yang adil, berkah, dan menenangkan, terutama di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks.
Dalam pemaparannya, Ustadz Dr. Marabona Munthe, M.E.Sy menegaskan pentingnya penerapan muamalah syariah dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk ikhtiar menjaga keberkahan ekonomi keluarga dan masyarakat.
Beliau menjelaskan bahwa umat Islam perlu menjauhi praktik yang dilarang dalam transaksi ekonomi, seperti konsep MAGHRIB, yaitu:
- Maysir (perjudian)
- Gharar (ketidakjelasan/transaksi spekulatif)
- Riba (tambahan yang diharamkan dalam transaksi)
Menurut beliau, praktik-praktik tersebut harus dihindari karena dapat merusak keadilan ekonomi dan keberkahan dalam kehidupan. Sebaliknya, keberadaan BMT (Baitul Maal wa Tamwil) menjadi sangat penting sebagai lembaga keuangan syariah yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mengedepankan nilai tolong-menolong, pemberdayaan masyarakat, serta kesejahteraan bersama.
“Peran BMT sangat penting karena dapat membantu membangun ekonomi ummat menjadi lebih baik, adil, dan penuh keberkahan,” ujar Ustadz Marabona.
Di sisi lain, Direktur BMT Permata Indonesia, Bapak Danang Yoga Pamungkas, turut menyampaikan bahwa masyarakat perlu terlibat aktif menjadi bagian dari BMT, termasuk menjadi anggota, karena BMT memiliki sistem ekonomi berbasis kebersamaan dan kebermanfaatan.
Menurutnya, BMT mengusung konsep koperasi syariah yang berprinsip “dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota”, sehingga manfaat ekonomi yang tercipta dapat dirasakan secara kolektif oleh masyarakat itu sendiri.
“Masyarakat perlu ikut terlibat aktif menjadi anggota, karena melalui BMT kita bersama-sama membangun ekonomi masyarakat yang lebih kuat dan berdaya,” ungkap Danang Yoga Pamungkas.

Suasana kajian berlangsung hangat, interaktif, dan penuh antusiasme. Jamaah yang hadir tidak hanya memperoleh wawasan mengenai pengelolaan keuangan syariah, tetapi juga motivasi untuk mulai membangun ekonomi keluarga yang lebih sehat, halal, produktif, dan terbebas dari praktik riba.
Menariknya, kegiatan ini juga dipadukan dengan Mix Kajian Qurban, sehingga menjadi momentum spiritual sekaligus sosial untuk memperkuat kepedulian, semangat berbagi, dan nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan masjid dan majelis taklim dapat terus menjadi pusat peradaban Islam, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat edukasi, pemberdayaan, dan pembangunan kemandirian ekonomi ummat yang kuat, mandiri, dan penuh keberkahan.
✨ Karena ekonomi syariah bukan sekadar tentang harta, tetapi tentang menghadirkan keberkahan, keadilan, dan kesejahteraan bagi seluruh ummat.
Versi ini sudah lebih profesional, layak tayang di media (Aktamedia/website/news portal), lebih formal namun tetap menarik dibaca dan persuasif.














Leave a Reply