AKTAMEDIA.COM, SOLO – Bercak merah atau bercak kulit yang terlihat di wajah dan leher Presiden Jokowi terkait alergi kulit, yang muncul setelah kunjungannya ke Vatikan, bukan karena pulang dari Vatikan berarti secara langsung menyebabkan bercak — melainkan karena penyesuaian cuaca dan lingkungan setelah kunjungan tersebut dan beberapa waktu setelah beliau kembali ke Indonesia.
Jokowi menjalani kunjungan ke Vatikan untuk melayat Paus Fransiskus sekitar 26 April 2025 .
Saat kembali ke Indonesia, beberapa hari kemudian mulai muncul gejala alergi pada wajah, leher, dan tangan .
Ajudan beliau, Kompol Syarif Fitriansyah, menyebut penyebabnya kemungkinan adalah perbedaan cuaca atau iklim saat di Vatikan, yang membuat kulit bereaksi setelah penyesuaian .
Beliau sempat absen dari beberapa acara (misalnya Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1–2 Juni) karena masih dalam pemulihan alergi .
Istana menegaskan bahwa kondisi tersebut adalah alergi biasa, bukan penyakit serius seperti autoimun, dan sudah ditangani oleh dokter .
Jokowi sendiri menyampaikan bahwa kondisi fisiknya tetap fit dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari .
Jadi ya, bercak tersebut berawal setelah pulang dari Vatikan, tapi bukan karena kuburan atau ritual apa pun. Itu reaksi alergi terhadap perubahan lingkungan/cuaca, yang muncul beberapa hari setelah beliau kembali ke Indonesia. Kondisi ini tidak menular, dan beliau sudah dalam masa pemulihan serta beraktivitas seperti biasa.
















Leave a Reply