AKTAMEDIA.COM, TEHERAN – Adu CV Pemimpin: Intelektualitas vs Viralitas
Sama-sama nyari pemimpin, tapi filter yang dipakai bedanya bumi dan langit.
Di negara kita, panggung politik seringkali dikuasai oleh mereka yang paling viral dan punya sokongan dana triliunan dari para elit b4yangan. Demokrasi kosmetik ini memaksa siapa pun yang menang untuk membalas budi pada mesin uang yang mensponsorinya.
Sebaliknya, sistem di 1r4n memiliki firewall yang sangat ketat bernama Dewan Garda. Sebelum dipilih rakyat, kapasitas otak dan ideologi calon dibedah habis. Kosong visi? Coret hari itu juga. Tujuannya satu: memastikan tidak ada b0neka B4rat yang menyusup ke kursi kekuasaan.
Ironisnya, pemimpin kita yang disaring dari ‘popularitas’ justru memegang kendali militer tertinggi.
Kualitas sebuah negara berbanding lurus dengan kualitas filter pemimpinnya. Jangan kaget kalau produk akhirnya cuma jadi sekadar pajangan b4liho.
Menurut kalian, apa Indonesia butuh sistem filter ideologi yang sama tegasnya?















Leave a Reply