AKTAMEDIA.COM, JAKARTA – Rahasia di Balik Mata yang Terpejam: Kesadaran Gus Dur yang Tak Pernah Tidur
TIDURNYA KH. ABALDUL RAHMAN WAHID — yang akrab kita kenal sebagai Gus Dur.
Saat menghadiri acara-acara resmi kenegaraan, Gus Dur sering kali tampak tertidur. Tak peduli siapa yang hadir dalam forum tersebut. Bahkan ketika bertemu para pemimpin dari negara-negara besar, beliau pernah terlihat memejamkan mata cukup lama.
Orang-orang di sekitarnya pun kerap panik. Ajudan segera membisikkan sesuatu, atau pelan-pelan menggerakkan tangannya agar beliau terbangun. Bagi yang belum mengenal wataknya, itu mungkin tampak sebagai sikap tidak hormat. Namun, keajaiban justru terjadi setelah beliau membuka mata.
Begitu terbangun, Gus Dur mampu menjelaskan apa yang sedang dibahas. Ia bisa mengajukan pertanyaan yang tepat sasaran sesuai topik pembicaraan, bahkan memberi tanggapan yang tajam dan bernas—seolah-olah ia tidak pernah tertidur sedetik pun.
Suatu ketika, ajudannya yang penasaran bertanya bagaimana hal itu bisa terjadi. Gus Dur pun menjelaskan dengan santai bahwa meskipun matanya terpejam, pendengarannya tetap menyimak. Ia “tidur” karena kurang menyukai kebiasaan dalam rapat atau forum: orang-orang berdebat panjang lebar, bersuara keras, seakan berbedat tajam—namun pada akhirnya tetap menyepakati hal yang sejak awal sudah jelas arahnya.
Itulah Gus Dur. Di balik kesan santainya, ada kecerdasan yang terjaga. Di balik matanya yang terpejam, ada kesadaran yang tetap hidup.
Sebagian orang melihatnya sebagai kelucuan. Sebagian lagi memahaminya sebagai kejeniusan. Dan bagi yang mengerti dunia batin, ada makna yang lebih dalam:
“Hati orang arif selalu terjaga, meski zahirnya tidur.”
Sebab yang tidur hanyalah mata.
Yang terjaga adalah kesadaran.
Dan yang benar-benar hidup adalah hati.
Wallahu a’lam.
















Leave a Reply