AKTAMEDIA.COM, MAJALENGKA – Dena, Wakil Bupati Majalengka kelahiran Bandung 1989, memulai semuanya dari nol. Ia berasal dari keluarga sederhana, sangat sederhana.
“Waktu SD, saya sering nggak bisa bayar uang sekolah. Pernah harus bawa surat tidak mampu biar bisa lanjut belajar,” katanya, santai.
Namun ia tak pernah menjadikan keadaan itu alasan untuk berhenti. Sejak remaja, ia sudah terbiasa mandiri.
Jualan beras, gorengan, apa saja yang penting halal dan bisa membantu orang tuanya. Saat lulus SMA, ia bekerja sebagai cleaning service di sebuah asosiasi pengusaha.
“Kerja ya kerja. Saya nggak lihat gengsi, saya lihat tanggung jawab,” ujar Dena, tanpa sedikit pun nada penyesalan.
Yang menarik dari Dena bukan hanya keberaniannya mulai dari bawah, tapi konsistensinya dalam menjaga nilai. Sejak kecil, ia rutin menjalankan puasa sunah Senin-Kamis. Bukan karena ingin tampil religius, tapi karena baginya, itu cara untuk menjaga diri tetap kuat dan fokus.
Dari cleaning service, Dena perlahan membangun usaha. Gagal? Tentu. Tapi ia tidak pernah berhenti mencoba. Ia belajar dari setiap proses, bukan hanya dari hasil.
Kini, ia dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses dengan kekayaan pribadi mencapai miliaran rupiah. Namun yang lebih penting, ia tetap membumi.
Ketika dipercaya menjadi Wakil Bupati Majalengka, Dena menganggap itu bukan sebagai pencapaian pribadi, tapi amanah.
“Buat saya, ini bukan soal jabatan. Ini tentang memberi manfaat. Karena dulu saya tahu rasanya butuh bantuan,” katanya.













Leave a Reply