Mahasiswa KKN UNRI Edukasi Siswa SD di Siberakun Olah Limbah Jadi Gantungan Kunci

AKTAMEDIA.COM, SIBERAKUN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Riau (UNRI) melaksanakan program kerja inovatif dengan menggelar pelatihan pembuatan gantungan kunci dari limbah tutup botol plastik bekas untuk para siswa di SDN 005 dan SDN 011 Desa Siberakun pada tanggal 18 Juli dan 25 juli 2026. Program ini bertujuan mengedukasi anak-anak sejak usia dini mengenai pentingnya mengelola sampah anorganik.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memandu para siswa melewati tahapan yang menyenangkan. Dimulai dari proses pengumpulan tutup botol, pembentukan pola, hingga merangkainya menggunakan ring besi. Ketua KKN, Rizky Arya Ramadhan, menyebut kegiatan ini sebagai langkah nyata mahasiswa merespons masalah lingkungan.

“Menurut saya, program kerja pembuatan gantungan kunci dari limbah tutup botol plastik ini sangat sederhana, tetapi memiliki nilai manfaat dalam membantu menanggulangi sampah. Semoga sosialisasi ini bisa menjadi jembatan dalam membantu penanggulangan sampah, besar harapan saya program ini bisa menginspirasi banyak orang terkait pemanfaatan sampah, terutama anak-anak,” ujar Rizky.

Antusiasme siswa terlihat sangat tinggi saat mempraktikkan pembuatan suvenir ini secara langsung. Pihak sekolah pun sangat mengapresiasi proker edukatif tersebut. Kepala SDN 005 Siberakun menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Menurut kami di sekolah, semua kegiatan yang sudah dilakukan sangat baik, bermanfaat, serta menyenangkan bagi murid-murid SDN 005 Siberakun. Terima kasih ibu ucapkan, dan mohon maaf karena tidak dapat membersamai anak-anak KKN sewaktu di sekolah,” ungkapnya.

Apresiasi senada juga datang dari Kepala SDN 011 Siberakun. Ia menilai kreasi ini bisa menjadi suvenir dan kenang-kenangan berkesan bagi siswa.

“Kesannya, bisa buat kenang-kenangan buat adik-adik di sekolah. Sarannya, lebih ditingkatkan kegiatannya dan pendekatan kepada adik-adik. Harapan ibu, semoga anak-anak mahasiswa bisa menjalin silaturahmi dengan adik-adik di sekolah, guru-guru, dan juga masyarakat di Desa Siberakun,” tuturnya.

Melalui proker ini, diharapkan kesadaran untuk menjaga lingkungan sekitar makin meningkat sejak dini, sekaligus membuktikan bahwa barang-barang bekas dapat disulap menjadi karya estetis dan bernilai guna.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *