Advertisement

Seribu Bibit untuk Kemuning Tua, KKN UIN Suska Riau Ajak Warga Rawat Tanaman

AKTAMEDIA.COM, KEMUNING TUA — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Suska Riau melaksanakan program penghijauan melalui penanaman dan pembagian bibit kepada masyarakat Desa Kemuning Tua, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Program ini dilaksanakan sebagai upaya mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan sekaligus menjaga lingkungan melalui penanaman tanaman produktif.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penanaman bibit secara simbolis pada 31 Juli 2026. Kegiatan tersebut terlaksana berkat dukungan bibit dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia melalui BPDAS Indragiri Rokan.

Mahasiswa KKN UIN Suska Riau melakukan penanaman bibit dalam kegiatan penghijauan di Desa Kemuning Tua, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir.

Sebanyak 1.000 bibit disediakan dalam program ini, terdiri atas 500 bibit alpukat dan 500 bibit durian. Setelah penanaman simbolis, kegiatan dilanjutkan pada 4 Agustus 2026 melalui sosialisasi penghijauan dan pembagian bibit kepada masyarakat Desa Kemuning Tua. Proses pembagian dilakukan dengan berkoordinasi bersama RT setempat.

Mahasiswa KKN UIN Suska Riau bersama masyarakat Desa Kemuning Tua dalam kegiatan pembagian dan penanaman bibit sebagai bagian dari program penghijauan.

Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Alief Fadillah, mahasiswa KKN UIN Suska Riau, berperan sebagai pemantik diskusi dalam pembahasan teknis pemberian dan perawatan bibit. Diskusi diarahkan pada hal-hal praktis yang dapat dilakukan masyarakat setelah menerima bibit, mulai dari pemilihan lokasi penanaman hingga perawatan pada masa awal pertumbuhan.

Alief mengajak masyarakat untuk saling bertukar pengalaman mengenai kondisi lahan dan cara perawatan tanaman yang sesuai dengan lingkungan sekitar. Pembahasan juga mencakup kebutuhan penyiraman, kebersihan area sekitar tanaman, serta perhatian terhadap kondisi bibit setelah dipindahkan ke lahan.

“Bibit yang kita bagikan hari ini mungkin masih kecil, tetapi kita tidak pernah tahu sebesar apa manfaatnya beberapa tahun ke depan. Karena itu, tugas kita bukan hanya menanam, tetapi juga merawat dan menjaganya sampai tumbuh. Harapannya, tanaman ini nantinya tidak hanya menghijaukan Desa Kemuning Tua, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Alief.

Menurut Alief, pemberian bibit tidak seharusnya berhenti pada proses penyerahan kepada masyarakat. Perawatan secara berkelanjutan menjadi bagian penting agar tujuan penghijauan dapat tercapai dan bibit yang diberikan memiliki peluang untuk tumbuh hingga menjadi tanaman produktif.

Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan bibit tersebut dengan baik serta menjadikan kegiatan penghijauan sebagai langkah bersama untuk menjaga lingkungan Desa Kemuning Tua.

“Harapannya, bibit yang hari ini kita bagikan bukan hanya menjadi angka atau sekadar kegiatan seremonial. Semoga masyarakat bisa merawatnya sampai tumbuh dan nantinya memberikan manfaat, baik untuk lingkungan maupun untuk masyarakat itu sendiri,” tambah Alief.

Kepala Desa Kemuning Tua, Suardi, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia berharap masyarakat dapat ikut menjaga dan merawat bibit yang telah diberikan sehingga program penghijauan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan penanaman dan pembagian bibit ini. Mudah-mudahan masyarakat dapat merawat bibit yang sudah diterima dengan baik sehingga ke depannya bisa tumbuh dan memberikan manfaat,” ujar Suardi.

Melalui penanaman dan pembagian 1.000 bibit alpukat dan durian, mahasiswa KKN UIN Suska Riau berharap program penghijauan di Desa Kemuning Tua dapat terus berlanjut meskipun masa pelaksanaan KKN telah selesai. Keterlibatan masyarakat dalam merawat tanaman menjadi bagian penting agar bibit yang diberikan dapat berkembang menjadi tanaman produktif sekaligus mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih hijau dan asri.

Alika Zahra
Author: Alika Zahra

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *