AKTAMEDIA.COM, PADANG – Prosesi “Ma’anta Syarat ke Guru, untuk belajar Silek”
Sebuah tradisi yg mungkin telah luput dari rekaman memory kita saat ini.
Apa yg di antar, berupa sirih, kain putih, jaruk/limau (mungkin di tiap daerah beda-beda), namun makna yg lebih adalah, ketika mengantar anak/kemanakan belajar silek di”WAJIB”kan yg mengantar adalah mamak.

Kenapa, krn Silek tempat untuk banyak belajar ttg budaya Minangkabau, baik fasasah, etika, dll.
Kalau diantar orang tua, seakan hanya untuk berkegiatan ekstrakurikuler saja. Namun jika Mamak (paman) yg mengantar itu merupakan simbol “anak dipangku, kamanakan dibimbing”
Dimana Silek, menurut saya bukan hanya kegiatan/olahraga, melainkan “Melatih mental dan spritual”.
Silek bukan untuk menyerang saja, tapi lebih ke cara bertahan dan di sanalah menunjukkan kekuatan yg sebenarnya.
Silek Harimau adalah salah satu jenis silat Minangkabau. Beberapa nama silat lainnya, Silek Pangka Tuo, Silek Tuo, Kumango, Kuciang, Kambiang Hutan, Gajah Badorong, Balam, Buayo, Sikoka.
Kemudian silek Anjiang Mualim, Alang Bangkeh, Singo, Kinantan, Kampuang, Rumah Gadang, Ulu Ambek, Lintau, Sungai Patai, Balubui, Taralak, Sitaralak, Buah Tarok. Lanjut, Silek Kinari, Pukulan 10, Pangian, Pakiah Rabun, Sunua, Simpie, Luncua, Cakak, Galuik, Bayang, Sewai. Masih ada, Silek Gunuang, Durian, Gayuang, Natar dan Silek Sabondo serta Silek Pauh dan lain lainnya.
Satu hal paling utama: jangan lupakan nilai-nilai budaya dalam prosesi ini, apa dan kenapa kain putih, kenapa pakai sirih, kenapa pakai limau….?
















Leave a Reply