Advertisement

Sering Pakai Galon Kenali Arti Kode Plastik dan Risiko BPA

AKTAMEDIA. COM – Pernahkah kamu membalik galon air minum di rumah lalu menemukan simbol segitiga dengan angka di bagian bawahnya? Angka tersebut bukan sekadar tanda daur ulang. Kode itu menunjukkan jenis plastik yang digunakan pada kemasan. Salah satu yang sering menjadi perhatian adalah angka 7 yang termasuk kategori other. Namun, perlu diketahui bahwa angka 7 tidak otomatis berarti plastik tersebut mengandung Bisphenol A atau BPA. BPA lebih berkaitan dengan jenis plastik tertentu seperti polikarbonat atau PC. (U.S. Food and Drug Administration)

Bisphenol A (BPA) merupakan bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan beberapa jenis plastik polikarbonat dan resin. Plastik polikarbonat dikenal memiliki karakter kuat, bening, dan tahan lama sehingga pernah banyak digunakan untuk berbagai wadah makanan dan minuman termasuk beberapa jenis galon guna ulang. Dalam kondisi tertentu, sejumlah kecil BPA dapat bermigrasi dari bahan kemasan ke makanan atau minuman yang berada di dalamnya. (U.S. Food and Drug Administration)

BPA kemudian menjadi perhatian karena memiliki aktivitas yang berkaitan dengan sistem hormon atau disebut sebagai endocrine-active substance. Para ilmuwan terus mempelajari kemungkinan dampaknya terhadap tubuh, termasuk sistem kekebalan, reproduksi, metabolisme, serta perkembangan. EFSA pada 2023 melakukan evaluasi ulang terhadap bukti ilmiah mengenai BPA dan menyatakan bahwa paparan BPA melalui makanan menjadi perhatian kesehatan bagi konsumen dari berbagai kelompok usia. (European Food Safety Authority)

Namun, bukan berarti setiap orang yang menggunakan galon berbahan polikarbonat secara otomatis akan mengalami gangguan kesehatan. Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menetapkan batas migrasi BPA dari kemasan plastik PC dan melakukan pengawasan terhadap kemasan maupun produk air minum dalam kemasan. Dalam salah satu penjelasannya, BPOM menyebut hasil pengujian terhadap galon AMDK berbahan polikarbonat masih berada dalam batas yang ditetapkan pada saat evaluasi tersebut. (POM)

Karena itu, konsumen sebaiknya tidak langsung panik hanya karena melihat angka 7 pada sebuah kemasan. Perhatikan juga jenis materialnya, informasi pada label, kondisi kemasan, serta petunjuk penyimpanannya. BPOM juga mengingatkan agar kemasan AMDK disimpan di tempat yang bersih dan sejuk serta dihindarkan dari paparan sinar matahari langsung. (POM)

Pada akhirnya, memahami kode plastik jauh lebih baik daripada sekadar percaya pada informasi yang beredar di media sosial. Angka 7 bukan berarti otomatis berbahaya dan bukan pula jaminan bahwa sebuah kemasan mengandung BPA. Yang paling penting adalah mengetahui jenis plastik yang digunakan dan memastikan produk yang dikonsumsi telah memenuhi ketentuan keamanan pangan. Dengan begitu, kita bisa menjadi konsumen yang lebih teliti tanpa perlu ikut menyebarkan informasi yang belum tentu benar.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *