Advertisement

Warga IKKS Pekanbaru Ikuti Jalan Santai Forum Pembauran Kebangsaan, Perkuat Silaturahmi Antar-Paguyuban

AKTAMEDIA.COM, PEKANBARU** – Suasana Minggu pagi, 25 Oktober 2026, di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, tampak meriah dengan kegiatan jalan santai yang diikuti puluhan paguyuban kemasyarakatan dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan yang dipusatkan di depan kantor lama Wali Kota Pekanbaru ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Gebyar Sumpah Pemuda 2026.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pekanbaru melalui Forum Pembauran Kebangsaan (FPK). Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan Sumpah Pemuda, kegiatan ini juga bertujuan mempererat tali silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kota Pekanbaru.

Acara ini diikuti oleh 38 paguyuban kemasyarakatan yang terdaftar di Badan Kesbangpol Kota Pekanbaru. Masing-masing paguyuban mengirimkan perwakilan sebanyak 10 orang peserta. Panitia juga menyediakan kaus kegiatan dan makanan ringan bagi para peserta.

Kehadiran puluhan paguyuban tersebut menjadi gambaran nyata bahwa Kota Pekanbaru merupakan rumah bersama bagi masyarakat yang berasal dari berbagai suku, daerah, budaya, dan latar belakang.

## 38 Paguyuban Bersatu dalam Semangat Kebangsaan

Sebanyak 38 paguyuban yang mengikuti kegiatan jalan santai ini terdiri atas SAS (Sulit Air Sepakat), IKM (Ikatan Keluarga Minangkabau), PAMOR (Paguyuban Masyarakat Solo Riau), PSMTI (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia), KKBR (Kerukunan Keluarga Banjar Riau), WIKU (Wijaya Kusuma), IKASS (Ikatan Keluarga Sumatera Selatan), IKMB (Ikatan Keluarga Masyarakat Bengkulu), KKSS (Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan), PMPJ (Persatuan Muaro Paneh Jaya), IKAWANGI (Ikatan Keluarga Banyuwangi), IKKT (Ikatan Kerukunan Keluarga Toraja), IKTS (Ikatan Keluarga Tionghoa Selatpanjang dan Sekitarnya), serta K3P (Kerukunan Keluarga Kawanua Pekanbaru).

Peserta lainnya berasal dari PERMAS LAMPRI (Persaudaraan Masyarakat Lampung Provinsi Riau), Papua Cendrawasih Nusantara (PCN), MISURI (Mitra Sunda Riau), IWMR (Ikatan Wanita Minang Riau), PERMASKAB (Persatuan Masyarakat Kabupaten Bengkalis), KOMPAK (Komunitas Masyarakat Ngapak), IKJR (Ikatan Keluarga Jawa Riau), PKDP (Persatuan Keluarga Daerah Piaman), Ikatan Putera Pekanbaru (IPP), KKK (Kerukunan Keluarga Kisaran), PKNS (Paguyuban Kawulo Ngayogyakarta Sekitarnya), PWG (Paguyuban Warga Gunungkidul), KBB (Kerukunan Bubuhan Banjar), IKBR (Ikatan Keluarga Batak Riau), dan IKMR (Ikatan Keluarga Minang Riau).

Selanjutnya, turut hadir Ikatan Keluarga Kamang Saiyo (IKKS), IKB Jateng (Ikatan Keluarga Besar Jawa Tengah), KKIH (Kerukunan Keluarga Indragiri Hilir), Pawon Wonosobo, IKPS (Ikatan Keluarga Perantau Siti Nurbaya), PKSR (Perhimpunan Keluarga Siak Riau), PMBT (Perkumpulan Masyarakat Batak Toba), IKLA (Ikatan Keluarga Luhak Agam), dan PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia).

Keberagaman peserta tersebut menunjukkan bahwa semangat kebangsaan dapat tumbuh melalui kebersamaan, saling menghormati, dan kesediaan untuk membangun hubungan baik di tengah perbedaan.

## IKKS Pekanbaru Merasa Bangga dan Tersanjung

Salah satu paguyuban yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut adalah Ikatan Keluarga Kamang Saiyo (IKKS) Pekanbaru. Kehadiran IKKS Pekanbaru dipimpin langsung oleh ketuanya, **Yusfarino, SE**, bersama warga IKKS yang ikut memeriahkan jalan santai.

Bagi keluarga besar IKKS Pekanbaru, undangan untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang melibatkan puluhan paguyuban tersebut menjadi sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan tersendiri.

Ketua IKKS Pekanbaru, Yusfarino, SE, menyampaikan bahwa pihaknya merasa sangat tersanjung karena IKKS Pekanbaru mendapatkan kesempatan untuk bergabung bersama berbagai paguyuban kemasyarakatan yang ada di Kota Pekanbaru.

Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan sekadar jalan santai untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, tetapi juga menjadi sarana penting untuk memperluas pergaulan, saling mengenal, serta memperkuat hubungan kekeluargaan antarpaguyuban.

Keikutsertaan IKKS Pekanbaru juga menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa organisasi kekeluargaan masyarakat Kamang memiliki tempat dalam kehidupan sosial kemasyarakatan di Kota Pekanbaru.

Ungkapan *“duduk sama rendah, tegak sama tinggi”* menjadi gambaran kebanggaan IKKS Pekanbaru atas kesempatan untuk berinteraksi dan berpartisipasi bersama paguyuban lainnya. Makna ungkapan tersebut bukanlah untuk merasa lebih tinggi daripada organisasi lain, melainkan menegaskan kesetaraan, saling menghargai, dan pengakuan terhadap keberadaan setiap paguyuban dalam membangun kebersamaan.

Bagi IKKS Pekanbaru, semakin luas jaringan silaturahmi yang terbangun, semakin besar pula peluang untuk berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial, kebudayaan, dan kemasyarakatan.

## Sumpah Pemuda sebagai Perekat Keberagaman

Peringatan Sumpah Pemuda yang jatuh setiap 28 Oktober mengandung pesan penting tentang persatuan bangsa. Semangat yang diwariskan para pemuda pada 1928 mengajarkan bahwa perbedaan suku, bahasa, dan asal daerah bukanlah penghalang untuk bersatu sebagai bangsa Indonesia.

Pesan tersebut terasa relevan dalam kehidupan masyarakat Pekanbaru yang dihuni oleh warga dari beragam latar belakang. Setiap paguyuban memiliki tradisi, budaya, dan identitas masing-masing, tetapi semuanya dapat bertemu dalam satu semangat kebangsaan.

Melalui Forum Pembauran Kebangsaan, perbedaan tersebut diharapkan menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis, damai, dan saling mendukung.

Kegiatan jalan santai juga menjadi ruang perjumpaan yang sederhana tetapi bermakna. Peserta dapat saling menyapa, berbincang, berfoto bersama, dan membangun kedekatan tanpa dibatasi oleh perbedaan asal daerah maupun latar belakang budaya.

Kebersamaan yang tercipta diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi terus berlanjut melalui komunikasi, kerja sama, serta partisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di Kota Pekanbaru.

## IKKS Siap Terus Menjalin Silaturahmi

Partisipasi IKKS Pekanbaru dalam kegiatan jalan santai Forum Pembauran Kebangsaan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat eksistensi organisasi sekaligus memperluas hubungan dengan berbagai paguyuban.

Sebagai organisasi yang menghimpun keluarga masyarakat Kamang di perantauan, IKKS Pekanbaru memiliki peran penting dalam menjaga hubungan kekeluargaan, melestarikan nilai-nilai adat, dan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat luas.

Keterlibatan dalam kegiatan lintas paguyuban seperti ini membuka kesempatan bagi IKKS untuk semakin dikenal, sekaligus menunjukkan komitmen organisasi dalam mendukung persatuan dan keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

Bagi warga IKKS Pekanbaru, kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar Kamang tidak menghalangi mereka untuk membangun persaudaraan dengan masyarakat dari berbagai daerah. Justru melalui kebersamaan itulah nilai-nilai kekeluargaan dapat berkembang lebih luas.

Kegiatan jalan santai pada Minggu pagi tersebut menjadi pengingat bahwa persatuan tidak selalu harus dibangun melalui kegiatan besar dan formal. Langkah kaki yang dilakukan bersama, sapaan yang tulus, dan kemauan untuk saling mengenal merupakan bagian dari upaya merawat kebangsaan.

**Dari Pekanbaru untuk Indonesia, keberagaman bukan alasan untuk terpisah, melainkan kekuatan untuk bersatu.**

Dengan semangat Sumpah Pemuda 2026, warga IKKS Pekanbaru bersama seluruh paguyuban yang tergabung dalam Forum Pembauran Kebangsaan diharapkan terus menjaga silaturahmi, memperkuat persaudaraan, dan berkontribusi dalam mewujudkan Kota Pekanbaru yang harmonis, inklusif, serta penuh semangat kebersamaan.

Steven
Author: Steven

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *