Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau Menggelar Tradisi “Mangonji” Berkolaborasi dengan Ibu-Ibu di Desa Siberakun

AKTAMEDIA.COM, SIBERAKUN – Dalam upaya melestarikan kebudayaan lokal sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) berkolaborasi dengan ibu-ibu di Desa Siberakun menggelar tradisi “Mangonji” atau memasak konji barayak bersama.

Tradisi khas Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) ini bukan sekadar kegiatan memasak biasa. Lebih dari itu, Mangonji sarat akan makna kekompakan dan mengedepankan semangat gotong-royong, serta menepis sikap individualisme. Proses pembuatannya yang melibatkan banyak tangan mulai dari menyiapkan bahan dasar tepung beras, memeras santan, hingga mengaduk adonan di kuali menjadi momen kebersamaan yang penuh suka cita.

Kuliner konji barayak sendiri dikenal dengan teksturnya yang kenyal menyerupai cendol, dipadukan dengan kuah santan kental bercita rasa manis gurih yang sangat istimewa. Selain nikmat, sajian tradisional ini terasa semakin bermakna karena proses penyiapannya menjadi wadah berkumpulnya warga.

Ketua KKN UNRI, Rizky Arya Ramadhan, menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam tradisi ini merupakan cara yang sangat efektif untuk membaur dan membangun kedekatan dengan warga setempat.

“Melalui tradisi Mangonji ini, kami tidak hanya belajar tentang kekayaan kuliner dan budaya Kuansing, tetapi juga merasakan langsung nilai-nilai gotong-royong yang luar biasa. Ini menjadi wadah silaturahmi yang sangat hangat antara mahasiswa dan masyarakat Desa Siberakun,” ujar Rizky.

Keterlibatan langsung mahasiswa KKN dalam kegiatan kolaboratif ini disambut baik oleh masyarakat setempat, terutama kaum ibu yang dengan antusias berbagi resep dan cara pembuatan konji barayak yang autentik.

Kehadiran tradisi Mangonji dalam rangkaian kegiatan mahasiswa di desa ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai dokumentasi semata. Lebih dari itu, kekayaan budaya ini patut terus dilestarikan karena semangat kebersamaan di dalamnya mampu menjadi pilar penting untuk memajukan daerah yang rukun, kompak, dan berbudaya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *