AKTAMEDIA.COM, YOGYAKARTA – Kisah perjuangan seorang ayah dari Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menjadi pengingat bahwa pendidikan sering kali lahir dari pengorbanan besar dalam keluarga. Teguh Tuparman, seorang petugas keamanan di UGM, pernah merasakan kebanggaan luar biasa ketika menghadiri wisuda putrinya, Retnaningtyas Susanti, yang berhasil meraih gelar doktor pada tahun 2018.
Ia datang ke Grha Sabha Pramana bukan untuk berjaga, melainkan untuk menyaksikan buah perjuangannya sebagai orang tua. “Saya percaya ini memang sudah rezeki, semua sudah diatur,” ucap Teguh dalam rilis Humas UGM.
Dengan pendidikan terakhir SMP dan kondisi ekonomi yang terbatas, Teguh tetap bertekad agar anak-anaknya dapat menempuh pendidikan tinggi. Ia bahkan rela berutang dan menjalani berbagai pekerjaan tambahan, mulai dari sopir bus kota hingga penjaga gedung, demi membiayai pendidikan anak-anaknya. Tekad tersebut akhirnya membuahkan hasil. Keempat anak Teguh berhasil melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Putri sulungnya, Tyas, juga menjalani perjalanan yang tidak mudah. Setelah menyelesaikan S1 di UGM, ia bekerja sebagai peneliti, berjualan salak, hingga bekerja di warung kopi untuk membiayai studi lanjutannya.
Usaha dan kerja kerasnya membuahkan hasil ketika ia berhasil menyelesaikan S3 pada tahun 2018. Kisah Teguh dan keluarganya menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi tidak selalu menjadi penghalang untuk meraih pendidikan yang tinggi.














Leave a Reply