Advertisement

Tradisi Maanta Pabukoan

AKTAMEDIA.COM, BUKITTINGGI – Maanta pabukoan adalah tradisi masyarakat Minangkabau berupa kegiatan mengantarkan makanan dan kudapan untuk berbuka puasa ke rumah mertua (mintuo).

Tradisi ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, menunjukkan kasih sayang, serta wujud penghormatan dari menantu kepada mertuanya selama bulan Ramadan. Biasanya, makanan diantar setelah salat Ashar menjelang waktu berbuka menggunakan rantang, bungkusan, atau wadah tradisional lainnya.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai tradisi ini:

Isi Pabukoan: Umumnya terdiri dari nasi, lauk-pauk (seperti gulai ayam, ikan balado, atau pangek), serta takjil atau makanan manis seperti kolak, sarikayo, agar-agar, lapek bugih, atau ondeh-ondeh.

Wadah: Menggunakan rantang bertingkat atau jamba.

Tata Cara: Pasangan suami istri datang berkunjung ke rumah mertua, kemudian menantu menyerahkan makanan tersebut. Dalam beberapa daerah, mertua mungkin akan mengisi kembali rantang tersebut sebagai bentuk timbal balik.

Makna: Selain sebagai ajang silaturahmi, tradisi ini juga memiliki nilai ibadah karena memberi makan orang yang berpuasa dianggap memiliki pahala yang besar.

Fleksibilitas: Pelaksanaan tradisi ini disesuaikan dengan kemampuan masing-masing keluarga; bisa dilakukan secara sederhana maupun lebih besar, yang terpenting adalah niat baik dan silaturahminya.

Steven
Author: Steven

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *