AKTAMEDIA.COM, PEKANBARU – Momen Kuliah Kerja Nyata (KKN) selalu memiliki ruang tersendiri di hati para mahasiswa. Beragam cara dilakukan untuk mengenang masa pengabdian tersebut. Namun, sebuah langkah kreatif dan out of the box datang dari Dini Saputri Lestari.
Meski sehari-hari lebih akrab dengan logika dan barisan kode pemrograman sebagai mahasiswi Teknik Informatika Universitas Riau, Dini membuktikan sisi kreativitasnya yang luar biasa lewat harmoni musik. Ia menciptakan sebuah lagu orisinal bertajuk “Cerita 40 Hari” sebagai persembahan manis untuk kelompok KKN-nya.
Lagu ini dibuka dengan lirik yang sangat membumi dan relatable bagi siapapun yang pernah merasakan hidup di posko KKN. Melalui bait-bait awalnya, Dini merekam potret kebersamaan yang sederhana namun membekas:
“Di depan teras ini
Di ruang tengah ini, kita bersama…
Di balik pintu biru
Kita bercanda bergurau bersama, di sini…”
Kesan hangat dari “teras” dan “pintu biru” posko seketika berubah menjadi kekaguman ketika lagu memasuki bagian reffrain atau chorus. Di sinilah letak kejeniusan karya ini. Dini menggunakan teknik akrostik—menyusun huruf awal dari setiap kata di dalam lirik—untuk menyembunyikan 10 nama anggota kelompoknya.

Hebatnya, sepuluh nama tersebut tidak sekadar ditempel, melainkan dirangkai menjadi bait-bait puitis yang memiliki makna mendalam tentang visi, pengabdian, dan persahabatan.
Berikut adalah lirik rahasia di bagian reff “Cerita 40 Hari” yang sukses membuat decak kagum:
(ARYA) : Ada Rasa Yang Abadi
(DAVI) : Di Antara Visi yang Indah
(DIFA) : Datang Ingin Fokus Abdi
(DINI) : Demi Impian Nyata Ini
(IPIT) : Ini Pengalaman Indah Terukir
(LEO) : Langkah Erat Optimis hingga akhir
(NAFIS) : Niat Abdi Fokus Ikhlas Semangat
(NAYLA) : Nyata Ada Yang Lebih Arti
(NOFA) : Nyalakan Obor Fajar Asa bersama
(YAYA) : Yakin Asa Yang Ada untuk selamanya
Pemilihan diksi yang cerdas membuat pendengar biasa mungkin tidak akan menyadari bahwa lirik emosional tersebut sebenarnya mengeja nama Arya, Davi, Difa, Dini, Ipit, Leo, Nafis, Nayla, Nofa, dan Yaya.
Karya ini menjadi bukti nyata bahwa kenangan 40 hari mengabdi di desa tidak akan pudar begitu saja. Lewat lagu ini, Dini berhasil merangkum tawa di balik “pintu biru” dan menyatukan kesepuluh nama sahabatnya ke dalam sebuah prasasti nada yang akan hidup selamanya. Sebuah apresiasi seni yang brilian untuk sebuah persahabatan!














Leave a Reply