Advertisement

Pengabdian Kukerta Berdampak UNRI: Mahasiswa Dorong Digitalisasi UMKM melalui Optimalisasi QRIS bagi Pelaku UMKM di Desa Petani, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan

AKTAMEDIA.COM, Pekanbaru – Berlokasi di Pelalawan. Perkembangan pembayaran digital turut mendorong pelaku usaha untuk beradaptasi dengan kebiasaan transaksi masyarakat yang semakin praktis. Melihat hal tersebut, Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau (UNRI) di Desa Petani, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan menghadirkan program kerja Digitalisasi UMKM melalui Optimalisasi QRIS bagi Pelaku UMKM Desa Patani. Kegiatan ini dilakukan untuk mengenalkan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sekaligus membantu pelaku UMKM menyediakan pilihan pembayaran non-tunai bagi pelanggan.

Program ini dilaksanakan dalam rentang waktu sekitar tiga minggu, dimulai dengan sosialisasi QRIS pada Jumat, 3 Juli 2026. Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Patani memberikan penjelasan kepada pelaku UMKM mengenai pengertian QRIS, manfaat pembayaran digital, cara penggunaannya, serta kemudahan yang dapat diperoleh dalam kegiatan transaksi sehari-hari. Sosialisasi menjadi tahap awal agar pelaku UMKM tidak hanya menerima QRIS, tetapi juga memahami fungsi dan cara menggunakannya dalam menjalankan usaha.

Setelah sosialisasi, Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Patani melakukan pendataan terhadap pelaku UMKM yang berminat untuk dibuatkan QRIS. Pelaku usaha diberikan penjelasan mengenai data dan persyaratan yang perlu dipersiapkan untuk proses pendaftaran. Pendataan dilakukan agar proses pembuatan QRIS dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapan masing-masing pelaku UMKM.

Program digitalisasi UMKM ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa Kukerta Berdampak Universitas Riau di Desa Petani dengan arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Nursiani Lubis, S.P., M.Agr. Pelaksanaan program melibatkan Daffa Khotami Amri, Samuel Frans Raja Hutagaol, Miranda Stevani Napitupulu, Suryani Damaiyanti Br Simare Mare, Lastri Roberia Sinaga, Elisabeth Caroline Simbolon, Al Risa Meidini Haydar Ritonga, Latifa Asmawati, Maylanie Gadis Dwi Adinda, Soviani Ester Dawolo, Meizy Pricillia, dan Eirene Kristine Pasaribu sebagai tim Kukerta Desa Petani.

Selanjutnya adalah proses pembuatan QRIS. Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Patani membantu pelaku UMKM dalam mempersiapkan data dan persyaratan yang diperlukan serta mendampingi proses pengajuan hingga QRIS berhasil diterbitkan. Pendampingan dilakukan secara langsung sehingga pelaku UMKM dapat mengetahui tahapan yang harus dilalui dan tidak mengalami kesulitan dalam proses pendaftaran.

Setelah QRIS berhasil dibuat, Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Patani tidak hanya menyerahkannya dalam bentuk kode QR, tetapi mencetak QRIS tersebut pada media akrilik. QRIS dalam bentuk akrilik dipilih agar dapat dipajang di tempat usaha sehingga lebih mudah dilihat dan dipindai oleh pelanggan ketika melakukan pembayaran.

Tahap akhir, Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Patani melaksanakan penyerahan QRIS kepada pelaku UMKM pada Jumat, 24 Juli 2026 di Desa Patani. Penyerahan menjadi penutup dari rangkaian program yang dimulai sejak sosialisasi, pendataan, hingga proses pembuatan QRIS. Dengan QRIS yang dicetak dalam bentuk akrilik, pelaku UMKM dapat langsung menempatkannya di lokasi usaha dan menggunakannya transaksi dengan pelanggan.

Program ini dilaksanakan karena pembayaran digital semakin banyak digunakan dalam aktivitas jual beli. Bagi pelaku UMKM, QRIS dapat menjadi pilihan pembayaran bagi pelanggan yang tidak membawa uang tunai sekaligus membuat proses transaksi lebih praktis. Namun, masih terdapat pelaku usaha yang belum mengetahui cara mendapatkan maupun menggunakan QRIS. Melalui kegiatan ini, Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Patani berupaya mengenalkan sistem pembayaran digital yang dapat diterapkan secara langsung dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Respons positif disampaikan oleh Pak Kani, salah satu pelaku UMKM yang menerima QRIS. “Alhamdulillah, semoga QRIS ini bisa mempermudah pembayaran di era saat ini. Semoga dengan adanya QRIS, pelanggan juga lebih mudah dalam melakukan pembayaran,” ujarnya. Hal serupa disampaikan oleh Pak H. Nasution yang berharap QRIS dapat membuat transaksi menjadi lebih mudah bagi pelaku usaha maupun pelanggan. “Harapannya semoga pembayaran lebih mudah dan gampang dalam bertransaksi. Dengan adanya QRIS ini, semoga bisa membantu kami dalam melayani pelanggan,” tuturnya.

Melalui program Digitalisasi UMKM melalui Optimalisasi QRIS, Mahasiswa Kukerta Universitas Riau di Desa Patani, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan berharap QRIS yang telah diberikan dapat digunakan secara aktif dalam kegiatan usaha sehari-hari. Kehadiran fasilitas pembayaran digital ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM dalam melayani pelanggan sekaligus membantu masyarakat Desa Patani mengikuti perkembangan transaksi digital yang semakin berkembang.

 

Penulis: Lastri Roberia Sinaga

Aditya Baso
Author: Aditya Baso

Newbie

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *