{"id":7440,"date":"2025-08-08T23:44:44","date_gmt":"2025-08-08T23:44:44","guid":{"rendered":"https:\/\/aktamedia.com\/?p=7440"},"modified":"2025-08-08T23:44:44","modified_gmt":"2025-08-08T23:44:44","slug":"sintesis-epistemologi-islam-muhammad-natsir-integrasi-al-ghazali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/08\/08\/sintesis-epistemologi-islam-muhammad-natsir-integrasi-al-ghazali\/","title":{"rendered":"Sintesis Epistemologi Islam Muhammad Natsir: Integrasi Al-Ghazali"},"content":{"rendered":"<p><strong>AKTAMEDIA.COM, JAKARTA<\/strong> &#8212; Epistemologi (ilmu tentang hakikat pengetahuan dan cara memperolehnya) Islam dalam konteks pendidikan modern menghadapi tantangan kompleks dalam mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dengan tuntutan zaman kontemporer (masa kini). Artikel ini menganalisis secara mendalam tulisan Muhammad Natsir dalam bukunya &#8220;Capita Selecta&#8221; yang diterbitkan oleh Bulan Bintang Jakarta, cetakan ketiga tahun 1973, khususnya tulisan beliau berjudul &#8220;Abu Hamid bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali&#8221; pada halaman 31. Muhammad Natsir, sebagai salah satu tokoh pendidikan Islam terkemuka Indonesia, menawarkan paradigma (kerangka berpikir atau model konseptual) sintesis (penggabungan unsur-unsur berbeda menjadi kesatuan baru) yang menggabungkan rasionalitas (kemampuan berpikir logis dan analitis) Al-Ghazali dengan metodologi (cara atau teknik sistematis) pendidikan modern, menciptakan kerangka epistemologis yang holistik (menyeluruh dan terpadu) dan relevan bagi pengembangan pendidikan Islam di era global.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/fliphtml5.com\/vkixl\/rjcc\/Capita_Selecta_Jilid_1\/\">https:\/\/fliphtml5.com\/vkixl\/rjcc\/Capita_Selecta_Jilid_1\/<\/a><\/p>\n<p>Transformasi (perubahan mendasar) epistemologi pendidikan Islam menjadi kebutuhan mendesak seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsep pengetahuan atau kebenaran dapat bervariasi di antara berbagai tradisi ilmiah, dan mengintegrasikan berbagai pendekatan epistemologis, seperti epistemologi Islam dan ilmiah modern, menjadi kompleks (Syafril et al., 2024). Muhammad Natsir memahami urgensi ini dan mengembangkan kerangka pemikiran yang memungkinkan harmonisasi (penyelarasan dan keseimbangan) antara warisan intelektual klasik dengan dinamika (pergerakan dan perubahan) modern, tanpa kehilangan autentisitas (keaslian dan keotentikan) ajaran Islam yang fundamental (mendasar).<\/p>\n<p>Pemikiran Muhammad Natsir tentang sintesis epistemologi Islam dibangun atas fondasi pemikiran Al-Ghazali yang menekankan keseimbangan antara dimensi (aspek atau segi) rasional dan spiritual dalam proses pembelajaran. Pendekatan sufi (tasawuf &#8211; jalan spiritualitas dalam Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah) dalam pendidikan yang dikembangkan Al-Ghazali bertujuan untuk menanamkan ibadah yang khusyuk (penuh konsentrasi dan kehadiran hati) dan kebahagiaan di kalangan siswa (Sebgag, 2021). Natsir mengadopsi (mengambil dan menerapkan) konsep ini dengan mengembangkan metodologi yang memungkinkan siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan rasional, tetapi juga mengalami transformasi spiritual yang mendalam melalui proses pembelajaran yang bermakna dan holistik.<\/p>\n<p>Implementasi (penerapan dalam praktik) epistemologi integratif (yang menyatukan berbagai pendekatan) Muhammad Natsir dalam konteks pendidikan modern menunjukkan relevansi yang signifikan (penting dan bermakna) terhadap pengembangan kreativitas (daya cipta dan inovasi) dan pemikiran kritis siswa. Rekonstruksi (pembangunan kembali dengan perbaikan) epistemologis pendidikan Islam bertujuan mengembangkan model pedagogis (ilmu dan seni mengajar) transformatif yang memupuk kreativitas (Mardatillah et al., 2025). Pendekatan ini memungkinkan pengembangan model pedagogis yang tidak hanya mengutamakan transfer (pemindahan) pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan pengembangan potensi kreatif siswa melalui integrasi nilai-nilai Islam dengan metodologi pembelajaran kontemporer yang inovatif (penuh inovasi dan pembaruan).<\/p>\n<p>Analisis komparatif (perbandingan sistematis) terhadap berbagai model epistemologi pendidikan Islam menunjukkan keunggulan pendekatan sintesis Natsir dalam menghadapi tantangan globalisasi (proses integrasi ekonomi, politik, dan budaya dunia). Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggabungkan prinsip-prinsip Al-Ghazali tidak hanya meningkatkan kurikulum (rancangan pembelajaran) tetapi juga secara signifikan meningkatkan integritas (keutuhan moral dan karakter) moral dan kedalaman karakter siswa (Mahmood, 2021). Kerangka epistemologis yang dikembangkan Natsir berhasil menciptakan keseimbangan antara pengembangan intelektual (kecerdasan pikiran) dan pembentukan moral, yang menjadi kunci kesuksesan pendidikan Islam dalam menghadapi kompleksitas (kerumitan) tantangan modern tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai fundamental.<\/p>\n<p>Implementasi praktis epistemologi integratif Muhammad Natsir memerlukan transformasi sistematis (perubahan terencana dan menyeluruh) dalam desain kurikulum, metodologi pembelajaran, dan sistem evaluasi (penilaian) pendidikan Islam. Pendidikan Islam berkualitas adalah pendidikan yang menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan tidak hanya dalam satu disiplin ilmu, karena tujuan Pendidikan Islam menurut M. Natsir adalah menghasilkan da&#8217;i (penyeru atau pendakwah agama Islam) yang ikhlas (tulus tanpa pamrih), memiliki militansi (semangat perjuangan yang tinggi) dan kompeten (memiliki kemampuan dan keahlian) (Journal of Modern Islamic Studies and Civilization, 2024). Hal ini menuntut pengembangan kompetensi pendidik yang mampu mengoperasionalkan (menjalankan dalam praktik) kerangka epistemologis Natsir melalui desain pembelajaran yang kreatif, interaktif (saling berinteraksi), dan bermakna bagi pengembangan holistik peserta didik.<\/p>\n<p>Sintesis epistemologi Islam dalam pemikiran Muhammad Natsir menawarkan solusi komprehensif (menyeluruh dan lengkap) bagi pengembangan pendidikan Islam yang autentik namun responsif (tanggap dan adaptif) terhadap tuntutan zaman. Integrasi rasionalitas Al-Ghazali dengan pendidikan modern tidak hanya mempertahankan kearifan tradisional, tetapi juga menciptakan paradigma baru yang mampu menghasilkan generasi Muslim yang memiliki integritas intelektual dan spiritual yang seimbang. Implementasi kerangka epistemologis ini memerlukan komitmen (janji dan tekad) sistematis dari seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) pendidikan Islam untuk mewujudkan transformasi yang berkelanjutan (sustainable &#8211; berkesinambungan) dan bermakna dalam menghadapi tantangan abad ke-21.<\/p>\n<p><em><strong>Penulis adalah mahasiswa pascasarjana S3 Prodi Hukum Keluarga Islam UIN Suska Riau<\/strong><\/em><\/p>\n<p><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n<p>Journal of Modern Islamic Studies and Civilization. (2024). Concept of management higher Islamic education at Mohammad Natsir Institute of Da&#8217;wah. <em>Journal of Modern Islamic Studies and Civilization<\/em>, 5(1), 1-15. https:\/\/risetpress.com\/index.php\/jmisc\/article\/view\/634<\/p>\n<p>Mahmood, A. (2021). Al-Ghazali&#8217;s thoughts on education and its relevance to Islamic education in the millennial era. <em>International Journal of Islamic Educational Research<\/em>, 6(2), 45-62. https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/352985770_Al-Ghazali&#8217;s_Thoughts_on_Education_and_Its_Relevance_to_Islamic_Education_in_the_Millennial_Era<\/p>\n<p>Mardatillah, F., Rahman, M. H., &amp; Syahputra, A. (2025). Epistemological reconstruction of Islamic education: Developing a transformative pedagogical model to foster creativity. <em>Jurnal Ilmiah Peuradeun<\/em>, 13(2), 1071-1094. https:\/\/doi.org\/10.26811\/peuradeun.v13i2.2200<\/p>\n<p>Natsir, M. (1973). Abu Hamid bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali. Dalam <em>Capita Selecta<\/em> (hal. 31). Bulan Bintang. (Cetakan ketiga)<\/p>\n<p>Sebgag, S. (2021). Sufi approaches to education: The epistemology of Imam Al-Ghazali. <em>International Journal of Sufi Studies<\/em>, 8(1), 112-134. https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/349732517_Sufi_Approaches_to_Education_The_Epistemology_of_Imam_Al-Ghazali<\/p>\n<p>Syafril, S., Yaumas, N. E., Ishak, N. A., Nor, M. R. M., &amp; Fauzi, A. (2024). Analytical study on integration of Islamic science in Indonesia based on ontology, epistemology, and axiology. <em>Southeast Asian Journal of Islamic Education<\/em>, 6(2), 157-176.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>AKTAMEDIA.COM, JAKARTA &#8212; Epistemologi (ilmu tentang hakikat pengetahuan dan cara memperolehnya) Islam dalam konteks pendidikan modern menghadapi tantangan kompleks dalam mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dengan tuntutan zaman kontemporer (masa kini). Artikel ini menganalisis secara mendalam tulisan Muhammad Natsir dalam bukunya &#8220;Capita Selecta&#8221; yang diterbitkan oleh Bulan Bintang Jakarta, cetakan ketiga tahun 1973, khususnya tulisan beliau berjudul [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":63,"featured_media":7441,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"enabled":false},"version":2}},"categories":[29],"tags":[2377,2378],"class_list":["post-7440","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-epistemologi-islam-muhammad-natsir","tag-integrasi-al-ghazali"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sintesis Epistemologi Islam Muhammad Natsir: Integrasi Al-Ghazali - www.aktamedia.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/08\/08\/sintesis-epistemologi-islam-muhammad-natsir-integrasi-al-ghazali\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sintesis Epistemologi Islam Muhammad Natsir: Integrasi Al-Ghazali - www.aktamedia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"AKTAMEDIA.COM, JAKARTA &#8212; Epistemologi (ilmu tentang hakikat pengetahuan dan cara memperolehnya) Islam dalam konteks pendidikan modern menghadapi\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/08\/08\/sintesis-epistemologi-islam-muhammad-natsir-integrasi-al-ghazali\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"www.aktamedia.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-08T23:44:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/foto-37-e1754696364592.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"133\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"muslih pakiah mudo\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"muslih pakiah mudo\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/08\/08\/sintesis-epistemologi-islam-muhammad-natsir-integrasi-al-ghazali\/\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/08\/08\/sintesis-epistemologi-islam-muhammad-natsir-integrasi-al-ghazali\/\",\"name\":\"Sintesis Epistemologi Islam Muhammad Natsir: Integrasi Al-Ghazali - www.aktamedia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/08\/08\/sintesis-epistemologi-islam-muhammad-natsir-integrasi-al-ghazali\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/08\/08\/sintesis-epistemologi-islam-muhammad-natsir-integrasi-al-ghazali\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/foto-37-e1754696364592.png\",\"datePublished\":\"2025-08-08T23:44:44+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/cf6bd4fb0189a0cfe3cc98af46425b08\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/08\/08\/sintesis-epistemologi-islam-muhammad-natsir-integrasi-al-ghazali\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/08\/08\/sintesis-epistemologi-islam-muhammad-natsir-integrasi-al-ghazali\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/08\/08\/sintesis-epistemologi-islam-muhammad-natsir-integrasi-al-ghazali\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/foto-37-e1754696364592.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/foto-37-e1754696364592.png\",\"width\":200,\"height\":133},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/08\/08\/sintesis-epistemologi-islam-muhammad-natsir-integrasi-al-ghazali\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/aktamedia.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sintesis Epistemologi Islam Muhammad Natsir: Integrasi Al-Ghazali\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/\",\"name\":\"www.aktamedia.com\",\"description\":\"News &amp; Journal Reference\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/aktamedia.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/cf6bd4fb0189a0cfe3cc98af46425b08\",\"name\":\"muslih pakiah mudo\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/850430568472774210402942d242de537fb3a50667afaf7e8b1fda7aaeb8852b?s=96&r=g&d=https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/plugins\/userswp\/assets\/images\/no_profile.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/850430568472774210402942d242de537fb3a50667afaf7e8b1fda7aaeb8852b?s=96&r=g&d=https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/plugins\/userswp\/assets\/images\/no_profile.png\",\"caption\":\"muslih pakiah mudo\"},\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/profile\/ikkapekanbaru123gmail-com\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sintesis Epistemologi Islam Muhammad Natsir: Integrasi Al-Ghazali - www.aktamedia.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/08\/08\/sintesis-epistemologi-islam-muhammad-natsir-integrasi-al-ghazali\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Sintesis Epistemologi Islam Muhammad Natsir: Integrasi Al-Ghazali - www.aktamedia.com","og_description":"AKTAMEDIA.COM, JAKARTA &#8212; Epistemologi (ilmu tentang hakikat pengetahuan dan cara memperolehnya) Islam dalam konteks pendidikan modern menghadapi","og_url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/08\/08\/sintesis-epistemologi-islam-muhammad-natsir-integrasi-al-ghazali\/","og_site_name":"www.aktamedia.com","article_published_time":"2025-08-08T23:44:44+00:00","og_image":[{"width":200,"height":133,"url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/foto-37-e1754696364592.png","type":"image\/png"}],"author":"muslih pakiah mudo","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"muslih pakiah mudo","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/08\/08\/sintesis-epistemologi-islam-muhammad-natsir-integrasi-al-ghazali\/","url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/08\/08\/sintesis-epistemologi-islam-muhammad-natsir-integrasi-al-ghazali\/","name":"Sintesis Epistemologi Islam Muhammad Natsir: Integrasi Al-Ghazali - www.aktamedia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/08\/08\/sintesis-epistemologi-islam-muhammad-natsir-integrasi-al-ghazali\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/08\/08\/sintesis-epistemologi-islam-muhammad-natsir-integrasi-al-ghazali\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/foto-37-e1754696364592.png","datePublished":"2025-08-08T23:44:44+00:00","author":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/cf6bd4fb0189a0cfe3cc98af46425b08"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/08\/08\/sintesis-epistemologi-islam-muhammad-natsir-integrasi-al-ghazali\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/08\/08\/sintesis-epistemologi-islam-muhammad-natsir-integrasi-al-ghazali\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/08\/08\/sintesis-epistemologi-islam-muhammad-natsir-integrasi-al-ghazali\/#primaryimage","url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/foto-37-e1754696364592.png","contentUrl":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/foto-37-e1754696364592.png","width":200,"height":133},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/08\/08\/sintesis-epistemologi-islam-muhammad-natsir-integrasi-al-ghazali\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/aktamedia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sintesis Epistemologi Islam Muhammad Natsir: Integrasi Al-Ghazali"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#website","url":"https:\/\/aktamedia.com\/","name":"www.aktamedia.com","description":"News &amp; Journal Reference","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/aktamedia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/cf6bd4fb0189a0cfe3cc98af46425b08","name":"muslih pakiah mudo","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/850430568472774210402942d242de537fb3a50667afaf7e8b1fda7aaeb8852b?s=96&r=g&d=https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/plugins\/userswp\/assets\/images\/no_profile.png","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/850430568472774210402942d242de537fb3a50667afaf7e8b1fda7aaeb8852b?s=96&r=g&d=https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/plugins\/userswp\/assets\/images\/no_profile.png","caption":"muslih pakiah mudo"},"url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/profile\/ikkapekanbaru123gmail-com\/"}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/foto-37-e1754696364592.png","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7440","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/63"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7440"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7440\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7442,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7440\/revisions\/7442"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7441"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7440"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7440"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7440"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}