{"id":6412,"date":"2025-07-10T18:03:06","date_gmt":"2025-07-10T18:03:06","guid":{"rendered":"https:\/\/aktamedia.com\/?p=6412"},"modified":"2025-07-10T18:03:06","modified_gmt":"2025-07-10T18:03:06","slug":"m-sjafei-si-arsitek-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/m-sjafei-si-arsitek-pendidikan\/","title":{"rendered":"M. Sjafei: Edukator Revolusioner dan Arsitek Generasi Pembangun Bangsa"},"content":{"rendered":"<p>AKTAMEDIA.COM, Pekanbaru &#8211; 11\u202fJuli\u202f2025 \u2014 Di tengah keramaian narasi kemerdekaan yang dipenuhi rentetan pertempuran dan retorika politik, muncul sosok yang memilih medan pendidikan sebagai sarana revolusi sejati. <strong>Dr. (H.C.) Mohammad Sjafei, atau Engku Mohammad Syafei<\/strong>, adalah pendiri INS (Indonesische Nederlandersche School) Kayutanam, seorang pendidik revolusioner dan pejuang kemerdekaan lewat pengorganisasian lembaga pendidikan berbasis nasionalisme. Meski mungkin tak begitu dikenal seperti Soekarno, Hatta, atau Sjahrir, kontribusinya melahirkan generasi intelektual yang kelak membangun republik. Siapakah dia? Bagaimana sepak terjangnya membentuk fondasi intelektual bangsa?<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p><strong>Kelahiran &amp; Latar Belakang<\/strong><\/p>\n<p>Mohammad Sjafei lahir pada 31 Oktober 1893 di Ketapang, Kalimantan Barat, dari keluarga keturunan Jawa-Barito, namun diangkat oleh tokoh pendidik Minangkabau, Ibrahim Marah Sutan. Ia pindah ke Bukittinggi dan menamatkan pendidikan di Kweekschool (sekolah guru) di Fort de Kock, dengan hasil cemerlang. Semangatnya mengintip pelajaran anak bangsawan hingga diizinkan masuk kelas\u2014bukti awal ketekunan dan kehausan ilmu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Menimba Ilmu di Belanda<\/strong><\/p>\n<p>Pada 31 Mei 1922, Sjafei diberi peluang belajar di Belanda. Ia memperdalam pedagogi, seni lukis, musik, dan teknik mengajar selama tiga tahun. Selain melanjutkan pendidikan, ia aktif dalam organisasi Indische Vereeniging\u2014cikal bakal gerakan pelajar nasionalis di Eropa.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-6413 aligncenter\" src=\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/images-3-300x169.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/images-3-300x169.jpeg 300w, https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/images-3.jpeg 640w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><strong>INS Kayutanam: Revolusi Pendidikan<\/strong><\/p>\n<p>Kembali ke Indonesia pada 1926, ia diamanahi mengelola Ruang Pendidikan INS Kayutanam di Padang Pariaman, Sumatera Barat. Sekolah itu dirancang sebagai alternatif revolusioner terhadap sistem kolonial, dengan prinsip integrasi \u201ctangan, otak, dan hati\u201d. Model pendidikan aktif-kreatif tanpa belenggu buku teks Belanda ini menjadi tonggak pendidikan nasional. Para alumni INS meneruskan semangat merdeka sebagai politisi dan intelektual: Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Burhanuddin Harahap, Mohammad Natsir, Chairil Anwar, dan lainnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Pemikiran Pendidikan yang Transformatif<\/strong><\/p>\n<p>Filosofinya bukan sekadar transfer ilmu, tetapi membentuk kepribadian berdikari dan cinta tanah air\u2014ciri negara merdeka yang berasal dari warga merdeka. Pendidikan yang Sjafei terapkan menekankan pendidikan kemerdekaan, kebangsaan, karakter, keterampilan, dan hubungan dengan alam. Prinsip &#8220;tangan, otak, hati&#8221; tertuang dalam kurikulum publik INS . Biografinya menegaskan keinginannya mencetak warga negara yang mandiri dan kreatif, bukan hanya patuh secara mekanis.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Peran dalam Gerakan Nasional<\/strong><\/p>\n<p>Sebagai figur pendidikan, Sjafei tak duduk diam saat negara dilanda agresi. Ia menjadi ketua Dewan Sumatera di era pendudukan Jepang dan membacakan teks Proklamasi di Bukittinggi. Nama Sjafei juga muncul sebagai ketua BPUPK wilayah Sumatra\u2014menandakan posisinya dalam persiapan kemerdekaan suatu bangsa.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-6414 aligncenter\" src=\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/images-6-300x168.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"168\" srcset=\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/images-6-300x168.jpeg 300w, https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/images-6.jpeg 739w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><strong>Karier Politik &amp; Pemerintahan<\/strong><\/p>\n<p>Setelah proklamasi kemerdekaan, Sjafei menjabat Residen Sumatera Barat (1 Oktober\u201315 November 1945) di era awal, kemudian dipercaya menjabat Menteri Pendidikan &amp; Pengajaran Kabinet Sjahrir II (12 Maret\u20132 Oktober 1946). Ia mengintegrasikan kurikulum nasional dengan semangat INS dalam kementerian\u2014sebuah bentuk dedikasi dalam formalisasi sistem pendidikan Indonesia .<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Konsolidasi Usai Kemerdekaan<\/strong><\/p>\n<p>Sjafei juga sempat menjadi Menteri Pendidikan dan Kesehatan dalam pemerintahan PRRI. Meski fase itu penuh ketegangan politik, ia tetap menjaga integritasnya sebagai pendidik. Setelah beberapa tahun, ia kembali membangun INS dan aktif dalam advokasi otonomi pendidikan daerah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Wafat dan Warisan<\/strong><\/p>\n<p>Sjafei wafat pada 5 Maret 1969 di Jakarta dan dimakamkan di kawasan INS Kayutanam. Penyematan gelar Pahlawan Nasional dianugerahi pada Peringatan Hari Pahlawan tahun 2000 via Bintang Mahaputera . Warisannya abadi lewat INS Kayutanam, beserta filosofi pendidikan yang masih relevan di era digital.<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p><strong>Mohammad Sjafei<\/strong> adalah contoh strategis seorang pejuang tanpa senjata \u2014 melalui pendidikan ia merubah kesadaran kolektif. INS Kayutanam bukan hanya sekolah, tetapi agen transformasi intelektual yang melahirkan pemimpin bangsa. Ia membuktikan bahwa revolusi sejati dimulai dari kelas dan hati, dan berfungsi sebagai pondasi saat negara berdiri.<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p><strong>Pendapat Pribadi<\/strong><\/p>\n<p>Bagi saya, Mohammad Sjafei menegaskan bahwa kemerdekaan sejati lahir dari pikiran merdeka dan karakter mandiri. Filosofinya: \u201ctangan, otak, hati\u201d\u2014mengajarkan bahwa perubahan sejati menuntut keserasian dari tindakan, pemikiran kritis, dan empati. Di tengah kekhawatiran tentang kualitas sistem pendidikan saat ini, warisannya menjadi pengingat \u2014 bahwa mencetak generasi bermoral dan kreatif jauh lebih penting daripada sekadar mengukur capaian akademik.<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p><strong>Daftar Sumber Referensi<\/strong><\/p>\n<p>1. Wikipedia Indonesia \u2013 Mohammad Sjafei<\/p>\n<p>2. Pasbana.com \u2013 \u201cM. Sjafei: Dari Guru Seni Menjadi Pejuang Kemerdekaan dan Pendidikan\u201d<\/p>\n<p>3. Kompasiana \u2013 \u201cSejarah &amp; Pemikiran Tokoh Pendidikan Nasional Mohammad Syafei\u201d<\/p>\n<p>4. Kompas.id \u2013 \u201cKi Hadjar dan Engku Syafei, Inspirator Kemerdekaan dari Ruang Kelas\u201d<\/p>\n<p>5. Undip e-journal \u2013 \u201cMohammad Sjafei: A Nationalist Educator in West Sumatra\u201d<\/p>\n<p>6. Scribd \u2013 Pendidikan Menurut Mohammad Syafei<\/p>\n<p>7. IAIN Bengkulu repo \u2013 Pemikiran Pendidikan M. Syafe\u2019i Perspektif Pendidikan Islam<\/p>\n<p>8. Wikipedia Inggris \u2013 BPUPK Sumatra (Ketua Mohammad Sjafei)<\/p>\n<p>9. Wikipedia Indonesia \u2013 Daftar Gubernur Sumatera Barat (Residen Sjafei)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>AKTAMEDIA.COM, Pekanbaru &#8211; 11\u202fJuli\u202f2025 \u2014 Di tengah keramaian narasi kemerdekaan yang dipenuhi rentetan pertempuran dan retorika politik, muncul sosok yang memilih medan pendidikan sebagai sarana revolusi sejati. Dr. (H.C.) Mohammad Sjafei, atau Engku Mohammad Syafei, adalah pendiri INS (Indonesische Nederlandersche School) Kayutanam, seorang pendidik revolusioner dan pejuang kemerdekaan lewat pengorganisasian lembaga pendidikan berbasis nasionalisme. Meski [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":71,"featured_media":6415,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"enabled":false},"version":2}},"categories":[28],"tags":[2043,2044,2042,2045],"class_list":["post-6412","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profil","tag-arsitek-pendidikan","tag-edukator-revolusioner","tag-m-sjafei","tag-pendidikan-modern"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>M. Sjafei: Edukator Revolusioner dan Arsitek Generasi Pembangun Bangsa - www.aktamedia.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/m-sjafei-si-arsitek-pendidikan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"M. Sjafei: Edukator Revolusioner dan Arsitek Generasi Pembangun Bangsa - www.aktamedia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"AKTAMEDIA.COM, Pekanbaru &#8211; 11\u202fJuli\u202f2025 \u2014 Di tengah keramaian narasi kemerdekaan yang dipenuhi rentetan pertempuran dan retorika politik,\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/m-sjafei-si-arsitek-pendidikan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"www.aktamedia.com\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/share\/1GdzAozXqu\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-10T18:03:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/images-4.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"663\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"382\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Aditya Baso\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Aditya Baso\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/m-sjafei-si-arsitek-pendidikan\/\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/m-sjafei-si-arsitek-pendidikan\/\",\"name\":\"M. Sjafei: Edukator Revolusioner dan Arsitek Generasi Pembangun Bangsa - www.aktamedia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/m-sjafei-si-arsitek-pendidikan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/m-sjafei-si-arsitek-pendidikan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/images-4.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-07-10T18:03:06+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/f17bcd0dbabe436a9576f550cb4f491b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/m-sjafei-si-arsitek-pendidikan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/m-sjafei-si-arsitek-pendidikan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/m-sjafei-si-arsitek-pendidikan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/images-4.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/images-4.jpeg\",\"width\":663,\"height\":382},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/m-sjafei-si-arsitek-pendidikan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/aktamedia.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"M. Sjafei: Edukator Revolusioner dan Arsitek Generasi Pembangun Bangsa\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/\",\"name\":\"www.aktamedia.com\",\"description\":\"News &amp; Journal Reference\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/aktamedia.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/f17bcd0dbabe436a9576f550cb4f491b\",\"name\":\"Aditya Baso\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/17506700045522826712049658479495_uwp_avatar_thumb.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/17506700045522826712049658479495_uwp_avatar_thumb.jpg\",\"caption\":\"Aditya Baso\"},\"description\":\"Newbie\",\"sameAs\":[\"http:\/\/aktamedia.com\",\"https:\/\/www.facebook.com\/share\/1GdzAozXqu\/\"],\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/profile\/aditya\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"M. Sjafei: Edukator Revolusioner dan Arsitek Generasi Pembangun Bangsa - www.aktamedia.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/m-sjafei-si-arsitek-pendidikan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"M. Sjafei: Edukator Revolusioner dan Arsitek Generasi Pembangun Bangsa - www.aktamedia.com","og_description":"AKTAMEDIA.COM, Pekanbaru &#8211; 11\u202fJuli\u202f2025 \u2014 Di tengah keramaian narasi kemerdekaan yang dipenuhi rentetan pertempuran dan retorika politik,","og_url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/m-sjafei-si-arsitek-pendidikan\/","og_site_name":"www.aktamedia.com","article_author":"https:\/\/www.facebook.com\/share\/1GdzAozXqu\/","article_published_time":"2025-07-10T18:03:06+00:00","og_image":[{"width":663,"height":382,"url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/images-4.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Aditya Baso","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Aditya Baso","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/m-sjafei-si-arsitek-pendidikan\/","url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/m-sjafei-si-arsitek-pendidikan\/","name":"M. Sjafei: Edukator Revolusioner dan Arsitek Generasi Pembangun Bangsa - www.aktamedia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/m-sjafei-si-arsitek-pendidikan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/m-sjafei-si-arsitek-pendidikan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/images-4.jpeg","datePublished":"2025-07-10T18:03:06+00:00","author":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/f17bcd0dbabe436a9576f550cb4f491b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/m-sjafei-si-arsitek-pendidikan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/m-sjafei-si-arsitek-pendidikan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/m-sjafei-si-arsitek-pendidikan\/#primaryimage","url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/images-4.jpeg","contentUrl":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/images-4.jpeg","width":663,"height":382},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/m-sjafei-si-arsitek-pendidikan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/aktamedia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"M. Sjafei: Edukator Revolusioner dan Arsitek Generasi Pembangun Bangsa"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#website","url":"https:\/\/aktamedia.com\/","name":"www.aktamedia.com","description":"News &amp; Journal Reference","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/aktamedia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/f17bcd0dbabe436a9576f550cb4f491b","name":"Aditya Baso","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/17506700045522826712049658479495_uwp_avatar_thumb.jpg","contentUrl":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/17506700045522826712049658479495_uwp_avatar_thumb.jpg","caption":"Aditya Baso"},"description":"Newbie","sameAs":["http:\/\/aktamedia.com","https:\/\/www.facebook.com\/share\/1GdzAozXqu\/"],"url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/profile\/aditya\/"}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/images-4.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6412","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/71"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6412"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6412\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6416,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6412\/revisions\/6416"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6415"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6412"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6412"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6412"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}