{"id":6348,"date":"2025-07-10T07:55:15","date_gmt":"2025-07-10T07:55:15","guid":{"rendered":"https:\/\/aktamedia.com\/?p=6348"},"modified":"2025-07-10T07:55:15","modified_gmt":"2025-07-10T07:55:15","slug":"rohana-kudus-srikandi-minang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/rohana-kudus-srikandi-minang\/","title":{"rendered":"ROHANA KUDUS: Srikandi Pers dan Emansipasi Perempuan dari Minang"},"content":{"rendered":"<p>AKTAMEDIA.COM, Pekanbaru &#8211; 10 Juli 2025 \u2013 Di balik dominasi pria dalam sejarah nasionalistik, muncul sosok perempuan tangguh yang mengubah lanskap kebangsaan lewat pena, pendidikan, dan suara. Dia adalah <strong>Rohana Kudus (lahir Siti Ruhana, atau Roehana Koeddoes),<\/strong> pejuang emansipasi perempuan dan wartawati pertama Indonesia, lahir di Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat, pada 20 Desember 1884 . Melalui langkah-langkah berani\u2014mendirikan sekolah, menerbitkan majalah perempuan, hingga menulis kritis\u2014ia melawan penjajahan dan patriarki, menempatkan perempuan sebagai subjek sejarah, bukan objek.<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p><strong>Awal Kehidupan dan Semangat Literasi<\/strong><\/p>\n<p>Rohana tumbuh di keluarga berpendidikan\u2014ayahnya Mohammad Rasjad Maharadja Sutan adalah Kepala Jaksa di Jambi dan Medan . Meski tidak pernah bersekolah formal, sejak umur 5 tahun ia belajar menulis berbagai aksara dan membaca Al\u2011Qur\u2019an . Minat literasinya berkembang setelah ayahnya menghadirkan buku dan majalah rumah tangga Belanda ke rumah, yang kemudian ia gunakan untuk mengajar teman-teman prianya membaca .<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p><strong>Mendirikan Sekolah \u201cKerajinan Amai Setia\u201d<\/strong><\/p>\n<p>Pada 11 Februari 1911, Rohana mendirikan Sekolah Kerajinan Amai Setia untuk perempuan di Koto Gadang . Di sekolah itu, ia mengajarkan membaca, menulis dalam aksara Latin dan Arab, berhitung, menjahit, menyulam, memasak, dan agama. Sekolah ini mulai dengan puluhan siswa dan kemudian mendapat pengakuan resmi tahun 1915 . Ia membuka ruang akademis dan ekonomi\u2014pertama untuk perempuan Minang.<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-6349 aligncenter\" src=\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752132184042-300x176.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"176\" srcset=\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752132184042-300x176.jpg 300w, https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752132184042-1024x601.jpg 1024w, https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752132184042-768x451.jpg 768w, https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752132184042.jpg 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><strong>Memecah Kebisuan: Soenting Melajoe<\/strong><\/p>\n<p>Di tengah dominasi pers kolonial, Rohana berinisiatif menerbitkan Soenting Melajoe pada 10 Juli 1912, majalah mingguan khusus perempuan . Nama ini bermakna \u201cperempuan Melayu\u201d dan bermaksud memberi ruang perempuan menyuarakan suara rasional, intelektual, dan kritis . Majalahnya membahas isu sosial seperti pendidikan, poligami, dan hak perempuan .<\/p>\n<p>Soenting Melajoe mendorong perempuan aktif menulis\u2014para kontributor adalah istri pegawai Belanda, aristokrat, dan guru. Cakupannya berkembang hingga ke Malaka dan Singapura, menjadi koran perempuan pertama di Indonesia .<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p><strong>Kritis dan Patriotik di Medan Pers<\/strong><\/p>\n<p>Selain Soenting Melajoe, Rohana menulis artikel tajam di Poetri Hindia (1908), dan kemudian menjadi redaktur sekolah di Payakumbuh tahun 1916 . Isinya menyoroti diskriminasi perempuan kolonial, pekerja perempuan, serta mendesak perempuan untuk aktif dalam kemerdekaan dan pemerintahan . Tulisannya dianggap berbahaya oleh Belanda, yang sempat membredel media perempuan pada zamannya .<\/p>\n<p>&#8212;<strong>&#8211;<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pengaruh dan Akses Publik Nasional<\/strong><\/p>\n<p>Rohana berasal dari keluarga aktivis kemerdekaan: Sutan Sjahrir (Perdana Menteri RI pertama), sepupu Agus Salim, serta bibi Chairil Anwar . Jejaring ini memudahkan penyebaran pemikirannya dalam lingkungan pergerakan nasional, turut menjadi katalis awal kebangkitan perempuan Indonesia.<\/p>\n<p>Pada masa jugemen dan revolusi, Soenting Melajoe menjadi tempat perempuan menulis kemerdekaan sebelum deklarasi 1945, dan Rohana tetap menjadi narator perubahan sosial.<\/p>\n<p>&#8212;<strong>&#8211;<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pengakuan dan Pahlawan Nasional<\/strong><\/p>\n<p>Rohana Kudus resmi diangkat menjadi Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden No.\u202f120\/TK\/2019 pada 7 November 2019 . Sebelumnya, pemerintah Sumbar mengabadikannya sebagai Wartawati Pertama (1974), Perintis Pers Indonesia (1987), serta pemenang Bintang Jasa Utama (2007) .<\/p>\n<p>Berlatar emansipasi dan literasi tradisional, nyawanya berlabuh saat bertugas membangkitkan kesadaran perempuan, bukan di medan tempur. Ia tutup usia pada 17 Agustus 1972, tepat Hari Kemerdekaan Indonesia, dan dimakamkan di TMP Karet Bivak, Jakarta .<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p><strong>Rohana Kudus<\/strong> adalah pionir emansipasi melalui kata dan pendidikan. Lewat sekolah dan majalahnya, ia membangkitkan kesadaran perempuan\u2014bahwa akal dan hak mereka setara dengan lelaki. Ia memilih pena dan pendidikan sebagai pedang, bukan senjata fisik. Perjuangannya menunjukkan bahwa kemerdekaan juga lahir dari ruang-ruang budaya, editorial, dan kelas kecil \u2014 jauh sebelum diplomasi dan revolusi fisik formal.<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p><strong>Pendapat Pribadi<\/strong><\/p>\n<p>Menurut saya, Rohana Kudus memberikan pelajaran penting: kemerdekaan bukan monopoli pria dan senjata, tetapi buah dari ilmu, keberanian, dan suara kolektif. Ia membuktikan bahwa perempuan, ketika diberi akses pendidikan dan wadah berbicara, menjadi kekuatan transformatif. Spirit Rohana menegaskan pentingnya pers inklusif\u2014transformasi masyarakat dapat dimulai dari ruang baca, kelas kecil, dan kolom jurnalistik.<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p><strong>Daftar Sumber Referensi<\/strong><\/p>\n<p>1. Wikipedia Indonesia \u2013 Roehana\u00a0Koeddoes \/ Rohana\u00a0Kudus<\/p>\n<p>2. Wikipedia Inggris \u2013 Ruhana\u00a0Kuddus<\/p>\n<p>3. Detik Edu \u2013 \u201cSosok Rohana Kudus, jurnalis perempuan pertama Indonesia\u201d<\/p>\n<p>4. Historia.id \u2013 \u201cMengenal Rohana Kudus&#8230;\u201d<\/p>\n<p>5. Kompas \u2013 \u201cRohana Kudus, Wartawan Perempuan Pertama Indonesia\u201d<\/p>\n<p>6. Merdeka.com \u2013 \u201cRohana Kudus&#8230; Wartawan Perempuan Pertama&#8230;\u201d<\/p>\n<p>7. Marhaen Press \u2013 \u201cRohana Kudus Jurnalis Bergelar Pahlawan&#8230;\u201d<\/p>\n<p>8. Liputan6.com \u2013 \u201cPeristiwa 20 Desember 1884: Lahirnya Rohana Kudus&#8230;\u201d<\/p>\n<p>9. Tempo.co \u2013 \u201cPeran Politik Ruhana Kuddus dalam Perjuangan Kemerdekaan\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>AKTAMEDIA.COM, Pekanbaru &#8211; 10 Juli 2025 \u2013 Di balik dominasi pria dalam sejarah nasionalistik, muncul sosok perempuan tangguh yang mengubah lanskap kebangsaan lewat pena, pendidikan, dan suara. Dia adalah Rohana Kudus (lahir Siti Ruhana, atau Roehana Koeddoes), pejuang emansipasi perempuan dan wartawati pertama Indonesia, lahir di Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat, pada 20 Desember 1884 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":71,"featured_media":6350,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"enabled":false},"version":2}},"categories":[28],"tags":[2039,2038,2040],"class_list":["post-6348","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profil","tag-emansipasi-perempuan","tag-rohana-kudus","tag-srikandi-minang"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>ROHANA KUDUS: Srikandi Pers dan Emansipasi Perempuan dari Minang - www.aktamedia.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/rohana-kudus-srikandi-minang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"ROHANA KUDUS: Srikandi Pers dan Emansipasi Perempuan dari Minang - www.aktamedia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"AKTAMEDIA.COM, Pekanbaru &#8211; 10 Juli 2025 \u2013 Di balik dominasi pria dalam sejarah nasionalistik, muncul sosok perempuan tangguh yang mengubah lan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/rohana-kudus-srikandi-minang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"www.aktamedia.com\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/share\/1GdzAozXqu\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-10T07:55:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752132201093.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"785\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Aditya Baso\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Aditya Baso\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/rohana-kudus-srikandi-minang\/\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/rohana-kudus-srikandi-minang\/\",\"name\":\"ROHANA KUDUS: Srikandi Pers dan Emansipasi Perempuan dari Minang - www.aktamedia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/rohana-kudus-srikandi-minang\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/rohana-kudus-srikandi-minang\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752132201093.jpg\",\"datePublished\":\"2025-07-10T07:55:15+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/f17bcd0dbabe436a9576f550cb4f491b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/rohana-kudus-srikandi-minang\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/rohana-kudus-srikandi-minang\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/rohana-kudus-srikandi-minang\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752132201093.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752132201093.jpg\",\"width\":1080,\"height\":785},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/rohana-kudus-srikandi-minang\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/aktamedia.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"ROHANA KUDUS: Srikandi Pers dan Emansipasi Perempuan dari Minang\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/\",\"name\":\"www.aktamedia.com\",\"description\":\"News &amp; Journal Reference\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/aktamedia.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/f17bcd0dbabe436a9576f550cb4f491b\",\"name\":\"Aditya Baso\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/17506700045522826712049658479495_uwp_avatar_thumb.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/17506700045522826712049658479495_uwp_avatar_thumb.jpg\",\"caption\":\"Aditya Baso\"},\"description\":\"Newbie\",\"sameAs\":[\"http:\/\/aktamedia.com\",\"https:\/\/www.facebook.com\/share\/1GdzAozXqu\/\"],\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/profile\/aditya\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"ROHANA KUDUS: Srikandi Pers dan Emansipasi Perempuan dari Minang - www.aktamedia.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/rohana-kudus-srikandi-minang\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"ROHANA KUDUS: Srikandi Pers dan Emansipasi Perempuan dari Minang - www.aktamedia.com","og_description":"AKTAMEDIA.COM, Pekanbaru &#8211; 10 Juli 2025 \u2013 Di balik dominasi pria dalam sejarah nasionalistik, muncul sosok perempuan tangguh yang mengubah lan","og_url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/rohana-kudus-srikandi-minang\/","og_site_name":"www.aktamedia.com","article_author":"https:\/\/www.facebook.com\/share\/1GdzAozXqu\/","article_published_time":"2025-07-10T07:55:15+00:00","og_image":[{"width":1080,"height":785,"url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752132201093.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Aditya Baso","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Aditya Baso","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/rohana-kudus-srikandi-minang\/","url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/rohana-kudus-srikandi-minang\/","name":"ROHANA KUDUS: Srikandi Pers dan Emansipasi Perempuan dari Minang - www.aktamedia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/rohana-kudus-srikandi-minang\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/rohana-kudus-srikandi-minang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752132201093.jpg","datePublished":"2025-07-10T07:55:15+00:00","author":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/f17bcd0dbabe436a9576f550cb4f491b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/rohana-kudus-srikandi-minang\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/rohana-kudus-srikandi-minang\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/rohana-kudus-srikandi-minang\/#primaryimage","url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752132201093.jpg","contentUrl":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752132201093.jpg","width":1080,"height":785},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/10\/rohana-kudus-srikandi-minang\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/aktamedia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"ROHANA KUDUS: Srikandi Pers dan Emansipasi Perempuan dari Minang"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#website","url":"https:\/\/aktamedia.com\/","name":"www.aktamedia.com","description":"News &amp; Journal Reference","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/aktamedia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/f17bcd0dbabe436a9576f550cb4f491b","name":"Aditya Baso","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/17506700045522826712049658479495_uwp_avatar_thumb.jpg","contentUrl":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/17506700045522826712049658479495_uwp_avatar_thumb.jpg","caption":"Aditya Baso"},"description":"Newbie","sameAs":["http:\/\/aktamedia.com","https:\/\/www.facebook.com\/share\/1GdzAozXqu\/"],"url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/profile\/aditya\/"}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752132201093.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6348","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/71"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6348"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6348\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6351,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6348\/revisions\/6351"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6350"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6348"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6348"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6348"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}