{"id":6320,"date":"2025-07-09T08:17:16","date_gmt":"2025-07-09T08:17:16","guid":{"rendered":"https:\/\/aktamedia.com\/?p=6320"},"modified":"2025-07-09T08:48:03","modified_gmt":"2025-07-09T08:48:03","slug":"rasuna-said-perempuan-merdeka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/rasuna-said-perempuan-merdeka\/","title":{"rendered":"Rasuna Said: Srikandi Minang yang Menentang Kolonialisme dengan Suara dan Pena"},"content":{"rendered":"<p>AKTAMEDIA.COM, Pekanbaru &#8211; 9 Juli 2025 \u2013 Di tengah dominasi tokoh pria dalam historiografi kemerdekaan Indonesia, muncul sosok perempuan tegas dan visioner dari Minangkabau\u2014<strong>Hajjah Rangkayo Rasuna Said<\/strong>. Lahir di Maninjau pada 14 September 1910, Rasuna Said adalah pejuang kemerdekaan yang lantang menyuarakan kecaman terhadap kolonialisme Belanda lewat orasi publik maupun tulisan di media. Ia juga menjadi pelopor hak-hak perempuan, mendobrak batas sosial dan budaya yang membelenggu perempuan di zamannya. Sebagai simbol keberanian\u2014disebut \u201cSinga Betina\u201d oleh Presiden Soekarno\u2014Rasuna menjadi pionir sekaligus teladan bagi gerakan nasionalisme dan emansipasi perempuan Indonesia. Siapakah sebenarnya Rasuna Said dan bagaimana kontribusinya dalam kemerdekaan bangsa?<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p><strong>Awal Kehidupan dan Pendidikan<\/strong><\/p>\n<p>Rasuna Said lahir pada 14 September 1910 di Maninjau, Agam, Sumatera Barat, dalam keluarga Muslim yang religius. Karena ayahnya sering merantau, ia besar diasuh oleh pamannya dan menyelesaikan pendidikan di sekolah agama yang menggabungkan pelajaran agama dan umum, termasuk Diniyah Putri di Padang Panjang. Pada 1923, ia pun diangkat menjadi guru asisten di sekolah tersebut\u2014walau meninggalkan posisi itu tiga tahun kemudian untuk mendirikan sekolah atas dorongan politiknya .<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-6321 aligncenter\" src=\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752048541934-300x256.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"256\" srcset=\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752048541934-300x256.jpg 300w, https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752048541934-1024x873.jpg 1024w, https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752048541934-768x655.jpg 768w, https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752048541934.jpg 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><strong>Awal Aktivisme dan Pendidikan Politik<\/strong><\/p>\n<p>Tahun 1926, ia aktif dalam Sarekat Rakyat, dan kemudian bergabung dengan Persatuan Muslim Indonesia (Permi) saat berdirinya pada 1930, yang menggabungkan prinsip Islam dan nasionalisme. Setelah pindah ke Padang, ia mendirikan cabang Permi untuk perempuan dan menekankan pentingnya pendidikan serta partisipasi politik perempuan .<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Orasi Berani: \u201cLangkah Menuju Kemerdekaan\u201d<\/strong><\/p>\n<p>Pada 23 Oktober 1932, di depan kerumunan besar di Padang Panjang, ia menyampaikan pidato \u201cSteps to the Independence of the People in a Greater Indonesia\u201d, menuding penjajahan sebagai tindakan kriminal dan menyebut imperialisme \u2018musuh Islam\u2019 berdasarkan ajaran Al\u2011Quran. Beberapa pekan kemudian, ia mengulangi pernyataannya di Payakumbuh, yang menyebabkan penangkapan atas dasar hukum pidana pidato (\u201cspraakdelict\u201d) dan ia dijatuhi hukuman 15 bulan penjara\u2014menjadikannya perempuan pertama yang dikenakan pasal serupa .<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Penjara dan Pengaruh Nasional<\/strong><\/p>\n<p>Dipenjara di Semarang mulai awal 1933, ia justru menggunakan sidangnya sebagai platform perjuangan. Proses dan vonisnya mendapat liputan luas\u2014memberinya pengaruh nasional dalam menyebarkan pesan antikolonial. Ratusan hingga ribuan pendukung mengantar keberangkatannya ke Jawa .<\/p>\n<p><strong>Pasca-Penjara: Jurnalis &amp; Politikus<\/strong><\/p>\n<p>Setelah bebas tahun 1934, ia mendirikan sekolah perempuan di Medan dan terlibat dengan majalah Raya, menulis kritikan tajam terhadap kolonialisme\u2014dianggap berbahaya oleh polisi Belanda. Ia juga menulis untuk publikasi Menara Poeteri yang mendorong antikolonialisme di kalangan perempuan .<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Masa Pendudukan Jepang dan Perlawanan Sipil<\/strong><\/p>\n<p>Di masa Jepang (1942\u20131943), Rasuna ditahan karena aktivitas pro-kemerdekaan, namun dibebaskan karena Jepang takut memicu kerusuhan. Ia juga berperan dalam pembentukan Hahanokai, sayap perempuan relawan militer Giy\u016bgun di Sumatera Barat .<\/p>\n<p><strong>Setelah Proklamasi: Purnama Kemerdekaan<\/strong><\/p>\n<p>Setelah kemerdekaan 17 Agustus 1945, Rasuna Said diangkat sebagai anggota DPR Sementara Sumatra, kemudian duduk di Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) dan Dewan Pertimbangan Agung (DPA) pada akhir 1950-an hingga wafatnya pada 2 November 1965 .<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-6322 aligncenter\" src=\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752048522228-300x234.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"234\" srcset=\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752048522228-300x234.jpg 300w, https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752048522228-1024x798.jpg 1024w, https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752048522228-768x599.jpg 768w, https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752048522228.jpg 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><strong>Pengakuan dan Warisan Sejarah<\/strong><\/p>\n<p>Pada tahun 1974, Presiden Soeharto menganugerahkan status Pahlawan Nasional kepada Rasuna Said\u2014menjadikannya salah satu dari segelintir perempuan pahlawan. Jalan utama di Jakarta\u2014Jalan H.R. Rasuna Said\u2014dinamakan sesuai namanya, sebagai penghormatan terhadap kiprah politiknya .<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p><strong>Rasuna Said<\/strong> adalah simbol kekuatan kata dan pena, yang menolak tunduk pada kolonialisme dan membuka hak pendidikan serta politik bagi perempuan di zamannya. Sebagai \u201cSinga Betina\u201d, dinamika kehidupannya\u2014mulai dari mengajar, orasi berani, penjara, hingga peran legislatif\u2014menunjukkan perjuangan perempuan yang komprehensif: intelektual, politik, dan sosial.<\/p>\n<p>Kalimat pidatonya yang mengutuk penjajah, sikap konsisten melawan hukum represif Belanda, dan loyalitasnya terhadap Republik menunjukkan bahwa kemerdekaan tidak sepenuhnya dibentuk oleh senjata, tetapi juga oleh keberanian berpendapat dan memperjuangkan nilai-nilai kesetaraan dan keadilan.<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p><strong>Pendapat Pribadi<\/strong><\/p>\n<p>Bagi saya, Rasuna Said adalah contoh bahwa kemerdekaan sejati lahir bukan hanya dari medan perang, tetapi dari keberanian berbicara dan berjuang melawan ketidakadilan. Ia memperlihatkan bahwa perempuan bukan hanya pelengkap sejarah, tetapi penggerak utama perubahan sosial. Pelajaran dari hidupnya adalah: jangan pernah meremehkan kekuatan suara dan pendidikan\u2014karena dua hal ini bisa mengguncang sistem penindasan yang tampak tak terkalahkan.<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p><strong>Daftar Sumber Referensi<\/strong><\/p>\n<p>1. Wikipedia Inggris \u2013 \u201cRasuna Said: Indonesian independence activist, women&#8217;s rights\u201d<\/p>\n<p>2. Sally White \u2013 Rasuna Said: Lioness of the Indonesian Independence Movement, NUS Press 2013<\/p>\n<p>3. Google Doodle \u2013 Rasuna Said&#8217;s 112th Birthday (Sept 14 2022)<\/p>\n<p>4. Scribd \u2013 Rasuna Said soal tambahan: kampanye, Menara Poeteri, parlemen<\/p>\n<p>5. Wikipedia Perancis \u2013 Jalan H.R. Rasuna Said dinamai sang tokoh<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>AKTAMEDIA.COM, Pekanbaru &#8211; 9 Juli 2025 \u2013 Di tengah dominasi tokoh pria dalam historiografi kemerdekaan Indonesia, muncul sosok perempuan tegas dan visioner dari Minangkabau\u2014Hajjah Rangkayo Rasuna Said. Lahir di Maninjau pada 14 September 1910, Rasuna Said adalah pejuang kemerdekaan yang lantang menyuarakan kecaman terhadap kolonialisme Belanda lewat orasi publik maupun tulisan di media. Ia juga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":71,"featured_media":6323,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"enabled":false},"version":2}},"categories":[28],"tags":[2030,1906,2029],"class_list":["post-6320","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profil","tag-pahlawan-wanita","tag-pejuang-kemerdekaan","tag-rasuna-said"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Rasuna Said: Srikandi Minang yang Menentang Kolonialisme dengan Suara dan Pena - www.aktamedia.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/rasuna-said-perempuan-merdeka\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rasuna Said: Srikandi Minang yang Menentang Kolonialisme dengan Suara dan Pena - www.aktamedia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"AKTAMEDIA.COM, Pekanbaru &#8211; 9 Juli 2025 \u2013 Di tengah dominasi tokoh pria dalam historiografi kemerdekaan Indonesia, muncul sosok perempuan tegas\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/rasuna-said-perempuan-merdeka\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"www.aktamedia.com\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/share\/1GdzAozXqu\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-09T08:17:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-09T08:48:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752048572044.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"691\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Aditya Baso\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Aditya Baso\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/rasuna-said-perempuan-merdeka\/\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/rasuna-said-perempuan-merdeka\/\",\"name\":\"Rasuna Said: Srikandi Minang yang Menentang Kolonialisme dengan Suara dan Pena - www.aktamedia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/rasuna-said-perempuan-merdeka\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/rasuna-said-perempuan-merdeka\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752048572044.jpg\",\"datePublished\":\"2025-07-09T08:17:16+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-09T08:48:03+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/f17bcd0dbabe436a9576f550cb4f491b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/rasuna-said-perempuan-merdeka\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/rasuna-said-perempuan-merdeka\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/rasuna-said-perempuan-merdeka\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752048572044.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752048572044.jpg\",\"width\":1080,\"height\":691},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/rasuna-said-perempuan-merdeka\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/aktamedia.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rasuna Said: Srikandi Minang yang Menentang Kolonialisme dengan Suara dan Pena\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/\",\"name\":\"www.aktamedia.com\",\"description\":\"News &amp; Journal Reference\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/aktamedia.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/f17bcd0dbabe436a9576f550cb4f491b\",\"name\":\"Aditya Baso\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/17506700045522826712049658479495_uwp_avatar_thumb.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/17506700045522826712049658479495_uwp_avatar_thumb.jpg\",\"caption\":\"Aditya Baso\"},\"description\":\"Newbie\",\"sameAs\":[\"http:\/\/aktamedia.com\",\"https:\/\/www.facebook.com\/share\/1GdzAozXqu\/\"],\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/profile\/aditya\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rasuna Said: Srikandi Minang yang Menentang Kolonialisme dengan Suara dan Pena - www.aktamedia.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/rasuna-said-perempuan-merdeka\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Rasuna Said: Srikandi Minang yang Menentang Kolonialisme dengan Suara dan Pena - www.aktamedia.com","og_description":"AKTAMEDIA.COM, Pekanbaru &#8211; 9 Juli 2025 \u2013 Di tengah dominasi tokoh pria dalam historiografi kemerdekaan Indonesia, muncul sosok perempuan tegas","og_url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/rasuna-said-perempuan-merdeka\/","og_site_name":"www.aktamedia.com","article_author":"https:\/\/www.facebook.com\/share\/1GdzAozXqu\/","article_published_time":"2025-07-09T08:17:16+00:00","article_modified_time":"2025-07-09T08:48:03+00:00","og_image":[{"width":1080,"height":691,"url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752048572044.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Aditya Baso","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Aditya Baso","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/rasuna-said-perempuan-merdeka\/","url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/rasuna-said-perempuan-merdeka\/","name":"Rasuna Said: Srikandi Minang yang Menentang Kolonialisme dengan Suara dan Pena - www.aktamedia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/rasuna-said-perempuan-merdeka\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/rasuna-said-perempuan-merdeka\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752048572044.jpg","datePublished":"2025-07-09T08:17:16+00:00","dateModified":"2025-07-09T08:48:03+00:00","author":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/f17bcd0dbabe436a9576f550cb4f491b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/rasuna-said-perempuan-merdeka\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/rasuna-said-perempuan-merdeka\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/rasuna-said-perempuan-merdeka\/#primaryimage","url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752048572044.jpg","contentUrl":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752048572044.jpg","width":1080,"height":691},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/rasuna-said-perempuan-merdeka\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/aktamedia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rasuna Said: Srikandi Minang yang Menentang Kolonialisme dengan Suara dan Pena"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#website","url":"https:\/\/aktamedia.com\/","name":"www.aktamedia.com","description":"News &amp; Journal Reference","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/aktamedia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/f17bcd0dbabe436a9576f550cb4f491b","name":"Aditya Baso","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/17506700045522826712049658479495_uwp_avatar_thumb.jpg","contentUrl":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/17506700045522826712049658479495_uwp_avatar_thumb.jpg","caption":"Aditya Baso"},"description":"Newbie","sameAs":["http:\/\/aktamedia.com","https:\/\/www.facebook.com\/share\/1GdzAozXqu\/"],"url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/profile\/aditya\/"}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752048572044.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6320","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/71"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6320"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6320\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6328,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6320\/revisions\/6328"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6323"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6320"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6320"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6320"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}