{"id":6299,"date":"2025-07-09T02:05:00","date_gmt":"2025-07-09T02:05:00","guid":{"rendered":"https:\/\/aktamedia.com\/?p=6299"},"modified":"2025-07-09T08:03:37","modified_gmt":"2025-07-09T08:03:37","slug":"abdullah-ahmad-reformis-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/abdullah-ahmad-reformis-pendidikan\/","title":{"rendered":"Dr. H. C.H. Hadji Abdullah Ahmad : Pionir Pendidikan Islam Modern dan Pembumi Semangat Kebangsaan"},"content":{"rendered":"<p>AKTAMEDIA.COM, Pekanbaru &#8211; 9 Juli 2025 \u2013 Di tengah arus nasionalisme yang bergelora di awal abad ke-20, tokoh-tokoh pendidikan menjadi penentu arah kebangkitan rakyat. <strong>Dr. H. C. H. Hadji Abdullah Ahmad<\/strong> tampil sebagai salah satu pionir terpenting. Lahir di Padang Panjang pada 1878 dan dikenal sebagai ulama reformis, ia menginisiasi Adabiyah School pada 1909, mendirikan organisasi guru Islam, dan menerbitkan majalah Al-Munir, media Islam modern pertama di Hindia Belanda. Beliau juga merupakan salah satu orang Indonesia pertama yang meraih gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Al-Azhar, Kairo. Kiprah Abdullah Ahmad merentang jauh melampaui ranah pendidikan\u2014ia memberi fondasi intelektual bagi pergerakan kemerdekaan.<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p><strong>1. Latar Belakang dan Pendidikan Awal<\/strong><\/p>\n<p>Abdullah Ahmad lahir dari keluarga ulama dan pedagang di Padang Panjang. Pada usia 17 tahun (1895), ia menunaikan ibadah haji dan mengenyam pendidikan empat tahun di Mekkah, menjadikannya murid dan bahkan asisten Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi . Di sana ia mempelajari metodologi pengajaran modern dan pemikiran pembaruan Islam.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-6300 aligncenter\" src=\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/abdullah-ahmad-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/abdullah-ahmad-300x225.jpg 300w, https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/abdullah-ahmad.jpg 576w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><strong>2. Adabiyah School: Perintis Pendidikan Modern<\/strong><\/p>\n<p>Setelah kembali ke Indonesia pada 1909, ia mendirikan Adabiyah School di Padang Panjang\u2014sebuah sekolah modern berbasis Islam. Per 1915, sekolah ini diakui setara dengan HIS Belanda dan bernama HIS Adabiyah, lengkap dengan kurikulum agama dan umum. Ini merupakan bentuk full day school jauh sebelum kebijakan serupa diterapkan secara nasional.<\/p>\n<p>Sekolah ini juga menggunakan metode diskusi dan debat\u2014melampaui model halaqah tradisional, dan memicu dukungan dari pemerintah kolonial hingga segmen masyarakat modernis.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>3. Mengorganisasi Guru dan Penyebaran Ide<\/strong><\/p>\n<p>Abdullah Ahmad mendirikan Persatuan Guru-Guru Agama Islam (PGAI) pada 1918, yang kemudian teregistrasi resmi pada 1920. Organisasi ini menyatukan ulama modernis dan tradisional untuk memperkuat kualitas pendidikan Islam. Melalui PGAI ini dibentuk Normal Islam, melahirkan tenaga guru, dan mendorong pembangunan sekolah dasar hingga menengah agama, termasuk pesantren modern seperti Sumatra Thawalib.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>4. Media dan Majalah Reformis<\/strong><\/p>\n<p>Beliau mendirikan majalah Al-Munir pada April 1911, menjadikannya media massa Islam pertama di Hindia Belanda, untuk menyebarkan pikiran modernis Islam. Majalah ini diikuti majalah Al-Akhbar (1913) dan keberlanjutan melalui Al-Islam Surabaya. Media ini digunakan untuk mengadvokasi kemajuan umat dan menegaskan pentingnya literasi agama sebagai bagian dari kebangkitan nasional.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>5. Pengakuan Internasional: Gelar Doktor Kehormatan<\/strong><\/p>\n<p>Pada Kongres Ulama Islam di Kairo tahun 1926, beliau bersama Abdul Karim Amrullah mendapat gelar doktor hono\u00adris causa dari Universitas Al-Azhar atas dedikasi dalam pendidikan agama Islam. Gelar ini menempatkannya sebagai tokoh pembaruan Islam pertama di Indonesia yang mendapat pengakuan global.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-6301 aligncenter\" src=\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pgai-yasmir-61a5ffa462a70475e230ad82-300x135.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"135\" srcset=\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pgai-yasmir-61a5ffa462a70475e230ad82-300x135.jpg 300w, https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pgai-yasmir-61a5ffa462a70475e230ad82.jpg 671w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><strong>6. Kontribusi terhadap Semangat Kemerdekaan<\/strong><\/p>\n<p>Meskipun tidak aktif dalam politik, Abdullah Ahmad membangun fondasi intelektual dan moral yang mendukung tumbuhnya para pemimpin nasionalis. Sistem pendidikan dan media berpikiran progresifnya telah mencetak ulama modern dan aktivis yang pada masa Revolusi dan periode kemerdekaan jadi agen perubahan. Kesadaran kritik terhadap kolonialisme tumbuh di lingkungan pendidikannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>7. Akhir Hidup dan Warisan Abadi<\/strong><\/p>\n<p>Dr. Abdullah Ahmad wafat November 1933 di Padang dalam usia 55 tahun. Ia dikenang lewat jalan bernama Adabiyah di Padang, serta fondasi pendidikan dan organisasi guru Islam yang masih ada hingga kini. Warisannya aktif sebagai pilar dalam modernisasi pendidikan Islam dan pemberdayaan kader agama yang berwawasan kebangsaan.<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p>Dr. H. C. H. Hadji Abdullah Ahmad mengajarkan bahwa pembebasan bangsa bukan hanya dengan senjata, tetapi juga melalui pena, kurikulum, dan nilai moral. Perannya sebagai pendidik, penulis, dan penggagas organisasi merupakan bentuk perlawanan intelektual terhadap penjajahan. Lewat cara itu, ia melahirkan generasi pemimpin yang progresif dan berpihak pada kemerdekaan.<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p>\u270d\ufe0f Pendapat Pribadi<\/p>\n<p>Bagi saya, Dr. Hadji Abdullah Ahmad adalah sosok teladan bagaimana pendidikan transformatif dapat menjadi wahana perlawanan terhadap penjajahan dan kemandulan intelektual. Ia tidak sekadar membentuk lembaga, tetapi membangun mental kritis dan spirit kebangsaan melalui integrasi agama dan ilmu modern. Prinsipnya bahwa pemimpin bangsa lahir dari guru dan kertas, bukan dari panggung demagogi, tetap relevan di tengah tantangan zaman sekarang.<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p>\ud83d\udcda Daftar Sumber Referensi<\/p>\n<p>1. Suluah.com \u2013 Abdullah Ahmad, Ulama Reformis di Bidang Dakwah dan Pendidikan<\/p>\n<p>2. Sumbarsatu.com \u2013 Abdullah Ahmad, Pendiri Perguruan Adabiyah dan Pelopor Pendidikan Madrasah<\/p>\n<p>3. Langgam.id \u2013 Syekh Abdullah Ahmad: Pendiri Adabiyah dan PGAI<\/p>\n<p>4. Sindonews.com \u2013 Abdullah Ahmad dan Modernisasi Islam di Minangkabau<\/p>\n<p>5. SuaraMuhammadiyah.id \u2013 Haji Abdullah Ahmad dan Gagasan Full Day School<\/p>\n<p>6. Ensiklopediaislam.id \u2013 Abdullah Ahmad<\/p>\n<p>7. En.Wikipedia.org \u2013 *Abdullah Ahmad (cleric)*<\/p>\n<p>8. Kompasiana.com \u2013 Dr. Abdullah Ahmad, Pelopor Pendidikan Islam Modern<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>AKTAMEDIA.COM, Pekanbaru &#8211; 9 Juli 2025 \u2013 Di tengah arus nasionalisme yang bergelora di awal abad ke-20, tokoh-tokoh pendidikan menjadi penentu arah kebangkitan rakyat. Dr. H. C. H. Hadji Abdullah Ahmad tampil sebagai salah satu pionir terpenting. Lahir di Padang Panjang pada 1878 dan dikenal sebagai ulama reformis, ia menginisiasi Adabiyah School pada 1909, mendirikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":71,"featured_media":6302,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"enabled":false},"version":2}},"categories":[5,28],"tags":[2021,2023,2022],"class_list":["post-6299","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-profil","tag-dr-h-c-abdullah-ahmad","tag-reformis-pendidikan","tag-tokoh-pendidikan-nasional"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Dr. H. C.H. Hadji Abdullah Ahmad : Pionir Pendidikan Islam Modern dan Pembumi Semangat Kebangsaan - www.aktamedia.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/abdullah-ahmad-reformis-pendidikan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dr. H. C.H. Hadji Abdullah Ahmad : Pionir Pendidikan Islam Modern dan Pembumi Semangat Kebangsaan - www.aktamedia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"AKTAMEDIA.COM, Pekanbaru &#8211; 9 Juli 2025 \u2013 Di tengah arus nasionalisme yang bergelora di awal abad ke-20, tokoh-tokoh pendidikan menjadi penentu\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/abdullah-ahmad-reformis-pendidikan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"www.aktamedia.com\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/share\/1GdzAozXqu\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-09T02:05:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-09T08:03:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752026442935.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Aditya Baso\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Aditya Baso\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/abdullah-ahmad-reformis-pendidikan\/\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/abdullah-ahmad-reformis-pendidikan\/\",\"name\":\"Dr. H. C.H. Hadji Abdullah Ahmad : Pionir Pendidikan Islam Modern dan Pembumi Semangat Kebangsaan - www.aktamedia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/abdullah-ahmad-reformis-pendidikan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/abdullah-ahmad-reformis-pendidikan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752026442935.jpg\",\"datePublished\":\"2025-07-09T02:05:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-09T08:03:37+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/f17bcd0dbabe436a9576f550cb4f491b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/abdullah-ahmad-reformis-pendidikan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/abdullah-ahmad-reformis-pendidikan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/abdullah-ahmad-reformis-pendidikan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752026442935.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752026442935.jpg\",\"width\":1080,\"height\":720},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/abdullah-ahmad-reformis-pendidikan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/aktamedia.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dr. H. C.H. Hadji Abdullah Ahmad : Pionir Pendidikan Islam Modern dan Pembumi Semangat Kebangsaan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/\",\"name\":\"www.aktamedia.com\",\"description\":\"News &amp; Journal Reference\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/aktamedia.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/f17bcd0dbabe436a9576f550cb4f491b\",\"name\":\"Aditya Baso\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/17506700045522826712049658479495_uwp_avatar_thumb.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/17506700045522826712049658479495_uwp_avatar_thumb.jpg\",\"caption\":\"Aditya Baso\"},\"description\":\"Newbie\",\"sameAs\":[\"http:\/\/aktamedia.com\",\"https:\/\/www.facebook.com\/share\/1GdzAozXqu\/\"],\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/profile\/aditya\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dr. H. C.H. Hadji Abdullah Ahmad : Pionir Pendidikan Islam Modern dan Pembumi Semangat Kebangsaan - www.aktamedia.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/abdullah-ahmad-reformis-pendidikan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dr. H. C.H. Hadji Abdullah Ahmad : Pionir Pendidikan Islam Modern dan Pembumi Semangat Kebangsaan - www.aktamedia.com","og_description":"AKTAMEDIA.COM, Pekanbaru &#8211; 9 Juli 2025 \u2013 Di tengah arus nasionalisme yang bergelora di awal abad ke-20, tokoh-tokoh pendidikan menjadi penentu","og_url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/abdullah-ahmad-reformis-pendidikan\/","og_site_name":"www.aktamedia.com","article_author":"https:\/\/www.facebook.com\/share\/1GdzAozXqu\/","article_published_time":"2025-07-09T02:05:00+00:00","article_modified_time":"2025-07-09T08:03:37+00:00","og_image":[{"width":1080,"height":720,"url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752026442935.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Aditya Baso","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Aditya Baso","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/abdullah-ahmad-reformis-pendidikan\/","url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/abdullah-ahmad-reformis-pendidikan\/","name":"Dr. H. C.H. Hadji Abdullah Ahmad : Pionir Pendidikan Islam Modern dan Pembumi Semangat Kebangsaan - www.aktamedia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/abdullah-ahmad-reformis-pendidikan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/abdullah-ahmad-reformis-pendidikan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752026442935.jpg","datePublished":"2025-07-09T02:05:00+00:00","dateModified":"2025-07-09T08:03:37+00:00","author":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/f17bcd0dbabe436a9576f550cb4f491b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/abdullah-ahmad-reformis-pendidikan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/abdullah-ahmad-reformis-pendidikan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/abdullah-ahmad-reformis-pendidikan\/#primaryimage","url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752026442935.jpg","contentUrl":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752026442935.jpg","width":1080,"height":720},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/abdullah-ahmad-reformis-pendidikan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/aktamedia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dr. H. C.H. Hadji Abdullah Ahmad : Pionir Pendidikan Islam Modern dan Pembumi Semangat Kebangsaan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#website","url":"https:\/\/aktamedia.com\/","name":"www.aktamedia.com","description":"News &amp; Journal Reference","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/aktamedia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/f17bcd0dbabe436a9576f550cb4f491b","name":"Aditya Baso","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/17506700045522826712049658479495_uwp_avatar_thumb.jpg","contentUrl":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/17506700045522826712049658479495_uwp_avatar_thumb.jpg","caption":"Aditya Baso"},"description":"Newbie","sameAs":["http:\/\/aktamedia.com","https:\/\/www.facebook.com\/share\/1GdzAozXqu\/"],"url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/profile\/aditya\/"}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/1752026442935.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6299","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/71"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6299"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6299\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6319,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6299\/revisions\/6319"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6302"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6299"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6299"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6299"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}