{"id":6100,"date":"2025-07-07T01:59:44","date_gmt":"2025-07-07T01:59:44","guid":{"rendered":"https:\/\/aktamedia.com\/?p=6100"},"modified":"2025-07-07T01:59:44","modified_gmt":"2025-07-07T01:59:44","slug":"haji-miskin-si-revolusioner","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/07\/haji-miskin-si-revolusioner\/","title":{"rendered":"HAJI MISKIN: Si Pemurni Agama dari Pandai Sikek dan Perlintahan Padri"},"content":{"rendered":"<p>AKTAMEDIA.COM, Pekanbaru &#8211; 7 Juli 2025 \u2014 Di tengah gemuruh perlawanan terhadap kolonialisme yang berlangsung sejak awal abad ke-19, muncul figur-figur berwibawa yang membawa semangat reformasi sosial dan keagamaan. Salah satu di antaranya adalah <strong>Haji\u202fMiskin<\/strong>, seorang ulama Minangkabau yang pulang dari Mekkah dengan maksud memurnikan praktik keagamaan yang kemudian menjadi motor lahirnya Gerakan Padri. Melalui ide radikalnya yang mengacu kepada ajaran Wahhabi, ia menyalakan semangat kebangkitan spiritual sekaligus membuka jalan bagi perlawanan terhadap Belanda.<\/p>\n<p>Haji Miskin berperan tidak hanya sebagai guru spiritual, tetapi juga sebagai pembaharu sosial, pelopor gerakan pendidikan, dan pelita awal pemberontakan rakyat Minangkabau. Siapa ia, apa gagasan-gagasannya, dan bagaimana sepak terjangnya dalam menggerakkan perubahan yang membentuk jejak sejarah nasional?<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p>1. Kepulangan dari Mekkah dan Ideologi Wahhabi<\/p>\n<p>Menurut sejarah, Haji\u202fMiskin lahir sekitar tahun 1778 di Pandai Sikek, Luhak Agam, Sumatera Barat. Ia menuntut ilmu di Mekkah dan Al\u2011Azhar, Kairo, yang membuatnya terserap oleh pemikiran Wahhabisme\u2014aliran pemurnian Islam yang menentang bid\u02bfah, syirik, dan praktik keagamaan yang dianggap menyimpang .<\/p>\n<p>Sepulang dari Tanah Suci sekitar tahun 1803, Haji\u202fMiskin tergugah melihat praktik keagamaan masyarakat Minang yang dipenuhi perjudian, minuman keras, dan penyembahan berhala lokal. Bersama dua ulama\u2014Haji\u202fPiobang dan Haji\u202fSumanik\u2014ia membentuk kelompok yang dikenal sebagai &#8220;<strong>Tiga Orang Haji<\/strong>&#8220;, pelopor transformasi sosial yang intensif dan radikal .<\/p>\n<hr \/>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-6102 aligncenter\" src=\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/61a794_5ef43cbd836e4c74b03a97ea7dd85330mv2-300x180.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"180\" srcset=\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/61a794_5ef43cbd836e4c74b03a97ea7dd85330mv2-300x180.jpg 300w, https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/61a794_5ef43cbd836e4c74b03a97ea7dd85330mv2-768x460.jpg 768w, https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/61a794_5ef43cbd836e4c74b03a97ea7dd85330mv2.jpg 824w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>2. Awal Gerakan dan Konflik dengan Kaum Adat<\/p>\n<p>Dalam upayanya memperbarui masyarakat, Haji\u202fMiskin kerap berkhotbah di kampung halamannya, dan kemudian membentuk struktur dakwah yang sistematis bersama Tuanku Nan Renceh\u2014yang dikenal sebagai komunitas Harimau Nan Salapan, delapan tokoh ulama penggerak reformasi agama .<\/p>\n<p>Metode yang dipilihnya tidak hanya retorika, namun juga tindakan nyata seperti pembakaran balai adat dan tempat perjudian, semata-mata sebagai simbol penolakan praktik bid\u02bfah. Aksi ini membuatnya diprotes keras dan terusir dari Pandai Sikek, hingga akhirnya ia menetap di Kamang dan kota-kota lainnya di Agam .<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p>3. Transisi Gerakan Agama ke Perlawanan Politik<\/p>\n<p>Konflik antara kaum Padri\u2014yang dipandang sebagai kaum puritan\u2014dengan kaum Adat yang mempertahankan budaya lokal, memuncak dalam peperangan berskala besar yang dikenal sebagai **Perang Padri (1803\u20131838)** .<\/p>\n<p>Awalnya, pertarungan ini bersifat internal. Namun setelah kaum Adat bersekutu dengan Belanda pada 1821, konflik berubah menjadi perang nasional melawan penjajah. Perjuangan Haji Miskin dan sohibnya memberikan fondasi ideologis dan struktural bagi kelompok Padri, yang kelak dipimpin sang murid, Tuanku Imam Bonjol .<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p>4. Peran Militer dan hubungan dengan Turki-Utsmani<\/p>\n<p>Beberapa literatur mengungkapkan bahwa Haji\u202fMiskin dan dua ulama lainnya sempat bergabung dengan tentara Turki-Utsmani, bahkan terlibat dalam perang lawan Napoleon di Mesir \u03b3\u03cdta 1798. Ia disebut menjadi ahli tempur berkuda atau &#8220;hermit&#8221; dalam pasukan Ottoman, sebelum kembali ke Minangkabau membawa pengalaman militer.<\/p>\n<p>Meskipun klaim ini kontroversial\u2014disebut kurang didukung catatan formal\u2014hal ini menunjukkan betapa kompleks dan monumental langkah yang dilakukan Haji\u202fMiskin: dari akademik ke militer, dari spiritual ke politik.<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p>5. Warisan dan Penghargaan<\/p>\n<p>Haji\u202fMiskin wafat sekitar 1811 (menurut satu sumber) atau sebelum puncak Perang Padri, dan dimakamkan di kawasan Agam, Pandai Sikek .<\/p>\n<p>Meskipun belum ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, namanya tetap hidup melalui pesantren, bank syariah, dan budaya lokal. Buku karya Christine Dobbin menyebut:<\/p>\n<p>&gt; \u201cHaji Miskin\u2026 pembela Islam dan penentang Belanda\u2026 ulama puritan yang tegas pendirian\u2014patut menjadi panutan\u201d .<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p>Haji\u202fMiskin adalah contoh awal tokoh yang menjembatani agama, perjuangan, dan politik. Ia memulai perubahan spiritual yang kemudian mengalir ke pola perjuangan nasional. Kebijakan ekstremnya terhadap budaya lokal\u2014walau kontroversial\u2014dianggap alas legitimasi moral untuk melawan segala bentuk penindasan, termasuk oleh penjajah Belanda.<\/p>\n<p>Meski hidupnya singkat dan langkahnya kontroversial, semangat revolusioner Haji\u202fMiskin telah menyala sebagai api awal Perang Padri\u2014refleksi dari kesatuan ideal antara iman dan tindakan, yang kemudian mewarnai perjuangan kemerdekaan Indonesia.<\/p>\n<p>Hadir di ranah spiritual dan militansi, Haji\u202fMiskin menegaskan bahwa reformasi agama dan resistensi politik bisa berjalan seiring. Generasi masa kini dapat melihatnya sebagai cermin konsekuensi nilai moral dalam politik, serta pentingnya membangun kemerdekaan dengan landasan intelektual dan spiritual.<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p>\ud83d\udcda Sumber Referensi<\/p>\n<p>1. Wikipedia Indonesia \u2013 Haji Miskin, Tiga Orang Haji, Haji Sumanik<\/p>\n<p>2. Banuaminang \u2013 Sejarah Singkat Haji Miskin<\/p>\n<p>3. Langgam.id \u2013 Gerakan Padri dan Peranan Tiga Haji<\/p>\n<p>4. Kompas.com \u2013 Sejarah Perang Padri<\/p>\n<p>5. Tirto.id \u2013 Imajinasi Atas Makkah yang Memantik Perang Padri<\/p>\n<p>6. Deddy Arsya \u2013 Api di Tangan Haji Miskin<\/p>\n<p>7. Wikipedia English \u2013 Padri Wars<\/p>\n<p>8. Sumber lokal \u2013 KiprahKita; Minangel \u2013 Tentara Minangeli Mengalahkan Napoleon<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>AKTAMEDIA.COM, Pekanbaru &#8211; 7 Juli 2025 \u2014 Di tengah gemuruh perlawanan terhadap kolonialisme yang berlangsung sejak awal abad ke-19, muncul figur-figur berwibawa yang membawa semangat reformasi sosial dan keagamaan. Salah satu di antaranya adalah Haji\u202fMiskin, seorang ulama Minangkabau yang pulang dari Mekkah dengan maksud memurnikan praktik keagamaan yang kemudian menjadi motor lahirnya Gerakan Padri. Melalui [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":71,"featured_media":6101,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"enabled":false},"version":2}},"categories":[28],"tags":[1959,1925,1960],"class_list":["post-6100","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profil","tag-haji-miskin","tag-pejuang-ulama","tag-tiga-orang-haji"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>HAJI MISKIN: Si Pemurni Agama dari Pandai Sikek dan Perlintahan Padri - www.aktamedia.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/07\/haji-miskin-si-revolusioner\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"HAJI MISKIN: Si Pemurni Agama dari Pandai Sikek dan Perlintahan Padri - www.aktamedia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"AKTAMEDIA.COM, Pekanbaru &#8211; 7 Juli 2025 \u2014 Di tengah gemuruh perlawanan terhadap kolonialisme yang berlangsung sejak awal abad ke-19, muncul fig\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/07\/haji-miskin-si-revolusioner\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"www.aktamedia.com\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/share\/1GdzAozXqu\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-07T01:59:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/28img20220531wa0009.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"550\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Aditya Baso\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Aditya Baso\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/07\/haji-miskin-si-revolusioner\/\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/07\/haji-miskin-si-revolusioner\/\",\"name\":\"HAJI MISKIN: Si Pemurni Agama dari Pandai Sikek dan Perlintahan Padri - www.aktamedia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/07\/haji-miskin-si-revolusioner\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/07\/haji-miskin-si-revolusioner\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/28img20220531wa0009.jpg\",\"datePublished\":\"2025-07-07T01:59:44+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/f17bcd0dbabe436a9576f550cb4f491b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/07\/haji-miskin-si-revolusioner\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/07\/haji-miskin-si-revolusioner\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/07\/haji-miskin-si-revolusioner\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/28img20220531wa0009.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/28img20220531wa0009.jpg\",\"width\":700,\"height\":550},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/07\/haji-miskin-si-revolusioner\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/aktamedia.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"HAJI MISKIN: Si Pemurni Agama dari Pandai Sikek dan Perlintahan Padri\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/\",\"name\":\"www.aktamedia.com\",\"description\":\"News &amp; Journal Reference\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/aktamedia.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/f17bcd0dbabe436a9576f550cb4f491b\",\"name\":\"Aditya Baso\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/17506700045522826712049658479495_uwp_avatar_thumb.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/17506700045522826712049658479495_uwp_avatar_thumb.jpg\",\"caption\":\"Aditya Baso\"},\"description\":\"Newbie\",\"sameAs\":[\"http:\/\/aktamedia.com\",\"https:\/\/www.facebook.com\/share\/1GdzAozXqu\/\"],\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/profile\/aditya\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"HAJI MISKIN: Si Pemurni Agama dari Pandai Sikek dan Perlintahan Padri - www.aktamedia.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/07\/haji-miskin-si-revolusioner\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"HAJI MISKIN: Si Pemurni Agama dari Pandai Sikek dan Perlintahan Padri - www.aktamedia.com","og_description":"AKTAMEDIA.COM, Pekanbaru &#8211; 7 Juli 2025 \u2014 Di tengah gemuruh perlawanan terhadap kolonialisme yang berlangsung sejak awal abad ke-19, muncul fig","og_url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/07\/haji-miskin-si-revolusioner\/","og_site_name":"www.aktamedia.com","article_author":"https:\/\/www.facebook.com\/share\/1GdzAozXqu\/","article_published_time":"2025-07-07T01:59:44+00:00","og_image":[{"width":700,"height":550,"url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/28img20220531wa0009.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Aditya Baso","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Aditya Baso","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/07\/haji-miskin-si-revolusioner\/","url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/07\/haji-miskin-si-revolusioner\/","name":"HAJI MISKIN: Si Pemurni Agama dari Pandai Sikek dan Perlintahan Padri - www.aktamedia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/07\/haji-miskin-si-revolusioner\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/07\/haji-miskin-si-revolusioner\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/28img20220531wa0009.jpg","datePublished":"2025-07-07T01:59:44+00:00","author":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/f17bcd0dbabe436a9576f550cb4f491b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/07\/haji-miskin-si-revolusioner\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/07\/haji-miskin-si-revolusioner\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/07\/haji-miskin-si-revolusioner\/#primaryimage","url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/28img20220531wa0009.jpg","contentUrl":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/28img20220531wa0009.jpg","width":700,"height":550},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/07\/07\/haji-miskin-si-revolusioner\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/aktamedia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"HAJI MISKIN: Si Pemurni Agama dari Pandai Sikek dan Perlintahan Padri"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#website","url":"https:\/\/aktamedia.com\/","name":"www.aktamedia.com","description":"News &amp; Journal Reference","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/aktamedia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/f17bcd0dbabe436a9576f550cb4f491b","name":"Aditya Baso","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/17506700045522826712049658479495_uwp_avatar_thumb.jpg","contentUrl":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/17506700045522826712049658479495_uwp_avatar_thumb.jpg","caption":"Aditya Baso"},"description":"Newbie","sameAs":["http:\/\/aktamedia.com","https:\/\/www.facebook.com\/share\/1GdzAozXqu\/"],"url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/profile\/aditya\/"}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/28img20220531wa0009.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6100","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/71"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6100"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6100\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6103,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6100\/revisions\/6103"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6101"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6100"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6100"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6100"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}