{"id":509,"date":"2025-04-03T13:50:49","date_gmt":"2025-04-03T13:50:49","guid":{"rendered":"https:\/\/aktamedia.com\/?p=509"},"modified":"2025-04-03T14:04:32","modified_gmt":"2025-04-03T14:04:32","slug":"3-april-1950-hari-nkri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/04\/03\/3-april-1950-hari-nkri\/","title":{"rendered":"3 April 1950: Hari NKRI"},"content":{"rendered":"<p>AKTAINDONESIA.COM &#8211; Hari ini, 3 April, 75 tahun lalu, M. Natsir, Ketua Fraksi Masyumi, menyampaikan pidato penomenal: \u201cMOSI INTEGRAL.\u201d M. Natsir melalui pidato tersebut, menghimbau anggota parlemen agar mau berubah dari RIS ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).<\/p>\n<p>M. Natsir, sebelumnya, menghubungi para raja dan kepala-kepala negara bagian agar mau bergabung dalam NKRI.<\/p>\n<p>Alasan Pembentukan NKRI<\/p>\n<p>\u201cMengapa Abah menolak masuk dalam kabinet Hatta,\u201d tanyaku ketika pertemuan rutin \u201cNasi Bungkus\u201d baru dimulai. \u201cNasi Bungkus\u201d adalah nama forum diskusi, transfer pengalaman, dan penggodokan gagasan tokoh-tokoh Masyumi, sejak 1981 \u2013 1984.<\/p>\n<p>\u201cSaudara Abdullah, Indonesia itu negara berdaulat, sejak diproklamasikan kemerdekaannya, 17 Agustus 1945.\u201d Abah Natsir memulai penjelasannya.<\/p>\n<p>\u201cPertama,\u201d kata beliau, \u201cmengapa harus ada negara Indonesia &#8211; Belanda yang dipimpin Ratu Welhelmina.?\u201d<\/p>\n<p>Kuperhatikan ekspresi pak Roem yang duduk di samping pak Syafruddin Perwiranegara. Sebab, pak Roem adalah salah seorang delegasi Indonesia yang hadir dalam Konperensi Meja Bundar (KMB), Denhaag, Belanda (1949). Pak Roem, hanya mengangguk pelan, ketika mendengar jawaban Abah Natsir.<\/p>\n<p>Irian Barat dan Kesultanan Ternate<\/p>\n<p>Abah Natsir menjelaskan alasan kedua, mengapa beliau menolak masuk dalam kabinet Hatta. Sebab, kabinet Hatta adalah pemerintahan Republik Indonesia dalam Negara Indonesia Serikat (RIS), hasil KMB. Republik Indonesia adalah salah satu dari 16 negara bagian, hasil KMB tersebut.<\/p>\n<div id=\"attachment_515\" style=\"width: 310px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-515\" class=\"wp-image-515 size-medium\" src=\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/3e8b0d1626e44980995999ad9ff77d9fc2a35e562fd26bf97483c6f37225ca81.0-300x201.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"201\" srcset=\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/3e8b0d1626e44980995999ad9ff77d9fc2a35e562fd26bf97483c6f37225ca81.0-300x201.jpg 300w, https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/3e8b0d1626e44980995999ad9ff77d9fc2a35e562fd26bf97483c6f37225ca81.0-1024x686.jpg 1024w, https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/3e8b0d1626e44980995999ad9ff77d9fc2a35e562fd26bf97483c6f37225ca81.0-768x514.jpg 768w, https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/3e8b0d1626e44980995999ad9ff77d9fc2a35e562fd26bf97483c6f37225ca81.0.jpg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><p id=\"caption-attachment-515\" class=\"wp-caption-text\">M.Natsir<\/p><\/div>\n<p>\u201cSaudara harus ingat, Irian Barat itu, salah satu wilayah kekuasaan dari Kesultanan Ternate. Bagaimana Belanda tidak menyerahkannya bersama wilayah Indonesia lainnya, tapi harus dilakukan jajak pendapat khusus di provinsi tersebut.?\u201d<\/p>\n<p>Sebagai Putera Maluku di mana ibuku, kelahiran Ternate, mengerti masalah ini. Sebab, ibu kota Irian Barat waktu itu di Soasiu, Halmahera. Wajar jika Abah Natsir menolak putusan KMB tersebut, khususnya mengenai status Irian Barat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>M. Natsir, PM NKRI<\/p>\n<p>Mosi Integral M. Natsir, 3 April 1950 tersebut diterima secara aklamasi oleh parlemen: Indonesia menjadi NKRI. Bukan lagi RIS.<\/p>\n<p>Presiden Soekarno, dalam pidato 17 Agustus 1950 secara resmi mengumumkan Indonesia menjadi NKRI. Rosihan Anwar, wartawan senior masa itu, di istana negara menanyakan, \u201cSiapakah calon Perdana Menteri NKRI.? Apakah Natsir.?\u201d<\/p>\n<p>\u201cSiapakah lagi kalau bukan Natsir,\u201d jawab presiden Soekarno dengan tegas. Indonesia sejak itu masuk dalam babak baru, 3 April 1950 sebagai NKRI.<\/p>\n<p>Prabowo, sebagai presiden Indonesia hari ini, jika mau membuat sejarah, menerbitkan ketetapan, 3 April 1950 sebagai Hari NKRI. Apalagi, ayah beliau, Soemitro juga salah seorang Menteri dalam Kabinet Natsir. Bahkan, atas rekomendasi abah Natsir, Prabowo mendapat jatah sekian ribu barel minyak setiap hari dari Arab Saudi ketika Prabowo \u201cmengungsi\u201d di Jordan.<\/p>\n<p>Mencintai Indonesia sampai MeninggaL<\/p>\n<p>Tiga aktivis mahasiswa Yogyakarta, tahun 1983, beraudiensi dengan abah Natsir di Kantor DDII. Abah Natsir, seperti lazimnya, jika ada tamu mahasiswa, pemuda, atau pelajar, saya diminta untuk mendampinginya.<\/p>\n<p>Jubir mahasiswa Yogyakarta tersebut, almarhum Fichiruddin mengajukan gagasan yang super dahsyat. Beliau minta agar abah Natsir mengeluarkan maklumat perang ke Soeharto. Saya terperanjat mendengar permintaan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cBerapa divisi di belakang saudara,?\u201d tanya abah Natsir, mengagetkan, tidak saja diriku, tapi juga para mahasiswa tersebut. Mereka terdiam.<\/p>\n<p>\u201cSaya dulu di Sumatera, berapa divisi di belakang kami. Namun, apa yang terjadi sesudah itu,\u201d abah Natsir menarik nafas. \u201cSaya waktu jadi pelajar di Bandung dulu, sendirian datang ke kafe-kafe, melemparinya dengan botol,\u201d tandasnya. Masyaa Allah, saya terperangah.<\/p>\n<p>Saya membatin: \u201cDulu ketika kuliah di Makassar, juga ikut menggeruduk night-night club, tapi berombongan. Ini abah Natsir, sendirian.\u201d<\/p>\n<p>Ketiga mahasiswa tersebut sadar, mereka tidak bisa mendikte abah Natsir, lalu mengajukan permintaan terakhir. Mereka mengajak abah Natsir agar ikut hijrah bersama mereka ke Malaysia.<\/p>\n<p>\u201cTidak. Saya sudah tua. Biar saya meninggal di Indonesia saja.\u201d Masyaa Allah !!!. Cintanya ke tanah air mengalahkan keegoan lainnya.<\/p>\n<p>NKRI Harga Hidup<\/p>\n<p>Awal tahun 1984, saya memoderatori suatu diskusi terbatas yang diikuti para sarjana Keluarga Besar Bulan Bintang (Pertemuan ini menjadi cikap bakal terbentuknya ICMI). Narasumber Tunggal dalam diskusi yang berlangsung di kantor LIPPM tersebut adalah abah Natsir.<\/p>\n<p>Beliau menggagas pentingnya keterlibatan para sarjana Keluarga Besar Bulan Bintang dalam memajukan umat dan bangsa Indonesia. Diskusi menghangat.<\/p>\n<p>Saya sebagai moderator lalu mengusulkan satu gagasan yang sedikit \u201cnakal.\u201d Kuusulkan agar kita membentuk negara federasi selama beberapa tahun terlebih dahulu baru kembali lagi ke NKRI. Maksudku, bisa berlaku syariat Islam di Aceh, Sumbar, Banten, Jabar, Jatim, Kalsel, NTB, Sulsel, dan Maluku Utara. Dampak positifnya, provinsi-provinsi tetangga akan meneladani hal tersebut. Jika sudah dalam keadaan seperti itu, negara boleh kembali lagi ke bentuk NKRI.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kulirik wajah abah Natsir yang duduk di sampingku. Saya kaget. Sebab, wajah beliau merah, cemberut. Saya secepat kilat meralat ide \u201cgila\u201d saya tadi.<\/p>\n<p>Ternyata, cintanya abah Natsir terhadap NKRI, bukan hanya politik praktis, tetapi juga ideologis. Semoga beliau dan tokoh-tokoh Masyumi lainnya, tenang di alam sana dalam maghfirah dan kasih sayang Allah SWT. Aamiiyn Yaa Rabbal \u2018Alamiiyn !!! (Kuala Lumpur, 3 April 2025).<\/p>\n<p>Judul asli : TIGA APRIL 1950: HARI NKRI<\/p>\n<p>Oleh\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0: Abdullah Hehamahua<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>AKTAINDONESIA.COM &#8211; Hari ini, 3 April, 75 tahun lalu, M. Natsir, Ketua Fraksi Masyumi, menyampaikan pidato penomenal: \u201cMOSI INTEGRAL.\u201d M. Natsir melalui pidato tersebut, menghimbau anggota parlemen agar mau berubah dari RIS ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). M. Natsir, sebelumnya, menghubungi para raja dan kepala-kepala negara bagian agar mau bergabung dalam NKRI. Alasan Pembentukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":38,"featured_media":513,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"enabled":false},"version":2}},"categories":[29],"tags":[39,125,124,123,126],"class_list":["post-509","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-abdullah-hehamahua","tag-hari-nkri","tag-mosi-integral","tag-muhammad-natsir","tag-nkri"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>3 April 1950: Hari NKRI - www.aktamedia.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/04\/03\/3-april-1950-hari-nkri\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"3 April 1950: Hari NKRI - www.aktamedia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"AKTAINDONESIA.COM &#8211; Hari ini, 3 April, 75 tahun lalu, M. Natsir, Ketua Fraksi Masyumi, menyampaikan pidato penomenal: \u201cMOSI INTEGRAL.\u201d M. Na\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/04\/03\/3-april-1950-hari-nkri\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"www.aktamedia.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-03T13:50:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-03T14:04:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250403_205808.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Author Akta\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Author Akta\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/04\/03\/3-april-1950-hari-nkri\/\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/04\/03\/3-april-1950-hari-nkri\/\",\"name\":\"3 April 1950: Hari NKRI - www.aktamedia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/04\/03\/3-april-1950-hari-nkri\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/04\/03\/3-april-1950-hari-nkri\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250403_205808.jpg\",\"datePublished\":\"2025-04-03T13:50:49+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-03T14:04:32+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/869030aea94e42f5d8b168196c25fc4a\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/04\/03\/3-april-1950-hari-nkri\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/04\/03\/3-april-1950-hari-nkri\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/04\/03\/3-april-1950-hari-nkri\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250403_205808.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250403_205808.jpg\",\"width\":1560,\"height\":720},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/04\/03\/3-april-1950-hari-nkri\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/aktamedia.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"3 April 1950: Hari NKRI\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/\",\"name\":\"www.aktamedia.com\",\"description\":\"News &amp; Journal Reference\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/aktamedia.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/869030aea94e42f5d8b168196c25fc4a\",\"name\":\"Author Akta\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/992880eeb9162c9e226eedd33e7cecb3c78f2f9c32dd56c42d727d6460516d64?s=96&r=g&d=https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/plugins\/userswp\/assets\/images\/no_profile.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/992880eeb9162c9e226eedd33e7cecb3c78f2f9c32dd56c42d727d6460516d64?s=96&r=g&d=https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/plugins\/userswp\/assets\/images\/no_profile.png\",\"caption\":\"Author Akta\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/aktamedia.com\"],\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/profile\/admin-2\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"3 April 1950: Hari NKRI - www.aktamedia.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/04\/03\/3-april-1950-hari-nkri\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"3 April 1950: Hari NKRI - www.aktamedia.com","og_description":"AKTAINDONESIA.COM &#8211; Hari ini, 3 April, 75 tahun lalu, M. Natsir, Ketua Fraksi Masyumi, menyampaikan pidato penomenal: \u201cMOSI INTEGRAL.\u201d M. Na","og_url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/04\/03\/3-april-1950-hari-nkri\/","og_site_name":"www.aktamedia.com","article_published_time":"2025-04-03T13:50:49+00:00","article_modified_time":"2025-04-03T14:04:32+00:00","og_image":[{"width":1560,"height":720,"url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250403_205808.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Author Akta","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Author Akta","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/04\/03\/3-april-1950-hari-nkri\/","url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/04\/03\/3-april-1950-hari-nkri\/","name":"3 April 1950: Hari NKRI - www.aktamedia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/04\/03\/3-april-1950-hari-nkri\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/04\/03\/3-april-1950-hari-nkri\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250403_205808.jpg","datePublished":"2025-04-03T13:50:49+00:00","dateModified":"2025-04-03T14:04:32+00:00","author":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/869030aea94e42f5d8b168196c25fc4a"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/04\/03\/3-april-1950-hari-nkri\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/04\/03\/3-april-1950-hari-nkri\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/04\/03\/3-april-1950-hari-nkri\/#primaryimage","url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250403_205808.jpg","contentUrl":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250403_205808.jpg","width":1560,"height":720},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2025\/04\/03\/3-april-1950-hari-nkri\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/aktamedia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"3 April 1950: Hari NKRI"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#website","url":"https:\/\/aktamedia.com\/","name":"www.aktamedia.com","description":"News &amp; Journal Reference","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/aktamedia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/869030aea94e42f5d8b168196c25fc4a","name":"Author Akta","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/992880eeb9162c9e226eedd33e7cecb3c78f2f9c32dd56c42d727d6460516d64?s=96&r=g&d=https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/plugins\/userswp\/assets\/images\/no_profile.png","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/992880eeb9162c9e226eedd33e7cecb3c78f2f9c32dd56c42d727d6460516d64?s=96&r=g&d=https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/plugins\/userswp\/assets\/images\/no_profile.png","caption":"Author Akta"},"sameAs":["http:\/\/aktamedia.com"],"url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/profile\/admin-2\/"}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Screenshot_20250403_205808.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/509","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/38"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=509"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/509\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":516,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/509\/revisions\/516"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/513"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=509"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=509"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=509"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}