{"id":11133,"date":"2026-08-15T13:53:10","date_gmt":"2026-08-15T13:53:10","guid":{"rendered":"https:\/\/aktamedia.com\/?p=11133"},"modified":"2026-08-15T13:54:45","modified_gmt":"2026-08-15T13:54:45","slug":"geliat-dakwah-zaman-dulu-dan-sekarang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/08\/15\/geliat-dakwah-zaman-dulu-dan-sekarang\/","title":{"rendered":"Geliat Dakwah, Zaman Dulu dan Sekarang"},"content":{"rendered":"<p>ALTAMEDIA.COM &#8211; Dakwah merupakan kegiatan mengajak manusia kepada kebaikan dan kebenaran sesuai dengan ajaran Islam. Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya kehidupan masyarakat, cara menyampaikan dakwah juga mengalami perubahan. Dakwah pada zaman dahulu memiliki karakteristik yang berbeda dengan dakwah pada zaman sekarang, terutama dalam hal metode, media, sarana, serta tantangan yang dihadapi.<\/p>\n<p>Pada zaman dahulu, dakwah lebih banyak dilakukan secara langsung. Para dai atau pendakwah menyampaikan ceramah di masjid, surau, pasar, maupun di rumah-rumah warga. Pendekatan yang digunakan umumnya bersifat kekeluargaan dan mengutamakan hubungan kekerabatan. Para pendakwah juga berbaur dengan masyarakat dan memahami kehidupan mereka. Bahkan, budaya setempat dapat digunakan sebagai salah satu sarana untuk menyampaikan pesan dakwah.<\/p>\n<p>Kehidupan masyarakat pada zaman dahulu yang masih sederhana membuat hubungan antarmanusia cenderung lebih erat. Karena pendakwah hidup bersama dan dekat dengan masyarakat, pesan yang disampaikan dapat diterima secara perlahan tetapi lebih mendalam. Dakwah tidak hanya disampaikan melalui perkataan, tetapi juga melalui keteladanan dan perilaku sehari-hari. Meskipun akses komunikasi pada masa itu masih terbatas, kepercayaan masyarakat terhadap pendakwah dapat terbentuk dengan kuat karena adanya interaksi secara langsung.<\/p>\n<p>Media dakwah pada zaman dahulu juga masih sangat terbatas. Penyampaian dakwah dilakukan terutama melalui lisan dan tulisan. Kitab-kitab atau bahan bacaan keagamaan masih disalin secara manual sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyebarkannya. Oleh sebab itu, jangkauan dakwah tidak seluas seperti sekarang.<\/p>\n<p>Berbeda dengan zaman dahulu, dakwah pada zaman sekarang berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Media sosial menjadi salah satu sarana dakwah yang sangat efektif. Pesan dakwah dapat disampaikan melalui video, tulisan, gambar, maupun berbagai bentuk konten digital. Dengan adanya internet, sebuah pesan dakwah dapat tersebar dengan cepat dan menjangkau masyarakat di berbagai daerah bahkan di seluruh dunia. Jarak dan waktu tidak lagi menjadi hambatan utama dalam menyampaikan dakwah.<\/p>\n<p>Kemajuan teknologi memberikan banyak keuntungan bagi perkembangan dakwah. Masyarakat dapat mengakses kajian dan informasi keagamaan kapan saja dan di mana saja. Para pendakwah juga memiliki kesempatan untuk menyampaikan ilmu kepada lebih banyak orang tanpa harus bertemu secara langsung. Hal ini membuat dakwah menjadi lebih luas dan mudah diakses oleh berbagai kalangan.<\/p>\n<p>Namun, dakwah di era digital juga memiliki tantangan. Banyaknya informasi yang beredar di media sosial membuat masyarakat harus lebih berhati-hati dalam memilih sumber informasi keagamaan. Tidak semua informasi yang tersebar memiliki kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, masuknya budaya asing dan perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin individualis juga menjadi tantangan tersendiri bagi dakwah.<\/p>\n<p>Perbedaan pandangan di media sosial juga dapat dengan mudah menimbulkan perdebatan bahkan perpecahan. Masyarakat cenderung lebih cepat menerima dan menyebarkan informasi, baik informasi yang benar maupun yang belum jelas kebenarannya. Oleh karena itu, dakwah pada zaman sekarang membutuhkan kemampuan untuk menyampaikan pesan secara bijaksana, santun, dan bertanggung jawab.<\/p>\n<p>Tantangan lainnya adalah munculnya kecenderungan sebagian orang menjadikan dakwah sebagai sarana untuk mendapatkan popularitas atau keuntungan. Padahal, dakwah seharusnya dilakukan dengan keikhlasan dan niat untuk mengajak manusia kepada kebaikan. Kemajuan teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk memperluas manfaat dakwah, bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi.<\/p>\n<p>Pada dasarnya, dakwah zaman dahulu dan zaman sekarang memiliki tujuan yang sama, yaitu mengajak manusia kepada kebaikan dan kebenaran sesuai dengan ajaran Islam. Perbedaannya terletak pada cara, media, sarana, serta tantangan yang dihadapi. Dakwah zaman dahulu mengajarkan pentingnya kesabaran, keteladanan, keadilan, dan hubungan antarmanusia yang erat. Sementara itu, dakwah zaman sekarang menuntut kita untuk lebih cerdas dalam menggunakan teknologi dan menyaring informasi.<\/p>\n<p>Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak, dakwah dapat menjangkau lebih banyak orang tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam. Keikhlasan, keteladanan, kesabaran, dan hubungan baik dengan sesama tetap harus menjadi dasar dalam setiap kegiatan dakwah. Dengan demikian, dakwah dapat terus berkembang mengikuti zaman sekaligus tetap mempertahankan nilai-nilai yang menjadi tujuan utamanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Oleh ; Raudhatul Jannah\/ Mahasantri ADI Riau 2025-2026<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ALTAMEDIA.COM &#8211; Dakwah merupakan kegiatan mengajak manusia kepada kebaikan dan kebenaran sesuai dengan ajaran Islam. Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya kehidupan masyarakat, cara menyampaikan dakwah juga mengalami perubahan. Dakwah pada zaman dahulu memiliki karakteristik yang berbeda dengan dakwah pada zaman sekarang, terutama dalam hal metode, media, sarana, serta tantangan yang dihadapi. Pada zaman dahulu, dakwah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":80,"featured_media":11135,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"enabled":false},"version":2}},"categories":[1026],"tags":[2735,2152],"class_list":["post-11133","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-literasi-dakwah","tag-akademi-dakwah-indonesia-adi","tag-dakwah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Geliat Dakwah, Zaman Dulu dan Sekarang - www.aktamedia.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/08\/15\/geliat-dakwah-zaman-dulu-dan-sekarang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Geliat Dakwah, Zaman Dulu dan Sekarang - www.aktamedia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ALTAMEDIA.COM &#8211; Dakwah merupakan kegiatan mengajak manusia kepada kebaikan dan kebenaran sesuai dengan ajaran Islam. Seiring berjalannya waktu d\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/08\/15\/geliat-dakwah-zaman-dulu-dan-sekarang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"www.aktamedia.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-15T13:53:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-15T13:54:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/85F82010-6654-4DD4-9FC8-07A9CBF6C714-1024x683.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"683\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nane M Nilam\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nane M Nilam\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/08\/15\/geliat-dakwah-zaman-dulu-dan-sekarang\/\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/08\/15\/geliat-dakwah-zaman-dulu-dan-sekarang\/\",\"name\":\"Geliat Dakwah, Zaman Dulu dan Sekarang - www.aktamedia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/08\/15\/geliat-dakwah-zaman-dulu-dan-sekarang\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/08\/15\/geliat-dakwah-zaman-dulu-dan-sekarang\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/85F82010-6654-4DD4-9FC8-07A9CBF6C714.png\",\"datePublished\":\"2026-08-15T13:53:10+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-15T13:54:45+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/85e4ec6828ac7d5445458360eb2a12cd\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/08\/15\/geliat-dakwah-zaman-dulu-dan-sekarang\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/08\/15\/geliat-dakwah-zaman-dulu-dan-sekarang\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/08\/15\/geliat-dakwah-zaman-dulu-dan-sekarang\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/85F82010-6654-4DD4-9FC8-07A9CBF6C714.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/85F82010-6654-4DD4-9FC8-07A9CBF6C714.png\",\"width\":1536,\"height\":1024},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/08\/15\/geliat-dakwah-zaman-dulu-dan-sekarang\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/aktamedia.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Geliat Dakwah, Zaman Dulu dan Sekarang\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/\",\"name\":\"www.aktamedia.com\",\"description\":\"News &amp; Journal Reference\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/aktamedia.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/85e4ec6828ac7d5445458360eb2a12cd\",\"name\":\"Nane M Nilam\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/f169118f262d8b3fdbd6cd726f9b0dfc_uwp_avatar_thumb.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/f169118f262d8b3fdbd6cd726f9b0dfc_uwp_avatar_thumb.jpg\",\"caption\":\"Nane M Nilam\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/Aktamedia.com\"],\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/profile\/masta\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Geliat Dakwah, Zaman Dulu dan Sekarang - www.aktamedia.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/08\/15\/geliat-dakwah-zaman-dulu-dan-sekarang\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Geliat Dakwah, Zaman Dulu dan Sekarang - www.aktamedia.com","og_description":"ALTAMEDIA.COM &#8211; Dakwah merupakan kegiatan mengajak manusia kepada kebaikan dan kebenaran sesuai dengan ajaran Islam. Seiring berjalannya waktu d","og_url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/08\/15\/geliat-dakwah-zaman-dulu-dan-sekarang\/","og_site_name":"www.aktamedia.com","article_published_time":"2026-08-15T13:53:10+00:00","article_modified_time":"2026-08-15T13:54:45+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":683,"url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/85F82010-6654-4DD4-9FC8-07A9CBF6C714-1024x683.png","type":"image\/png"}],"author":"Nane M Nilam","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nane M Nilam","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/08\/15\/geliat-dakwah-zaman-dulu-dan-sekarang\/","url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/08\/15\/geliat-dakwah-zaman-dulu-dan-sekarang\/","name":"Geliat Dakwah, Zaman Dulu dan Sekarang - www.aktamedia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/08\/15\/geliat-dakwah-zaman-dulu-dan-sekarang\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/08\/15\/geliat-dakwah-zaman-dulu-dan-sekarang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/85F82010-6654-4DD4-9FC8-07A9CBF6C714.png","datePublished":"2026-08-15T13:53:10+00:00","dateModified":"2026-08-15T13:54:45+00:00","author":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/85e4ec6828ac7d5445458360eb2a12cd"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/08\/15\/geliat-dakwah-zaman-dulu-dan-sekarang\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/08\/15\/geliat-dakwah-zaman-dulu-dan-sekarang\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/08\/15\/geliat-dakwah-zaman-dulu-dan-sekarang\/#primaryimage","url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/85F82010-6654-4DD4-9FC8-07A9CBF6C714.png","contentUrl":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/85F82010-6654-4DD4-9FC8-07A9CBF6C714.png","width":1536,"height":1024},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/08\/15\/geliat-dakwah-zaman-dulu-dan-sekarang\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/aktamedia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Geliat Dakwah, Zaman Dulu dan Sekarang"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#website","url":"https:\/\/aktamedia.com\/","name":"www.aktamedia.com","description":"News &amp; Journal Reference","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/aktamedia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/85e4ec6828ac7d5445458360eb2a12cd","name":"Nane M Nilam","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/f169118f262d8b3fdbd6cd726f9b0dfc_uwp_avatar_thumb.jpg","contentUrl":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/f169118f262d8b3fdbd6cd726f9b0dfc_uwp_avatar_thumb.jpg","caption":"Nane M Nilam"},"sameAs":["http:\/\/Aktamedia.com"],"url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/profile\/masta\/"}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/85F82010-6654-4DD4-9FC8-07A9CBF6C714.png","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11133","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/80"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11133"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11133\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11137,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11133\/revisions\/11137"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11135"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11133"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11133"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11133"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}