{"id":10703,"date":"2026-05-23T12:41:55","date_gmt":"2026-05-23T12:41:55","guid":{"rendered":"https:\/\/aktamedia.com\/?p=10703"},"modified":"2026-05-23T12:41:55","modified_gmt":"2026-05-23T12:41:55","slug":"komprehensif-pemahaman-hukum-negara-hukum-adat-dan-hukum-administrasi-negara-dalam-penyelesaian-sengketa-adat-istiadat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/05\/23\/komprehensif-pemahaman-hukum-negara-hukum-adat-dan-hukum-administrasi-negara-dalam-penyelesaian-sengketa-adat-istiadat\/","title":{"rendered":"Komprehensif Pemahaman Hukum Negara, Hukum Adat, dan Hukum Administrasi Negara dalam Penyelesaian Sengketa Adat-istiadat"},"content":{"rendered":"<p>AKTAMEDIA.COM, PADANG &#8211; Sengketa adat merupakan persoalan yang sering terjadi di tengah masyarakat hukum adat, terutama berkaitan dengan tanah ulayat, gelar adat, ranji keturunan, hak waris, pengangkatan penghulu, maupun kewenangan kaum dan ninik mamak. Dalam penyelesaiannya, sengketa adat tidak cukup dipahami hanya dari sudut adat semata, tetapi juga harus dilihat dari perspektif hukum negara dan hukum administrasi negara.<\/p>\n<p>Ketiga sistem hukum tersebut hidup berdampingan di Indonesia. Hukum adat mengatur nilai, norma, dan tata kehidupan masyarakat adat. Hukum negara memberikan kepastian dan perlindungan hukum formal. Sedangkan hukum administrasi negara mengatur tata cara dan kewenangan pejabat pemerintahan dalam menerbitkan keputusan atau administrasi yang berkaitan dengan masyarakat adat.<\/p>\n<p>Pemahaman yang komprehensif terhadap ketiganya sangat penting agar penyelesaian sengketa adat tidak menimbulkan konflik baru, cacat hukum, maupun kerugian sosial dalam kaum dan nagari.<\/p>\n<p>1. Hukum Adat dalam Penyelesaian Sengketa Adat<\/p>\n<p>A. Pengertian Hukum Adat<\/p>\n<p>Hukum adat adalah hukum yang hidup dan berkembang dalam masyarakat berdasarkan kebiasaan, nilai budaya, dan kesepakatan sosial yang diwariskan turun-temurun.<\/p>\n<p>Dalam adat Minangkabau dikenal prinsip:<\/p>\n<p>&gt; \u201cAdat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.\u201d<\/p>\n<p>Artinya adat berjalan seiring dengan nilai agama dan menjadi pedoman dalam kehidupan kaum serta nagari.<\/p>\n<p>B. Kedudukan Hukum Adat<\/p>\n<p>Negara mengakui keberadaan hukum adat sebagaimana termuat dalam Pasal 18B ayat (2) UUD 1945:<\/p>\n<p>&gt; Negara mengakui dan menghormati kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai perkembangan masyarakat serta prinsip NKRI.<\/p>\n<p>Dengan dasar ini, penyelesaian sengketa adat melalui mekanisme adat memiliki legitimasi sosial dan konstitusional.<\/p>\n<p>C. Bentuk Sengketa Adat<\/p>\n<p>Beberapa sengketa adat yang sering terjadi:<\/p>\n<p>1. Sengketa sako (gelar adat)<\/p>\n<p>2. Sengketa pusako tinggi<\/p>\n<p>3. Perselisihan ranji keturunan<\/p>\n<p>4. Pengangkatan penghulu tanpa sepakat kaum<\/p>\n<p>5. Perselisihan batas tanah ulayat<\/p>\n<p>6. Persoalan hak kaum terhadap harta adat<\/p>\n<p>7. Perselisihan keputusan KAN atau lembaga adat<\/p>\n<p>D. Mekanisme Penyelesaian Menurut Adat<\/p>\n<p>Dalam adat Minangkabau dikenal tahapan:<\/p>\n<p>1. Kusuik disalasaikan<\/p>\n<p>Perselisihan diselesaikan secara musyawarah dalam kaum.<\/p>\n<p>2. Kok indak salasai dibao ka paruik<\/p>\n<p>Diselesaikan oleh ninik mamak dan penghulu suku.<\/p>\n<p>3. Dibao ka Kerapatan Adat Nagari (KAN)<\/p>\n<p>KAN menjadi lembaga penyelesaian sengketa adat tingkat nagari.<\/p>\n<p>4. Musyawarah mufakat<\/p>\n<p>Prinsip utama adat adalah perdamaian, bukan kemenangan sepihak.<\/p>\n<p>Ungkapan adat menyebut:<\/p>\n<p>&gt; \u201cBajanjang naiak, batanggo turun.\u201d<\/p>\n<p>Artinya setiap persoalan harus melalui tahapan yang benar.<\/p>\n<p>2. Hukum Negara dalam Sengketa Adat<\/p>\n<p>A. Peranan Hukum Negara<\/p>\n<p>Hukum negara berfungsi:<\/p>\n<p>Memberikan kepastian hukum<\/p>\n<p>Menjamin keadilan<\/p>\n<p>Mengawasi agar proses adat tidak bertentangan dengan hukum nasional<\/p>\n<p>Menjadi jalan terakhir apabila penyelesaian adat gagal<\/p>\n<p>B. Pengakuan Negara terhadap Adat<\/p>\n<p>Beberapa dasar hukum:<\/p>\n<p>1. UUD 1945 Pasal 18B ayat (2)<\/p>\n<p>2. UUPA Tahun 1960 tentang hak ulayat<\/p>\n<p>3. Putusan Mahkamah Agung terkait hukum adat<\/p>\n<p>4. Peraturan daerah tentang nagari dan KAN<\/p>\n<p>C. Kapan Sengketa Adat Masuk Ranah Negara<\/p>\n<p>Sengketa adat dapat masuk ke pengadilan apabila:<\/p>\n<p>Tidak tercapai kesepakatan adat<\/p>\n<p>Ada dugaan pelanggaran hukum<\/p>\n<p>Ada cacat administrasi<\/p>\n<p>Ada kerugian hak perdata<\/p>\n<p>Terjadi penyalahgunaan kewenangan<\/p>\n<p>D. Peran Pengadilan<\/p>\n<p>Pengadilan Negeri<\/p>\n<p>Menangani sengketa perdata adat seperti:<\/p>\n<p>waris,<\/p>\n<p>tanah ulayat,<\/p>\n<p>hak kaum,<\/p>\n<p>sengketa gelar adat tertentu.<\/p>\n<p>Mahkamah Agung<\/p>\n<p>Sering menjadikan hukum adat sebagai pertimbangan yuridis dalam putusan.<\/p>\n<p>Contohnya pada berbagai putusan mengenai:<\/p>\n<p>hak ulayat,<\/p>\n<p>pengangkatan penghulu,<\/p>\n<p>legalitas ranji,<\/p>\n<p>kesepakatan kaum.<\/p>\n<p>3. Hukum Administrasi Negara dalam Sengketa Adat<\/p>\n<p>A. Pengertian Hukum Administrasi Negara<\/p>\n<p>Hukum administrasi negara mengatur:<\/p>\n<p>kewenangan pejabat,<\/p>\n<p>tata cara administrasi,<\/p>\n<p>penerbitan surat keputusan,<\/p>\n<p>legalitas tindakan pemerintahan.<\/p>\n<p>Dalam sengketa adat, aspek administrasi sering menjadi sumber masalah.<\/p>\n<p>B. Bentuk Persoalan Administratif dalam Sengketa Adat<\/p>\n<p>Contoh:<\/p>\n<p>1. Surat keputusan pengangkatan penghulu tanpa prosedur<\/p>\n<p>2. Tidak adanya tanda tangan kaum<\/p>\n<p>3. Tidak ada musyawarah adat<\/p>\n<p>4. Pemalsuan ranji<\/p>\n<p>5. Surat pernyataan cacat administrasi<\/p>\n<p>6. Keputusan KAN yang melampaui kewenangan<\/p>\n<p>7. Legalisasi pemerintah nagari tanpa dasar adat<\/p>\n<p>C. Prinsip Administrasi yang Harus Dipenuhi<\/p>\n<p>1. Legalitas<\/p>\n<p>Setiap keputusan harus memiliki dasar hukum.<\/p>\n<p>2. Kewenangan<\/p>\n<p>Pejabat atau lembaga tidak boleh bertindak di luar kewenangannya.<\/p>\n<p>3. Prosedural<\/p>\n<p>Harus melalui tahapan musyawarah dan persetujuan pihak terkait.<\/p>\n<p>4. Transparansi<\/p>\n<p>Tidak boleh dilakukan diam-diam atau sepihak.<\/p>\n<p>5. Akuntabilitas<\/p>\n<p>Keputusan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan adat.<\/p>\n<p>D. Akibat Cacat Administrasi<\/p>\n<p>Jika administrasi cacat, maka keputusan dapat:<\/p>\n<p>dibatalkan,<\/p>\n<p>dianggap tidak sah,<\/p>\n<p>kehilangan legitimasi adat,<\/p>\n<p>digugat ke pengadilan.<\/p>\n<p>4. Hubungan antara Hukum Adat, Hukum Negara, dan Hukum Administrasi Negara<\/p>\n<p>Ketiga sistem hukum ini saling berkaitan.<\/p>\n<p>Hukum Adat\tHukum Negara\tHukum Administrasi Negara<\/p>\n<p>Mengatur nilai dan tradisi\tMemberi kepastian hukum\tMengatur prosedur dan kewenangan<br \/>\nMengutamakan mufakat\tMengutamakan keadilan formal\tMengutamakan legalitas administrasi<br \/>\nBerdasarkan kesepakatan kaum\tBerdasarkan peraturan perundang-undangan\tBerdasarkan tata kelola pemerintahan<br \/>\nBersifat sosial-kultural\tBersifat yuridis\tBersifat administratif<\/p>\n<p>5. Pentingnya Pemahaman Komprehensif<\/p>\n<p>Tanpa memahami ketiga aspek hukum tersebut, penyelesaian sengketa adat dapat menimbulkan:<\/p>\n<p>konflik berkepanjangan,<\/p>\n<p>perpecahan kaum,<\/p>\n<p>gugatan hukum,<\/p>\n<p>hilangnya marwah adat,<\/p>\n<p>cacat administrasi pemerintahan,<\/p>\n<p>hilangnya legitimasi keputusan adat.<\/p>\n<p>Karena itu, setiap penyelesaian sengketa adat harus memperhatikan:<\/p>\n<p>1. Kebenaran adat<\/p>\n<p>2. Legalitas hukum negara<\/p>\n<p>3. Ketepatan administrasi pemerintahan<br \/>\n, <\/p>\n<p>6. Prinsip Ideal Penyelesaian Sengketa Adat<\/p>\n<p>Penyelesaian sengketa adat yang ideal harus:<\/p>\n<p>Adil menurut adat<\/p>\n<p>Menghormati ranji, kaum, dan musyawarah.<\/p>\n<p>Sah menurut hukum negara<\/p>\n<p>Tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n<p>Benar secara administrasi<\/p>\n<p>Dokumen, keputusan, dan prosedur lengkap serta sah.<\/p>\n<p>Menjaga persatuan kaum<\/p>\n<p>Tidak menimbulkan dendam dan perpecahan.<\/p>\n<p>Sengketa adat bukan sekadar persoalan tradisi, tetapi juga menyangkut hukum negara dan administrasi pemerintahan. Oleh sebab itu, penyelesaiannya membutuhkan pemahaman yang utuh terhadap hukum adat, hukum negara, dan hukum administrasi negara secara bersamaan.<\/p>\n<p>Adat tanpa legalitas dapat kehilangan kekuatan hukum. Sebaliknya hukum negara tanpa memahami adat dapat kehilangan rasa keadilan sosial masyarakat. Sedangkan administrasi tanpa dasar adat dan hukum dapat melahirkan keputusan yang cacat dan dipersoalkan di kemudian hari.<\/p>\n<p>Dalam falsafah Minangkabau:<\/p>\n<p>&gt; \u201cAdat dipakai baru, pusako dipakai usang.\u201d<\/p>\n<p>Artinya adat harus mampu menjadi pedoman yang bijaksana dalam menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan akar nilai dan marwahnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>AKTAMEDIA.COM, PADANG &#8211; Sengketa adat merupakan persoalan yang sering terjadi di tengah masyarakat hukum adat, terutama berkaitan dengan tanah ulayat, gelar adat, ranji keturunan, hak waris, pengangkatan penghulu, maupun kewenangan kaum dan ninik mamak. Dalam penyelesaiannya, sengketa adat tidak cukup dipahami hanya dari sudut adat semata, tetapi juga harus dilihat dari perspektif hukum negara dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":39,"featured_media":10704,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"enabled":false},"version":2}},"categories":[260],"tags":[1203,3291,3290,3289],"class_list":["post-10703","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum-kriminal","tag-hukum-adat","tag-hukum-administrasi-negara","tag-hukum-negara","tag-sengketa-adat"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Komprehensif Pemahaman Hukum Negara, Hukum Adat, dan Hukum Administrasi Negara dalam Penyelesaian Sengketa Adat-istiadat - www.aktamedia.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/05\/23\/komprehensif-pemahaman-hukum-negara-hukum-adat-dan-hukum-administrasi-negara-dalam-penyelesaian-sengketa-adat-istiadat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Komprehensif Pemahaman Hukum Negara, Hukum Adat, dan Hukum Administrasi Negara dalam Penyelesaian Sengketa Adat-istiadat - www.aktamedia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"AKTAMEDIA.COM, PADANG &#8211; Sengketa adat merupakan persoalan yang sering terjadi di tengah masyarakat hukum adat, terutama berkaitan dengan tanah u\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/05\/23\/komprehensif-pemahaman-hukum-negara-hukum-adat-dan-hukum-administrasi-negara-dalam-penyelesaian-sengketa-adat-istiadat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"www.aktamedia.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-23T12:41:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_20260523_193156.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"568\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Steven\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Steven\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/05\/23\/komprehensif-pemahaman-hukum-negara-hukum-adat-dan-hukum-administrasi-negara-dalam-penyelesaian-sengketa-adat-istiadat\/\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/05\/23\/komprehensif-pemahaman-hukum-negara-hukum-adat-dan-hukum-administrasi-negara-dalam-penyelesaian-sengketa-adat-istiadat\/\",\"name\":\"Komprehensif Pemahaman Hukum Negara, Hukum Adat, dan Hukum Administrasi Negara dalam Penyelesaian Sengketa Adat-istiadat - www.aktamedia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/05\/23\/komprehensif-pemahaman-hukum-negara-hukum-adat-dan-hukum-administrasi-negara-dalam-penyelesaian-sengketa-adat-istiadat\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/05\/23\/komprehensif-pemahaman-hukum-negara-hukum-adat-dan-hukum-administrasi-negara-dalam-penyelesaian-sengketa-adat-istiadat\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_20260523_193156.jpg\",\"datePublished\":\"2026-05-23T12:41:55+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/67dfddad3a60b5d2e174ec8e3bd8d7f3\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/05\/23\/komprehensif-pemahaman-hukum-negara-hukum-adat-dan-hukum-administrasi-negara-dalam-penyelesaian-sengketa-adat-istiadat\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/05\/23\/komprehensif-pemahaman-hukum-negara-hukum-adat-dan-hukum-administrasi-negara-dalam-penyelesaian-sengketa-adat-istiadat\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/05\/23\/komprehensif-pemahaman-hukum-negara-hukum-adat-dan-hukum-administrasi-negara-dalam-penyelesaian-sengketa-adat-istiadat\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_20260523_193156.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_20260523_193156.jpg\",\"width\":720,\"height\":568},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/05\/23\/komprehensif-pemahaman-hukum-negara-hukum-adat-dan-hukum-administrasi-negara-dalam-penyelesaian-sengketa-adat-istiadat\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/aktamedia.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Komprehensif Pemahaman Hukum Negara, Hukum Adat, dan Hukum Administrasi Negara dalam Penyelesaian Sengketa Adat-istiadat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/\",\"name\":\"www.aktamedia.com\",\"description\":\"News &amp; Journal Reference\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/aktamedia.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/67dfddad3a60b5d2e174ec8e3bd8d7f3\",\"name\":\"Steven\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/71dacdf1066bf87765fca44f1bf24b46dd012a3c011f521c66c45997177d4eb2?s=96&r=g&d=https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/plugins\/userswp\/assets\/images\/no_profile.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/71dacdf1066bf87765fca44f1bf24b46dd012a3c011f521c66c45997177d4eb2?s=96&r=g&d=https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/plugins\/userswp\/assets\/images\/no_profile.png\",\"caption\":\"Steven\"},\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/profile\/fadli-asman\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Komprehensif Pemahaman Hukum Negara, Hukum Adat, dan Hukum Administrasi Negara dalam Penyelesaian Sengketa Adat-istiadat - www.aktamedia.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/05\/23\/komprehensif-pemahaman-hukum-negara-hukum-adat-dan-hukum-administrasi-negara-dalam-penyelesaian-sengketa-adat-istiadat\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Komprehensif Pemahaman Hukum Negara, Hukum Adat, dan Hukum Administrasi Negara dalam Penyelesaian Sengketa Adat-istiadat - www.aktamedia.com","og_description":"AKTAMEDIA.COM, PADANG &#8211; Sengketa adat merupakan persoalan yang sering terjadi di tengah masyarakat hukum adat, terutama berkaitan dengan tanah u","og_url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/05\/23\/komprehensif-pemahaman-hukum-negara-hukum-adat-dan-hukum-administrasi-negara-dalam-penyelesaian-sengketa-adat-istiadat\/","og_site_name":"www.aktamedia.com","article_published_time":"2026-05-23T12:41:55+00:00","og_image":[{"width":720,"height":568,"url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_20260523_193156.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Steven","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Steven","Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/05\/23\/komprehensif-pemahaman-hukum-negara-hukum-adat-dan-hukum-administrasi-negara-dalam-penyelesaian-sengketa-adat-istiadat\/","url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/05\/23\/komprehensif-pemahaman-hukum-negara-hukum-adat-dan-hukum-administrasi-negara-dalam-penyelesaian-sengketa-adat-istiadat\/","name":"Komprehensif Pemahaman Hukum Negara, Hukum Adat, dan Hukum Administrasi Negara dalam Penyelesaian Sengketa Adat-istiadat - www.aktamedia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/05\/23\/komprehensif-pemahaman-hukum-negara-hukum-adat-dan-hukum-administrasi-negara-dalam-penyelesaian-sengketa-adat-istiadat\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/05\/23\/komprehensif-pemahaman-hukum-negara-hukum-adat-dan-hukum-administrasi-negara-dalam-penyelesaian-sengketa-adat-istiadat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_20260523_193156.jpg","datePublished":"2026-05-23T12:41:55+00:00","author":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/67dfddad3a60b5d2e174ec8e3bd8d7f3"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/05\/23\/komprehensif-pemahaman-hukum-negara-hukum-adat-dan-hukum-administrasi-negara-dalam-penyelesaian-sengketa-adat-istiadat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/05\/23\/komprehensif-pemahaman-hukum-negara-hukum-adat-dan-hukum-administrasi-negara-dalam-penyelesaian-sengketa-adat-istiadat\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/05\/23\/komprehensif-pemahaman-hukum-negara-hukum-adat-dan-hukum-administrasi-negara-dalam-penyelesaian-sengketa-adat-istiadat\/#primaryimage","url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_20260523_193156.jpg","contentUrl":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_20260523_193156.jpg","width":720,"height":568},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/05\/23\/komprehensif-pemahaman-hukum-negara-hukum-adat-dan-hukum-administrasi-negara-dalam-penyelesaian-sengketa-adat-istiadat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/aktamedia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Komprehensif Pemahaman Hukum Negara, Hukum Adat, dan Hukum Administrasi Negara dalam Penyelesaian Sengketa Adat-istiadat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#website","url":"https:\/\/aktamedia.com\/","name":"www.aktamedia.com","description":"News &amp; Journal Reference","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/aktamedia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/67dfddad3a60b5d2e174ec8e3bd8d7f3","name":"Steven","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/71dacdf1066bf87765fca44f1bf24b46dd012a3c011f521c66c45997177d4eb2?s=96&r=g&d=https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/plugins\/userswp\/assets\/images\/no_profile.png","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/71dacdf1066bf87765fca44f1bf24b46dd012a3c011f521c66c45997177d4eb2?s=96&r=g&d=https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/plugins\/userswp\/assets\/images\/no_profile.png","caption":"Steven"},"url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/profile\/fadli-asman\/"}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_20260523_193156.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10703","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/39"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10703"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10703\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10705,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10703\/revisions\/10705"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10704"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10703"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10703"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10703"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}