{"id":10450,"date":"2026-04-29T06:40:21","date_gmt":"2026-04-29T06:40:21","guid":{"rendered":"https:\/\/aktamedia.com\/?p=10450"},"modified":"2026-04-29T06:40:21","modified_gmt":"2026-04-29T06:40:21","slug":"kenapa-lelaki-minangkabau-tinggal-di-rumah-istrinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/29\/kenapa-lelaki-minangkabau-tinggal-di-rumah-istrinya\/","title":{"rendered":"Kenapa Lelaki Minangkabau Tinggal Di Rumah Istrinya?"},"content":{"rendered":"<p>AKTAMEDIA.COM, PADANG &#8211; Di banyak budaya Indonesia, setelah menikah biasanya istri ikut suami. Namun, berbeda halnya di Minangkabau, Sumatera Barat. Di ranah Minang, justru laki-laki yang datang dan tinggal di rumah istrinya. Tradisi ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu, dan tetap bertahan hingga kini.<\/p>\n<p>Mengapa demikian? Mari kita telusuri akar adat dan filosofi di baliknya.<\/p>\n<p>Matrilineal Garis Kekerabartan Ibu<\/p>\n<p>Masyarakat Minangkabau menganut sistem matrilineal, yaitu sistem kekerabatan yang menarik garis keturunan dari pihak ibu. Artinya, anak-anak masuk ke dalam suku ibunya, bukan ayahnya.<\/p>\n<p>Dalam sistem ini, harta pusaka tinggi seperti rumah adat (Rumah Gadang), sawah, dan tanah diwariskan kepada perempuan dalam garis ibu sebab harta pusako tinggi diwarisi lewat kaum sepesukuan. Karena itu, ketika seorang laki-laki menikah, ia tidak membawa istrinya ke rumahnya sendiri, melainkan masuk ke rumah keluarga istrinya (yaitu kaum istrinya).<br \/>\nDirektorat Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud mencatat, sistem ini bertujuan menjaga kejelasan garis keturunan dan keberlangsungan harta pusaka. Rumah dan tanah adalah milik kaum perempuan, dan laki-laki hanya menjadi tamu yang dihormati di sana.<\/p>\n<p>Suami Sebagai &#8220;Urang Sumando&#8221;<\/p>\n<p>Dalam adat Minang, suami disebut Urang Sumando, yang artinya &#8220;orang datang&#8221;. Setelah menikah, ia tinggal di rumah kaum istrinya dan menjadi bagian dari keluarga tersebut tetapi dalam batas tertentu.<\/p>\n<p>Urang Sumando dihormati, namun tidak memiliki hak atas rumah atau harta pusaka sebab itu milik kaum istrinya, dia boleh menetap, mengarap sawah ladang hanya sebagai mencari nafkah bagi dirinya anak dan istrinya tapi tidak memiliki hak milik bagi dirinya sebab itu semua kepunyaan kaum istrinya. la harus menjaga sikap dan nama baik, karena kedudukannya diibaratkan &#8220;tamu yang mulia yaitu sebagai seorang menantu&#8221;. ibarat pepatah : &#8220;Ibarat abu di ateh tunggua&#8221;<\/p>\n<p>Kedudukannya sebagai tamu bukanlah bentuk pelemahan, melainkan simbol keseimbangan antara tanggung jawab moral dan kehormatan keluarga<\/p>\n<p>Mengapa Bukan Istri yang Mengikuti Suami?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>AKTAMEDIA.COM, PADANG &#8211; Di banyak budaya Indonesia, setelah menikah biasanya istri ikut suami. Namun, berbeda halnya di Minangkabau, Sumatera Barat. Di ranah Minang, justru laki-laki yang datang dan tinggal di rumah istrinya. Tradisi ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu, dan tetap bertahan hingga kini. Mengapa demikian? Mari kita telusuri akar adat dan filosofi di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":39,"featured_media":10452,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"enabled":false},"version":2}},"categories":[30],"tags":[164,3246,3247],"class_list":["post-10450","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-humaniora","tag-adat-istiadat","tag-lelaki-minangkabau","tag-rumah-istri"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kenapa Lelaki Minangkabau Tinggal Di Rumah Istrinya? - www.aktamedia.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/29\/kenapa-lelaki-minangkabau-tinggal-di-rumah-istrinya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kenapa Lelaki Minangkabau Tinggal Di Rumah Istrinya? - www.aktamedia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"AKTAMEDIA.COM, PADANG &#8211; Di banyak budaya Indonesia, setelah menikah biasanya istri ikut suami. Namun, berbeda halnya di Minangkabau, Sumatera Ba\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/29\/kenapa-lelaki-minangkabau-tinggal-di-rumah-istrinya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"www.aktamedia.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-29T06:40:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260429_133904.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1318\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"842\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Steven\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Steven\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/29\/kenapa-lelaki-minangkabau-tinggal-di-rumah-istrinya\/\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/29\/kenapa-lelaki-minangkabau-tinggal-di-rumah-istrinya\/\",\"name\":\"Kenapa Lelaki Minangkabau Tinggal Di Rumah Istrinya? - www.aktamedia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/29\/kenapa-lelaki-minangkabau-tinggal-di-rumah-istrinya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/29\/kenapa-lelaki-minangkabau-tinggal-di-rumah-istrinya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260429_133904.jpg\",\"datePublished\":\"2026-04-29T06:40:21+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/67dfddad3a60b5d2e174ec8e3bd8d7f3\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/29\/kenapa-lelaki-minangkabau-tinggal-di-rumah-istrinya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/29\/kenapa-lelaki-minangkabau-tinggal-di-rumah-istrinya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/29\/kenapa-lelaki-minangkabau-tinggal-di-rumah-istrinya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260429_133904.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260429_133904.jpg\",\"width\":1318,\"height\":842},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/29\/kenapa-lelaki-minangkabau-tinggal-di-rumah-istrinya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/aktamedia.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kenapa Lelaki Minangkabau Tinggal Di Rumah Istrinya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/\",\"name\":\"www.aktamedia.com\",\"description\":\"News &amp; Journal Reference\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/aktamedia.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/67dfddad3a60b5d2e174ec8e3bd8d7f3\",\"name\":\"Steven\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/71dacdf1066bf87765fca44f1bf24b46dd012a3c011f521c66c45997177d4eb2?s=96&r=g&d=https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/plugins\/userswp\/assets\/images\/no_profile.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/71dacdf1066bf87765fca44f1bf24b46dd012a3c011f521c66c45997177d4eb2?s=96&r=g&d=https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/plugins\/userswp\/assets\/images\/no_profile.png\",\"caption\":\"Steven\"},\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/profile\/fadli-asman\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kenapa Lelaki Minangkabau Tinggal Di Rumah Istrinya? - www.aktamedia.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/29\/kenapa-lelaki-minangkabau-tinggal-di-rumah-istrinya\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kenapa Lelaki Minangkabau Tinggal Di Rumah Istrinya? - www.aktamedia.com","og_description":"AKTAMEDIA.COM, PADANG &#8211; Di banyak budaya Indonesia, setelah menikah biasanya istri ikut suami. Namun, berbeda halnya di Minangkabau, Sumatera Ba","og_url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/29\/kenapa-lelaki-minangkabau-tinggal-di-rumah-istrinya\/","og_site_name":"www.aktamedia.com","article_published_time":"2026-04-29T06:40:21+00:00","og_image":[{"width":1318,"height":842,"url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260429_133904.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Steven","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Steven","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/29\/kenapa-lelaki-minangkabau-tinggal-di-rumah-istrinya\/","url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/29\/kenapa-lelaki-minangkabau-tinggal-di-rumah-istrinya\/","name":"Kenapa Lelaki Minangkabau Tinggal Di Rumah Istrinya? - www.aktamedia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/29\/kenapa-lelaki-minangkabau-tinggal-di-rumah-istrinya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/29\/kenapa-lelaki-minangkabau-tinggal-di-rumah-istrinya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260429_133904.jpg","datePublished":"2026-04-29T06:40:21+00:00","author":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/67dfddad3a60b5d2e174ec8e3bd8d7f3"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/29\/kenapa-lelaki-minangkabau-tinggal-di-rumah-istrinya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/29\/kenapa-lelaki-minangkabau-tinggal-di-rumah-istrinya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/29\/kenapa-lelaki-minangkabau-tinggal-di-rumah-istrinya\/#primaryimage","url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260429_133904.jpg","contentUrl":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260429_133904.jpg","width":1318,"height":842},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/29\/kenapa-lelaki-minangkabau-tinggal-di-rumah-istrinya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/aktamedia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kenapa Lelaki Minangkabau Tinggal Di Rumah Istrinya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#website","url":"https:\/\/aktamedia.com\/","name":"www.aktamedia.com","description":"News &amp; Journal Reference","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/aktamedia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/67dfddad3a60b5d2e174ec8e3bd8d7f3","name":"Steven","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/71dacdf1066bf87765fca44f1bf24b46dd012a3c011f521c66c45997177d4eb2?s=96&r=g&d=https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/plugins\/userswp\/assets\/images\/no_profile.png","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/71dacdf1066bf87765fca44f1bf24b46dd012a3c011f521c66c45997177d4eb2?s=96&r=g&d=https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/plugins\/userswp\/assets\/images\/no_profile.png","caption":"Steven"},"url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/profile\/fadli-asman\/"}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260429_133904.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10450","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/39"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10450"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10450\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10451,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10450\/revisions\/10451"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10452"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10450"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10450"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10450"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}