{"id":10292,"date":"2026-04-08T04:19:54","date_gmt":"2026-04-08T04:19:54","guid":{"rendered":"https:\/\/aktamedia.com\/?p=10292"},"modified":"2026-04-08T04:19:54","modified_gmt":"2026-04-08T04:19:54","slug":"pakak-dalam-bahasa-dan-budaya-minangkabau-makna-konteks-dan-nilai-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/pakak-dalam-bahasa-dan-budaya-minangkabau-makna-konteks-dan-nilai-sosial\/","title":{"rendered":"\u201cPakak\u201d dalam Bahasa dan Budaya Minangkabau: Makna, Konteks, dan Nilai Sosial"},"content":{"rendered":"<p>AKTAMEDIA.COM, JAKARTA &#8211; Bahasa tidak hanya sekadar alat komunikasi, tetapi juga cerminan nilai, emosi, dan struktur sosial suatu masyarakat. Dalam khazanah bahasa Minangkabau, salah satu kata yang menarik untuk dikaji adalah \u201cpakak.\u201d Kata ini sederhana, namun memiliki kedalaman makna yang luas\u2014baik secara harfiah maupun kiasan.<\/p>\n<p>1. Makna Harfiah: Antara Kondisi Fisik dan Deskripsi Netral<\/p>\n<p>Secara leksikal, kata \u201cpakak\u201d berarti tuli, yaitu kondisi seseorang yang tidak dapat mendengar. Dalam konteks ini, kata tersebut bersifat netral, tanpa muatan emosi atau penilaian moral.<\/p>\n<p>Contoh:<\/p>\n<p>\u201cUrang tuo itu lah pakak, jadi indak bisa mandanga jo jelas.\u201d<br \/>\n(Orang tua itu sudah tuli, jadi tidak bisa mendengar dengan jelas.)<\/p>\n<p>Dalam penggunaan ini, \u201cpakak\u201d setara dengan istilah medis atau deskriptif dalam bahasa Indonesia, dan tidak dimaksudkan untuk merendahkan.<\/p>\n<p>2. Pergeseran Makna: Dari Fisik ke Psikologis<\/p>\n<p>Seiring perkembangan bahasa dalam interaksi sosial, \u201cpakak\u201d mengalami perluasan makna. Kata ini tidak lagi hanya merujuk pada kondisi fisik, tetapi juga digunakan untuk menggambarkan sikap seseorang.<\/p>\n<p>Makna kiasan yang umum:<\/p>\n<p>Tidak mau mendengar nasihat<\/p>\n<p>Keras kepala<\/p>\n<p>Mengabaikan pendapat orang lain<\/p>\n<p>Bersikap acuh atau tidak peduli<\/p>\n<p>Contoh:<\/p>\n<p>\u201cLah dibilangin berkali-kali, tapi masih juo diulangin. Pakak bana ang ko!\u201d<br \/>\n(Sudah dibilang berkali-kali, tapi tetap diulang. Kamu ini seperti tuli saja!)<\/p>\n<p>Dalam konteks ini, \u201cpakak\u201d menjadi kritik sosial terhadap perilaku, bukan kondisi fisik.<\/p>\n<p>3. Nuansa Emosi: Antara Teguran dan Kemarahan<\/p>\n<p>Penggunaan kata \u201cpakak\u201d sangat bergantung pada intonasi, situasi, dan hubungan sosial antara penutur dan lawan bicara.<\/p>\n<p>a. Sebagai Teguran Ringan<\/p>\n<p>Dalam hubungan akrab (teman sebaya), kata ini bisa digunakan sebagai bentuk candaan atau teguran ringan:<\/p>\n<p>Tidak terlalu menyinggung<\/p>\n<p>Mengandung unsur keakraban<\/p>\n<p>b. Sebagai Ungkapan Emosi<\/p>\n<p>Dalam situasi konflik, \u201cpakak\u201d bisa berubah menjadi:<\/p>\n<p>Ungkapan kesal<\/p>\n<p>Bentuk kemarahan<\/p>\n<p>Bahkan dianggap kasar atau menghina<\/p>\n<p>Di sinilah kata ini bisa memiliki konotasi yang mirip dengan ungkapan emosional dalam bahasa lain, tergantung cara penyampaian.<\/p>\n<p>4. Perspektif Adat Minangkabau: Etika dalam Bertutur<\/p>\n<p>Dalam budaya Minangkabau yang menjunjung tinggi adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, tutur kata memiliki aturan yang jelas. Setiap ucapan harus mempertimbangkan:<\/p>\n<p>Siapa yang diajak bicara<\/p>\n<p>Dalam situasi apa<\/p>\n<p>Apa dampaknya terhadap hubungan sosial<\/p>\n<p>Menggunakan kata seperti \u201cpakak\u201d kepada:<\/p>\n<p>Orang tua<\/p>\n<p>Ninik mamak<\/p>\n<p>Tokoh adat<\/p>\n<p>dapat dianggap sebagai pelanggaran etika dan mencerminkan kurangnya sopan santun.<\/p>\n<p>Sebaliknya, dalam lingkup sebaya, penggunaan kata ini masih bisa ditoleransi, selama tidak melampaui batas.<\/p>\n<p>5. \u201cPakak\u201d sebagai Cermin Relasi Sosial<\/p>\n<p>Menariknya, penggunaan kata \u201cpakak\u201d juga mencerminkan struktur relasi dalam masyarakat:<\/p>\n<p>Kepada yang lebih tua \u2192 dihindari<\/p>\n<p>Kepada yang sebaya \u2192 lebih fleksibel<\/p>\n<p>Dalam forum adat \u2192 tidak digunakan<\/p>\n<p>Hal ini menunjukkan bahwa bahasa Minangkabau sangat kontekstual dan hierarkis, mengikuti norma sosial yang berlaku.<\/p>\n<p>6. Analisis Sosio-Linguistik: Bahasa sebagai Alat Kontrol Sosial<\/p>\n<p>Dalam kajian sosiolinguistik, kata seperti \u201cpakak\u201d berfungsi sebagai:<\/p>\n<p>Alat kontrol sosial \u2192 menegur perilaku yang dianggap menyimpang<\/p>\n<p>Ekspresi emosi kolektif \u2192 mencerminkan nilai masyarakat terhadap sikap \u201ctidak mau mendengar\u201d<\/p>\n<p>Simbol budaya komunikasi langsung \u2192 Minangkabau dikenal dengan gaya komunikasi yang tegas namun penuh makna<\/p>\n<p>Dengan kata lain, \u201cpakak\u201d bukan sekadar kata, tetapi juga instrumen sosial untuk menjaga norma.<\/p>\n<p>7. Kesimpulan: Antara Kata, Makna, dan Etika<\/p>\n<p>Kata \u201cpakak\u201d memiliki dua wajah:<\/p>\n<p>1. Makna literal \u2192 kondisi fisik (tuli), bersifat netral<\/p>\n<p>2. Makna kiasan \u2192 sikap tidak mau mendengar, bisa bernada teguran hingga kasar<\/p>\n<p>Nilai utama yang dapat dipetik adalah:<\/p>\n<p>Pentingnya memahami konteks dalam berbahasa<\/p>\n<p>Menjaga etika komunikasi, terutama dalam budaya yang menjunjung adat<\/p>\n<p>Menyadari bahwa kata sederhana bisa memiliki dampak besar<\/p>\n<p>Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan kata seperti \u201cpakak\u201d sebaiknya disertai dengan kebijaksanaan. Sebab dalam budaya Minangkabau, kata bukan hanya bunyi\u2014melainkan cerminan diri, martabat, dan penghormatan kepada orang lain.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>AKTAMEDIA.COM, JAKARTA &#8211; Bahasa tidak hanya sekadar alat komunikasi, tetapi juga cerminan nilai, emosi, dan struktur sosial suatu masyarakat. Dalam khazanah bahasa Minangkabau, salah satu kata yang menarik untuk dikaji adalah \u201cpakak.\u201d Kata ini sederhana, namun memiliki kedalaman makna yang luas\u2014baik secara harfiah maupun kiasan. 1. Makna Harfiah: Antara Kondisi Fisik dan Deskripsi Netral Secara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":39,"featured_media":10293,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"enabled":false},"version":2}},"categories":[30],"tags":[3220,3222,3221],"class_list":["post-10292","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-humaniora","tag-pakak-dalam-bahasa-dan-budaya-minangkabau-makna","tag-dan-nilai-sosial","tag-konteks"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>\u201cPakak\u201d dalam Bahasa dan Budaya Minangkabau: Makna, Konteks, dan Nilai Sosial - www.aktamedia.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/pakak-dalam-bahasa-dan-budaya-minangkabau-makna-konteks-dan-nilai-sosial\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"\u201cPakak\u201d dalam Bahasa dan Budaya Minangkabau: Makna, Konteks, dan Nilai Sosial - www.aktamedia.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"AKTAMEDIA.COM, JAKARTA &#8211; Bahasa tidak hanya sekadar alat komunikasi, tetapi juga cerminan nilai, emosi, dan struktur sosial suatu masyarakat. Da\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/pakak-dalam-bahasa-dan-budaya-minangkabau-makna-konteks-dan-nilai-sosial\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"www.aktamedia.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-08T04:19:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260408_111601.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"503\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Steven\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Steven\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/pakak-dalam-bahasa-dan-budaya-minangkabau-makna-konteks-dan-nilai-sosial\/\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/pakak-dalam-bahasa-dan-budaya-minangkabau-makna-konteks-dan-nilai-sosial\/\",\"name\":\"\u201cPakak\u201d dalam Bahasa dan Budaya Minangkabau: Makna, Konteks, dan Nilai Sosial - www.aktamedia.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/pakak-dalam-bahasa-dan-budaya-minangkabau-makna-konteks-dan-nilai-sosial\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/pakak-dalam-bahasa-dan-budaya-minangkabau-makna-konteks-dan-nilai-sosial\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260408_111601.jpg\",\"datePublished\":\"2026-04-08T04:19:54+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/67dfddad3a60b5d2e174ec8e3bd8d7f3\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/pakak-dalam-bahasa-dan-budaya-minangkabau-makna-konteks-dan-nilai-sosial\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/pakak-dalam-bahasa-dan-budaya-minangkabau-makna-konteks-dan-nilai-sosial\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/pakak-dalam-bahasa-dan-budaya-minangkabau-makna-konteks-dan-nilai-sosial\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260408_111601.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260408_111601.jpg\",\"width\":720,\"height\":503},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/pakak-dalam-bahasa-dan-budaya-minangkabau-makna-konteks-dan-nilai-sosial\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/aktamedia.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"\u201cPakak\u201d dalam Bahasa dan Budaya Minangkabau: Makna, Konteks, dan Nilai Sosial\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/\",\"name\":\"www.aktamedia.com\",\"description\":\"News &amp; Journal Reference\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/aktamedia.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/67dfddad3a60b5d2e174ec8e3bd8d7f3\",\"name\":\"Steven\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/71dacdf1066bf87765fca44f1bf24b46dd012a3c011f521c66c45997177d4eb2?s=96&r=g&d=https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/plugins\/userswp\/assets\/images\/no_profile.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/71dacdf1066bf87765fca44f1bf24b46dd012a3c011f521c66c45997177d4eb2?s=96&r=g&d=https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/plugins\/userswp\/assets\/images\/no_profile.png\",\"caption\":\"Steven\"},\"url\":\"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/profile\/fadli-asman\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"\u201cPakak\u201d dalam Bahasa dan Budaya Minangkabau: Makna, Konteks, dan Nilai Sosial - www.aktamedia.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/pakak-dalam-bahasa-dan-budaya-minangkabau-makna-konteks-dan-nilai-sosial\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"\u201cPakak\u201d dalam Bahasa dan Budaya Minangkabau: Makna, Konteks, dan Nilai Sosial - www.aktamedia.com","og_description":"AKTAMEDIA.COM, JAKARTA &#8211; Bahasa tidak hanya sekadar alat komunikasi, tetapi juga cerminan nilai, emosi, dan struktur sosial suatu masyarakat. Da","og_url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/pakak-dalam-bahasa-dan-budaya-minangkabau-makna-konteks-dan-nilai-sosial\/","og_site_name":"www.aktamedia.com","article_published_time":"2026-04-08T04:19:54+00:00","og_image":[{"width":720,"height":503,"url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260408_111601.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Steven","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Steven","Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/pakak-dalam-bahasa-dan-budaya-minangkabau-makna-konteks-dan-nilai-sosial\/","url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/pakak-dalam-bahasa-dan-budaya-minangkabau-makna-konteks-dan-nilai-sosial\/","name":"\u201cPakak\u201d dalam Bahasa dan Budaya Minangkabau: Makna, Konteks, dan Nilai Sosial - www.aktamedia.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/pakak-dalam-bahasa-dan-budaya-minangkabau-makna-konteks-dan-nilai-sosial\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/pakak-dalam-bahasa-dan-budaya-minangkabau-makna-konteks-dan-nilai-sosial\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260408_111601.jpg","datePublished":"2026-04-08T04:19:54+00:00","author":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/67dfddad3a60b5d2e174ec8e3bd8d7f3"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/pakak-dalam-bahasa-dan-budaya-minangkabau-makna-konteks-dan-nilai-sosial\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/pakak-dalam-bahasa-dan-budaya-minangkabau-makna-konteks-dan-nilai-sosial\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/pakak-dalam-bahasa-dan-budaya-minangkabau-makna-konteks-dan-nilai-sosial\/#primaryimage","url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260408_111601.jpg","contentUrl":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260408_111601.jpg","width":720,"height":503},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/2026\/04\/08\/pakak-dalam-bahasa-dan-budaya-minangkabau-makna-konteks-dan-nilai-sosial\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/aktamedia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"\u201cPakak\u201d dalam Bahasa dan Budaya Minangkabau: Makna, Konteks, dan Nilai Sosial"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#website","url":"https:\/\/aktamedia.com\/","name":"www.aktamedia.com","description":"News &amp; Journal Reference","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/aktamedia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/67dfddad3a60b5d2e174ec8e3bd8d7f3","name":"Steven","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/aktamedia.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/71dacdf1066bf87765fca44f1bf24b46dd012a3c011f521c66c45997177d4eb2?s=96&r=g&d=https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/plugins\/userswp\/assets\/images\/no_profile.png","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/71dacdf1066bf87765fca44f1bf24b46dd012a3c011f521c66c45997177d4eb2?s=96&r=g&d=https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/plugins\/userswp\/assets\/images\/no_profile.png","caption":"Steven"},"url":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/profile\/fadli-asman\/"}]}},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/aktamedia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260408_111601.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10292","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/39"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10292"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10292\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10294,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10292\/revisions\/10294"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10293"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10292"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10292"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aktamedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10292"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}