AKTAMEDIA.COM, JAKARTA – Banyak orang membeli baju baru saat Lebaran karena tradisi turun-temurun yang melambangkan semangat baru, kesucian, dan kemenangan setelah sebulan berpuasa. Selain simbol perayaan dan kegembiraan, hal ini berkaitan dengan anjuran mengenakan pakaian terbaik saat hari raya, yang juga didukung faktor budaya sosial dan momen silaturahmi.
Berikut adalah poin-poin utama alasan membeli baju baru saat lebaran:
Makna Spiritual & Kesucian: Lebaran identik dengan kembali ke fitrah (suci). Baju baru melambangkan jiwa yang baru dan bersih, serta menjadi wujud syukur atas kemenangan menahan nafsu selama Ramadhan.
Anjuran Pakaian Terbaik: Dalam Islam, ada anjuran untuk mengenakan pakaian terbaik (bukan harus baru) saat Salat Id.
Hal ini berkembang menjadi tradisi membeli pakaian baru agar tampil maksimal saat bertemu sanak saudara.
Tradisi Turun-temurun: Kebiasaan ini sudah ada sejak lama, di mana orang tua membelikan baju baru untuk anak-anak sebagai hadiah.
Perayaan & Kebahagiaan: Baju baru meningkatkan rasa percaya diri dan kegembiraan, terutama saat berkunjung ke rumah kerabat (silaturahmi).
Faktor Ekonomi & Sosial: Momentum Tunjangan Hari Raya (THR) memudahkan masyarakat membeli barang-barang baru, termasuk pakaian, sehingga mendorong perputaran ekonomi dan tren fashion menjelang lebaran.
Meskipun secara agama tidak wajib mengenakan pakaian baru (yang penting bersih dan rapi), tradisi ini sudah melekat kuat dalam budaya perayaan Idulfitri di Indonesia.
Tribrata News














Leave a Reply