AKTAMEDIA.COM, TEHERAN – Analisis dan kompilasi informasi terkini berdasarkan perkembangan situasi per Sabtu, 28 Februari 2026, terkait eskalasi militer di Timur Tengah.
Sabtu, 28 Februari 2026 (10 Ramadhan 1447 Hijriyah), akan dicatat sebagai salah satu hari paling kelam dalam sejarah geopolitik moderen. Serangan terkoordinasi yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel ke jantung Iran, yang kemudian dibalas secara instan oleh Iran terhadap pangkalan AS di negeri sekutu, menandai dimulainya babak perang terbuka, bukan lagi sekadar perang proksi atau “bayangan”.
Ini adalah skenario terburuk yang dihindari selama bertahun-tahun. Keterlibatan langsung AS _ dengan Donald Trump mengumumkan “operasi tempur besar-besaran” (Operation Epic Fury) _ menunjukkan bahwa Washington telah kehilangan kesabaran atau melihat ancaman nuklir Iran sebagai “sekarang atau tidak sama sekali”.#Australian Broadcast
Serangan balasan Iran ke Bahrain, Qatar, dan UEA _ terutama pangkalan Armada Kelima AS di Bahrain _ menegaskan bahwa konflik ini akan berdampak global. Dampak ekonomi, lonjakan harga minyak, dan resiko nyawa warga sipil di seluruh Teluk kini menjadi realitas yang tak terhindarkan. Dunia sedang menahan napas, berharap konflik ini tidak meledak menjadi Perang Dunia III.#Al Jazeera
Siapa yang Paling Pertama Menyerang ?
Berdasarkan laporan terkini per 28 Februari 2026, Israel dan Amerika Serikat (AS) menyerang lebih duluan.#Australian Broadcasting
– Awal Serangan: Sabtu pagi waktu setempat, Israel meluncurkan serangan udara Teheran dan beberapa kota lain.
– keterlibatan AS: Presiden AS Donald Trump menginformasikan dimulainya “operasi tempur besar-besaran” (Operation Epic Fury) untuk melumpuhkan program nuklir Iran.
– Balasan Iran: Iran membalas setelah serangan gabungan AS-Israel tersebut, dengan menargetkan pangkalan AS di Bahrain, Qatar, dan UAE.#Instagram
Informasi Menyeluruh: Perang Iran vs AS-Israel (28 Februari 2026)
Pertama, Kronologi Serangan (Sabtu, 28 Februari 2026):
– Serangan Udara Gabungan: AS dan Israel melakukan serangan udara besar-besaran terhadap fasilitas militer, nuklir, dan pusat pemerintahan di Teheran dan wilayah lain di Iran.
– Balasan Iran (Retaliation): Garda Revolusi Iran (IRGC) membalas dengan meluncurkan rudal ke pangkalan-pangkalan AS di negara tetangga:
– Bahrain: Pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama diserang.
– Qatar: Pangkalan Udara Al-Udeid.
– Kuwait: Pangkalan Udara As-Salem.
– UAE: Pangkalan Udara Al-Dhafra.
Dampak: Ledakan dilaporkan terjadi di Teheran, asap tebal membubung, dan kepanikan terjadi.#Al Jazeera
Kedua, Pihak yang Terlibat:
– Blok AS-Israel (Operation Lion’s Roar) dan AS (Operation Epic Fury) bertujuan menghancurkan program rudal, nuklir, dan angkatan laut Iran.
– Iran: Menggunakan rudal balistik dan drone untuk menyerang balik aset AS dan Israel di kawasan Teluk.#CNN
Ketiga, Tujuan dan Konteks:
– Israel: Menyebut serangan ini untuk menghilangkan “ancaman eksistensial” dari Iran.
– AS: Trump menargetkan perubahan rezim (regime change) dan menyerukan warga Iran untuk mengambil alih pemerintah mereka.
– Konteks: Serangan terjadi setelah berminggu- minggu ketegangan, penumpukan aset militer AS di kawasan tersebut, dan kebuntuan negosiasi nuklir.#BBC
Keempat, Dampak Regional dan Internasional:
– Ketakutan Warga: Warga di Teheran berusaha melarikan diri, jalan-jalan keluar kota macet.
– Wilayah Udara Ditutup: Beberapa negara di Teluk menutup wilayah udara mereka.
– Korban: Laporan awal menunjukkan adanya korban sipil di UAE akibat puing-puing rudal yang dicegat.#The New York Times
Catatan: Situasi ini berkembang sangat cepat. Informasi ini didasarkan pada laporan media internasional (CNN, BBC, Al Jazeera, Reuters, WSJ) pada hari Sabtu, 28 Februari 2026.(*).
Penulis: Obral Chaniago
















Leave a Reply