AKTAMEDIA.COM, PADANG – Dalam De Minangkabauers, Hendrik Christoffel Zentgraaff Westenenk menggambarkan ninik mamak sebagai figur sentral dalam kehidupan kaum. Namun, bagaimana kedudukan itu jika dibandingkan dengan kondisi Minangkabau sekarang?
Berikut perbandingannya:
1️⃣ Otoritas dalam Kaum
Menurut Westenenk (awal abad ke-20):
Ninik mamak memiliki otoritas kuat dan nyata dalam memimpin kaum. Keputusan adat, pengelolaan pusaka, hingga urusan pernikahan berada dalam kendali mereka melalui musyawarah.
Kondisi Sekarang:
Peran ninik mamak masih diakui secara adat, terutama di nagari yang kuat memegang tradisi. Namun dalam praktik sehari-hari, keputusan keluarga lebih banyak dipengaruhi oleh orang tua inti (ayah-ibu), terutama di daerah perkotaan dan keluarga perantau.
2️⃣ Pendidikan dan Pembinaan Kemenakan
Menurut Westenenk:
Mamak adalah pembimbing utama dalam pembentukan karakter kemenakan. Ia bertanggung jawab atas perilaku sosial dan moral mereka.
Kondisi Sekarang:
Fungsi pendidikan lebih dominan di tangan orang tua dan lembaga formal (sekolah). Peran mamak sering lebih simbolis, kecuali dalam keluarga yang masih menjaga adat secara ketat.
3️⃣ Pengelolaan Harta Pusaka
Menurut Westenenk:
Tanah ulayat dan pusaka tinggi dikelola oleh ninik mamak untuk kepentingan kaum. Ini adalah sumber kekuasaan dan tanggung jawab utama mereka.
Kondisi Sekarang:
Harta pusaka masih ada, tetapi banyak yang sudah terbagi, berkurang, atau beralih fungsi. Sengketa pusaka sering terjadi, dan kadang melibatkan hukum negara. Otoritas ninik mamak dalam pengelolaan pusaka tidak sekuat dulu.
4️⃣ Posisi dalam Struktur Sosial Nagari
Menurut Westenenk:
Ninik mamak adalah bagian inti dari sistem pemerintahan nagari. Mereka duduk dalam kerapatan adat dan memegang kendali sosial.
Kondisi Sekarang:
Struktur nagari tetap ada, terutama setelah otonomi daerah. Namun pemerintahan formal (wali nagari dan perangkatnya) bekerja berdampingan dengan lembaga adat. Pengaruh ninik mamak tergantung pada kekuatan adat di nagari tersebut.
Faktor Perubahan
Beberapa hal yang menyebabkan pergeseran peran ninik mamak:
Pendidikan modern dan pola keluarga inti
Urbanisasi dan tradisi merantau
Hukum nasional yang mengatur warisan dan kepemilikan
Perubahan pola ekonomi masyarakat
Kesimpulan
Dalam pandangan Westenenk, ninik mamak adalah figur sentral dan struktural dalam membimbing kemenakan serta menjaga adat. Di masa kini, peran tersebut masih ada, tetapi mengalami transformasi. Di nagari yang kuat memegang adat, ninik mamak tetap berpengaruh. Namun di lingkungan modern dan perantauan, perannya cenderung lebih simbolis.
Perubahan ini bukan hilangnya adat, melainkan adaptasi terhadap zaman. Tantangannya adalah bagaimana menjaga nilai-nilai bimbingan, tanggung jawab, dan musyawarah yang dahulu menjadi kekuatan utama hubungan mamak dan kemenakan.















Leave a Reply