Advertisement

Mega Satria: Menjaga Denyut Keuangan di Jantung Energi Nasional

AKTAMEDIA.COM, JAKARTA – Di balik kokohnya sebuah perusahaan energi nasional, ada sistem keuangan yang bekerja tanpa henti—mengatur arus kas, menjaga stabilitas, dan memastikan setiap proyek berjalan sesuai rencana. Di posisi strategis itu kini berdiri Mega Satria, Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero), sosok yang meniti karier panjang dari sektor perbankan global hingga perusahaan-perusahaan strategis nasional.

Perjalanannya bukan tentang loncatan jabatan semata, melainkan tentang konsistensi, disiplin finansial, dan kesiapan menghadapi tantangan lintas industri.

Fondasi Global: Disiplin dari Dunia Perbankan

Karier Mega Satria dimulai di sektor perbankan internasional—lingkungan yang menuntut presisi, kecepatan analisis, dan ketahanan terhadap tekanan pasar.

Ia pernah berkiprah di:

HSBC

ABN AMRO

Deutsche Bank

Di dunia inilah ia mengasah kemampuan dalam treasury, manajemen likuiditas, pengelolaan risiko nilai tukar, hingga strategi pembiayaan korporasi. Lingkungan global membentuk perspektifnya bahwa stabilitas finansial bukan sekadar soal angka, melainkan sistem yang harus tangguh menghadapi gejolak.

Disiplin analisis dan kehati-hatian dalam pengambilan keputusan menjadi karakter yang melekat dalam setiap langkah profesionalnya.

Fase Strategis: Membangun dan Mengembangkan Bisnis

Tahun 2008 menjadi bab penting ketika ia bergabung dengan Sampoerna Strategic Group sebagai Executive Vice President – Business Development & National Distribution.

Pada periode tersebut, grup investasi ini tengah memperluas portofolio di berbagai sektor seperti agribisnis, properti, telekomunikasi, dan jasa keuangan. Di sinilah Mega Satria berperan dalam:

Merancang strategi ekspansi bisnis

Menilai kelayakan investasi baru

Mengintegrasikan sistem distribusi nasional

Menyusun struktur pembiayaan yang efisien

Lingkungan investasi mengajarkannya membaca peluang sekaligus mengukur risiko. Ia belajar bahwa pertumbuhan harus dibangun dengan perhitungan matang, bukan spekulasi.

Pengalaman lintas sektor ini memperluas cakrawalanya, mempersiapkannya untuk tantangan yang lebih kompleks di kemudian hari.

Ujian di Industri Transportasi dan Komoditas

Langkah berikutnya membawanya ke sektor transportasi udara. Di Garuda Indonesia, ia menghadapi realitas industri dengan margin tipis dan tekanan biaya tinggi. Mengelola arus kas di tengah fluktuasi harga avtur dan persaingan ketat menjadi ujian nyata.

Pengalaman itu berlanjut ketika ia menjabat sebagai CFO di Citilink Indonesia. Di sini, efisiensi menjadi kunci. Setiap keputusan finansial berdampak langsung pada daya saing perusahaan.

Kemudian, ia dipercaya menjadi Direktur Keuangan di Bukit Asam, perusahaan tambang batu bara yang sangat dipengaruhi dinamika harga komoditas global. Ia harus menavigasi fluktuasi harga, pengelolaan utang, serta strategi investasi jangka panjang.

Di setiap sektor yang berbeda, satu benang merah terlihat: kemampuan mengelola risiko dan menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kehati-hatian.

Menapaki Puncak Tanggung Jawab: Pertamina

Penunjukannya sebagai Direktur Keuangan Pertamina bukan sekadar promosi jabatan, melainkan amanah besar. Pertamina adalah tulang punggung ketahanan energi Indonesia. Skala bisnisnya meliputi hulu hingga hilir, dari eksplorasi migas hingga distribusi BBM ke seluruh pelosok negeri.

Sebagai Direktur Keuangan, tanggung jawabnya mencakup:

1. Stabilitas dan Struktur Keuangan

Mengelola pembiayaan proyek-proyek migas bernilai miliaran dolar, menjaga kesehatan neraca, serta memastikan rasio utang tetap terkendali.

2. Manajemen Risiko Global

Harga minyak dunia, dinamika geopolitik, serta fluktuasi nilai tukar menjadi faktor eksternal yang harus diantisipasi dengan strategi lindung nilai dan perencanaan matang.

3. Transparansi dan Tata Kelola

Sebagai BUMN strategis, Pertamina berada dalam sorotan publik. Penguatan tata kelola dan akuntabilitas keuangan menjadi bagian penting dari kepemimpinannya.

4. Transformasi Energi

Di tengah dorongan menuju energi baru dan terbarukan, keputusan finansial harus selaras dengan visi jangka panjang perusahaan menuju keberlanjutan.

Gaya Kepemimpinan: Tenang dalam Tekanan

Mega Satria dikenal sebagai figur yang tidak banyak tampil di ruang publik, tetapi kuat dalam ruang pengambilan keputusan. Pendekatannya berbasis data dan analisis mendalam. Ia memahami bahwa dalam industri strategis, keputusan tergesa dapat berdampak sistemik.

Pengalamannya di sektor swasta dan BUMN membuatnya terbiasa bekerja di bawah tekanan. Ia memadukan keberanian mengambil peluang dengan disiplin pengendalian risiko.

Dalam dunia energi yang penuh dinamika, ketenangan sering kali menjadi aset terpenting.

Keuangan sebagai Pilar Kedaulatan Energi

Di perusahaan seperti Pertamina, keuangan bukan sekadar fungsi administratif. Ia adalah fondasi keberlanjutan operasional dan investasi masa depan. Stabilitas finansial menentukan kemampuan perusahaan menjaga pasokan energi bagi masyarakat.

Perjalanan Mega Satria menunjukkan bahwa kepemimpinan strategis dibangun dari pengalaman panjang dan kesiapan menghadapi tantangan berlapis.

Dari ruang perbankan internasional hingga meja direksi energi nasional, langkahnya mencerminkan kesinambungan: disiplin, analitis, dan terukur.

Di tengah gelombang perubahan global, sosok seperti Mega Satria berada di garis depan menjaga agar denyut energi bangsa tetap stabil.

Steven
Author: Steven

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *