AKTAMEDIA.COM, PADANG – Di tengah debur ombak Pantai Padang, berdirilah Masjid Al-Hakim—sebuah bangunan megah yang tak hanya memanjakan mata, tetapi juga menenangkan jiwa. Masjid ini kini dikenal sebagai salah satu ikon wisata religi Sumatera Barat. Namun, kemegahan fisiknya hanyalah lapisan luar dari sebuah kisah yang jauh lebih dalam tentang iman, keikhlasan, dan tanggung jawab sosial.
Di balik berdirinya masjid ini, terdapat sosok H. Arnes Azwar, seorang pengusaha tekstil asal Padang yang meniti kesuksesan melalui usaha Toko Indonesia Exclusive Textile, dengan cabang di Padang dan Pekanbaru. Usaha tersebut tidak dijalankan dari balik meja semata, melainkan dipimpin langsung bersama keluarganya. Dalam keseharian, ia dikenal sederhana, membumi, dan menjadikan usaha sebagai ladang pengabdian, bukan sekadar akumulasi keuntungan.
Sebagai ayah dari tiga orang anak, Arnes menanamkan nilai keteladanan dalam keluarga. Ia dikenal sangat santun dan hormat kepada orang tuanya—sebuah sikap yang dalam budaya Minangkabau bukan hanya etika, tetapi fondasi moral. Dari sikap itulah tampak bahwa religiusitasnya tidak berhenti pada simbol, melainkan hidup dalam perilaku sehari-hari.
Kesadaran inilah yang kemudian mewujud dalam niat membangun Masjid Al-Hakim. Ia meyakini bahwa rezeki yang baik harus kembali kepada umat. Maka, ketika kawasan Pantai Padang mulai ditata ulang, niat itu disampaikan tanpa riuh, tanpa tuntutan sorotan. Pemerintah Kota Padang menyediakan lahan, sementara pembiayaan pembangunan masjid ditanggung oleh sang dermawan—sebuah kolaborasi yang lahir dari kepercayaan dan tujuan bersama.
Masjid Al-Hakim dibangun dengan desain terinspirasi dari Taj Mahal, melambangkan keagungan Islam dan keindahan peradaban. Namun yang lebih penting, masjid ini dibangun dengan jiwa pelayanan. Sejak mulai difungsikan pada 2020, masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang sosial: tempat berbagi, belajar, dan bertumbuh bersama.
Yang patut dicatat, Masjid Al-Hakim tidak pernah diposisikan sebagai monumen personal. Tidak ada penonjolan berlebihan atas siapa pendirinya. Justru di situlah nilai besarnya. Di tengah zaman ketika kebaikan sering dipertontonkan, Masjid Al-Hakim mengajarkan bahwa amal paling kuat justru lahir dari kesenyapan niat.
Masjid ini mengingatkan kita bahwa membangun rumah ibadah sejatinya adalah membangun manusia. Dan dari Pantai Padang, Masjid Al-Hakim berdiri sebagai penanda bahwa iman, jika dipadukan dengan keikhlasan dan kerja nyata, mampu meninggalkan warisan yang jauh melampaui usia sebuah bangunan.















Leave a Reply