AKTAMEDIA.COM, TANAH DATAR – Terletak tepat di pinggir jalan raya utama yang menghubungkan Kota Padang Panjang dan Batusangkar, Pasar Simabur (yang juga akrab disapa Pasa Simabua atau Balai Sinayan) terus menjadi pusat perputaran ekonomi penting bagi warga Nagari Simabur dan sekitarnya.
Meskipun dikenal memiliki hari puncak atau “hari pekan” setiap Senin, pasar ini ternyata tidak pernah benar-benar sepi di hari-hari lainnya.
Puncak Keramaian di Hari Senin
Setiap hari Senin, suasana di Balai Sinayan berubah menjadi sangat sibuk. Pedagang dari berbagai daerah berdatangan membawa komoditas unggulan, mulai dari hasil tani segar, kuliner khas Minang, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya. Ribuan pengunjung tumpah ruah, menjadikan pasar ini sebagai salah satu titik kemacetan produktif di jalur lintas kabupaten tersebut.
Aktivitas Harian yang Tetap Eksis
Hal yang unik dari Pasar Simabur adalah konsistensinya. Berbeda dengan beberapa pasar tradisional di Sumatra Barat yang hanya aktif pada hari pekan, di Simabur:
Pedagang Harian: Sejumlah pedagang tetap membuka kios mereka setiap hari.
Kebutuhan Pokok: Warga sekitar maupun pengendara yang melintas tetap bisa menemukan kebutuhan pokok meski bukan di hari Senin.
Lokasi Strategis: Posisinya yang berada di jalur transit Padang Panjang – Batusangkar membuat pasar ini menjadi tempat singgah favorit bagi pelancong yang ingin berbelanja kecil atau sekadar mencari kudapan.
Identitas Nagari Simabur
Keberadaan pasar ini bukan sekadar tempat transaksi, melainkan identitas bagi Nagari Simabur. Nama “Balai Sinayan” sendiri merujuk pada tradisi penamaan pasar berdasarkan hari (Senayan/Senin), yang menunjukkan betapa kuatnya akar sejarah pasar ini dalam kehidupan sosial masyarakat setempat.
Bagi Anda yang sedang menempuh perjalanan dari Padang Panjang menuju Batusangkar, singgah sejenak di Pasa Simabua bisa menjadi pengalaman menarik untuk merasakan langsung keramahan warga dan kesegaran produk lokal Tanah Datar.

















Leave a Reply