AKTAMEDIA.COM, JAKARTA – Nama Datuk Hakim Thantawi dikenal sebagai salah satu tokoh pengusaha nasional yang lahir dari rahim budaya Minangkabau. Ia bukan sekadar pebisnis, tetapi juga organisator, pembina olahraga, dan dermawan yang meninggalkan jejak penting dalam perjalanan dunia usaha Indonesia.
🌄 Lahir dari Tradisi Dagang Minangkabau
Datuk Hakim Thantawi lahir pada 18 Januari 1947 di Bukittinggi, Sumatera Barat. Ia tumbuh dalam kultur Minangkabau yang kuat dengan filosofi merantau dan berdagang. Sejak muda, ia sudah terbiasa dengan nilai kemandirian, keberanian mengambil risiko, serta kecerdikan membaca peluang.
Budaya Minang yang menjunjung tinggi semangat usaha dan jaringan perantau menjadi fondasi kuat dalam perjalanan hidupnya. Ia belajar bahwa keberhasilan bukan sekadar soal modal, tetapi tentang keberanian, relasi, dan kepercayaan.
💼 Membangun Kerajaan Usaha dari Nol
Karier bisnis Datuk Hakim dimulai dari usaha perdagangan. Dengan ketekunan dan insting bisnis yang tajam, ia mengembangkan usahanya hingga membentuk Grup Thaha, yang bergerak di berbagai bidang, antara lain:
Perdagangan umum dan ekspor-impor
Pertambangan
Properti dan investasi
Distribusi dan jasa

Pada era 1970–1990-an, namanya masuk dalam jajaran pengusaha nasional yang cukup berpengaruh. Ia dikenal sebagai sosok yang berani mengambil peluang di tengah dinamika ekonomi Indonesia yang sedang bertumbuh.
Bagi Datuk Hakim, bisnis bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga tentang membangun jaringan dan menciptakan lapangan kerja.
🤝 Tokoh Pendiri HIPMI
Salah satu kontribusi terpentingnya adalah keterlibatan dalam pendirian Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) pada 10 Juni 1972.
HIPMI lahir dari semangat membangun kemandirian ekonomi bangsa melalui pengusaha muda. Datuk Hakim termasuk generasi awal yang mendorong:
Tumbuhnya wirausaha nasional
Peran swasta dalam pembangunan
Solidaritas antar pengusaha muda
Organisasi ini kemudian melahirkan banyak tokoh nasional di bidang bisnis maupun politik. Kontribusinya di HIPMI menunjukkan bahwa ia bukan hanya membangun usaha pribadi, tetapi juga membangun ekosistem kewirausahaan Indonesia.
🏊 Dedikasi di Dunia Olahraga
Tak banyak pengusaha yang aktif membina olahraga, namun Datuk Hakim berbeda. Ia pernah menjabat sebagai:
Ketua Umum PB PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia)
Ketua Umum FOMI (Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia)
Ketua Umum IODI (Ikatan Olahraga Dansa Indonesia)
Kepeduliannya terhadap olahraga menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan manusia Indonesia secara menyeluruh—fisik, mental, dan karakter.
🌍 Kiprah Sosial dan Organisasi Minangkabau
Sebagai tokoh Minang perantauan, ia aktif di Gebu Minang, organisasi yang mempererat hubungan masyarakat Minangkabau di tingkat nasional dan internasional.
Ia juga mendirikan Yayasan Al-Hakim, yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan. Melalui yayasan tersebut, ia menyalurkan bantuan kemanusiaan, dukungan pendidikan, serta kegiatan keagamaan.
Baginya, keberhasilan tidak lengkap tanpa berbagi.
📖 Jejak Hidup dalam Biografi
Kisah hidupnya dibukukan dalam karya berjudul:
Perjalanan Hidup Datuk Hakim Thantawi: Bercanda, Berniaga, Berderma
Judul tersebut mencerminkan tiga sisi kepribadiannya:
Bercanda – sosok humoris dan hangat
Berniaga – pekerja keras dengan visi bisnis
Berderma – memiliki kepedulian sosial tinggi
Buku ini merekam perjalanan hidupnya dari masa awal merintis usaha hingga menjadi figur nasional.
🕊️ Akhir Perjalanan
Datuk Hakim Thantawi wafat pada 21 Juli 2004 di Jakarta. Kepergiannya meninggalkan duka, namun juga warisan nilai: kerja keras, keberanian, loyalitas pada organisasi, dan kepedulian sosial.
🌟 Warisan dan Inspirasi
Datuk Hakim Thantawi adalah gambaran pengusaha Minangkabau yang sukses merantau, membangun usaha, aktif berorganisasi, serta tetap peduli pada masyarakat. Ia menunjukkan bahwa kesuksesan sejati bukan hanya tentang kekayaan, tetapi juga tentang kontribusi.
Warisan terbesarnya bukan hanya perusahaan, tetapi semangat kewirausahaan dan kepedulian sosial yang terus menginspirasi generasi berikutnya.















Leave a Reply