AKTAMEDIA.COM, PADANG – ANAK PUSAKO
(Bagda subuh, masjid raya 28/2/25) Anak pusako, atau ada juga yang menyebut anak pisang adalah anak kandung dari Saudara Laki-laki di Minangkabau Sumatera Barat.
Anak ini diberi beberapa ke istimewaan oleh Bakonya atau keluarga ayahnya “Anak pusako bapisau tajam, bakonyo badagiang taba” artinya jarang “kandaknyo ndak kabuliah, pintaknyo ndak ka balaku”
Anak pusako yang laki laki sering juga disebut dengan anak ujuang ameh, Kenapa sampai disebut anak ujuang ameh, karena punya beberapa tanggungjawab nan di tinggakan orangtuanya.
Anak ujuang Ameh dari kecil selalu Bakundang kundang/gendong (ikut terus dgn bapaknya). Selama itu bapaknya akan menjelaskan segala hal tentang Bakonya, baik Kekerabatan, pusako dan semua hal tentang bakonyo, dengan harapan nantinya anak tersebut bisa menjadi perekat antaro pusako jo limbago (keluarga Bapak/suami dan keluarga Ibu/istri) dan bisa membantu menengahi bila terjadi konflik di Kaum Bakonya tersebut, bahkan di beberapa Nagari salah satu sarat sahnya pengangkatan Penghulu harus diketahui anak ujuang ameh ini.
Ada beberapa hal yang merupakan tangguang jawab dari anak pusako, antaro lain :
1. Menjadi perekat antaro keluarga Bapak dan keluarga Ibu,
2. Menjadi problem solfer pemecah masalah bila terjadi konflik di kaum Bako, karena dari kecil sdh dengan Bapaknya, maka Ia sudah pasti menerima penjelasan tentang segala sesuatu di Kaum Bakonya, baik kekerabatan, pusako, sako dan lain sebagainya yang bisa digunakan dalam mencarikan solusi.
Maka, kato nan tuo tuo, tanggung jawab tadi akan lebih mudah dilalsanakan bila “anak pusako pulang ka bako” ba a lai ado niaik pulang ka bako.
















Leave a Reply