Advertisement

Silat Kumango

AKTAMEDIA.COM, BATUSANGKAR – Bukan Sembarang Silat! Inilah Silek Kumango, Beladiri Legendaris Minang yang Langkahnya Diambil dari Huruf Alif Hingga Dal

Berbicara tentang Minangkabau bukan hanya soal kulinernya yang mendunia, tapi juga tentang warisan beladirinya yang penuh misteri dan filosofi. Salah satu yang paling melegenda adalah Silek Kumango.

Bukan sekadar gerak fisik untuk menjatuhkan lawan, silat yang berasal dari Nagari Kumango, Kabupaten Tanah Datar ini, menyimpan rahasia spiritual yang membuat siapa pun bergidik kagum.

Warisan Sang Ulama Besar: Syekh Kumango
Lahir di awal abad ke-19, Syekh Abdurrahman al-Khalidi atau yang lebih dikenal sebagai Syekh Kumango, adalah sosok jenius di balik aliran ini. Beliau bukanlah pendekar biasa. Ia adalah seorang ulama tarekat yang meramu ilmu beladiri dari perjalanannya berkeliling Nusantara.

Silek Kumango lahir di sebuah surau kecil bernama Surau Subarang. Di sana, murid-muridnya tidak hanya diajarkan cara memukul, tetapi juga cara mengendalikan diri melalui ajaran tarekat Naqsyabandiyah dan Sammaniyah. Inilah yang membuat Kumango berbeda: Silat ini adalah ibadah dalam bentuk gerak.

Rahasia di Balik Langkah: Alif hingga Dal
Keunikan paling mencolok yang membuat dunia terkesima adalah cara pesilat Kumango melangkah. Jika silat lain meniru gerakan harimau atau elang, Silek Kumango justru mengambil inspirasi dari huruf-huruf Arab.

Setiap gerak langkahnya dinamai dengan istilah Islami:

* Langkah Alif-Lam
* Langkah Lam-Ha
* Langkah Mim-Ha
* Langkah Mim-Dal

Bagi para pelakunya, melangkah bukan hanya soal posisi kaki, melainkan bentuk manifestasi dzikir. Ada kekuatan spiritual yang diyakini hadir saat seorang pesilat mampu menyelaraskan napas, langkah, dan hati dengan asma Allah.

Filosofi “Pijak Baro”: Lembut Namun Mematikan
Dalam bertarung, Silek Kumango dikenal dengan prinsip “Pijak Baro” (menginjak bara). Gerakan kakinya sangat ringan, gesit, dan penuh antisipasi, seolah sedang berjalan di atas bara api yang panas.

Strateginya? Mengalah untuk menang. Pesilat Kumango sering kali terlihat “memberi ruang” pada lawan, namun itu hanyalah jebakan. Begitu lawan lengah, teknik Langkah Tuo akan bekerja secepat kilat. Hanya dalam hitungan detik, lawan akan terkunci dalam Kuncian Kumango yang sangat sulit dilepaskan, bahkan oleh ahli beladiri sekalipun.

Dari Nagari Kecil Menaklukkan Dunia
Kehebatan Silek Kumango bukan isapan jempol belaka. Peneliti internasional seperti Donn F. Draeger hingga pakar silat legendaris O’ong Maryono telah mengabadikan aliran ini dalam karya-karya mereka. Saat ini, Silek Kumango bukan hanya dipelajari di Sumatera Barat, tapi sudah melintasi batas negara hingga ke mancanegara.

Silek Kumango adalah bukti nyata bahwa identitas asli Indonesia, yang memadukan kekuatan fisik dengan kedalaman batin, akan selalu mendapat tempat terhormat di mata dunia.

“Silek bukan untuak mancari lawan, tapi untuak manjago diri dan mendekatkan diri pado nan Kuaso.” (Silat bukan untuk mencari musuh, tapi untuk menjaga diri dan mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa). (Wikipedia)

#SilekKumango #WarisanMinang #SilatIndonesia #TanahDatar #BudayaMinangkabau #PencakSilat #InfoSumbar

Steven
Author: Steven

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *