Advertisement

PENGHULU ATAU NINIAK MAMAK

AKTAMEDIA.COM, PADANG – Penghulu atau Niniak mamak, dikiaskan sebagai berikut:
Kayu gadang ditangah koto, nan tacelah tampak jauah, tabarumbun tampak hampiang, pucuaknyo cewang kalangik, ureknyo paguah, babungo rimbun dek adat, babuah kato nan bana, gadang gadang batang tampek basanda, rimbun daun bakeh bataduah, bakeh bataduh kahujanan, tampek balinduang kapanasan.

ANALISA:
Kalau di buka sitambo lamo, tambo sejarah alam Minang, dibaca lalu dipikiakan, dihinok lalu dimanuangkan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Adapun nama gelaran Penghulu itu, adalah suatu pangkat kemuliaan yang menjadi kepunyaan suatu kaum, yang dipusakai sebagai turun temurun, dari nenek moyang dahulu kala, dipusakai menurut garis keturunan ibu (matriachat).

Inilah sesuatu yang: Mahal tak dapat dibeli, murah tak dapat dimintak. Maka hendaklah setiap orang memelihara Permata yang berharga itu.

2. Penghulu itu adalah Pemimpin dari anak kemenakanya (kaumnya), pemimpin dalam sukunya, pemimpin dalam kampungnya dan pemimpin dalam nagarinya. Maka Penghulu adalah nama jabaran.

3. Penghulu itu tempat bersandar dan berlindung oleh anak kemenakan dalam arti yang luas, kapai tampek batanyo, kapulang tampek kamanyalam, tagantuang nan kamangaik, taluncua nan kamaelo. Dsb.

4. Penghulu itu adalah sebagai hakim, kusut akan menyelesaikan karuah akan menjernihkan, manimbang samo barek, maukua samo panjang, menjadi wakil mutlak bagi anak buah yang sepayungnya.

5. Menjadi anggota kerapatan dalam tiap kerapatan:
a. Keparatan dalam tiap perut (kaum)
b. Kerapatan dalam suku
c. Kerapatan dalam kampung
d. Kerapatan dalam nagari
e. Kerapatan dalam Luak atau pun Alam Minang kabau

Elok baimbaukan, buruak bahimbauan, dunia baleh mambaleh, siasek palu mamalu, himbau basahuti, panggia baturuti.

6. Karakter orang itu ialah: Berilmu, artinya banyak pengetahuan (umum), tahu diadat jo limbago, tahu dialua dengan patut, tahu disuriah dengan barih, tahu diraso jo pareso, tahu dihalal dengan haram, tahu disah dengan bata, dsb.

Dalam sebuah pepatah disebutkan, orang yang akan menjadi pemimpin itu: Bacawek salilik pinggang, basisampiang sibugih lamo Mahia diadat lanca di undang, pasa jalan ka agamo.

Sebutan Niniak mamak asalnya adalah dari kata Ninik dari mamak.
Artinya nenek dari mamak kita, siapakah ia???

Kalau mamak dari mamak kita, itu baru inyiak aki dari kita. Sekarang nenek dari mamak kita, kalau kita sekarang menyebut Piyut, kalau daerah lain mengatakan Datuk, dan masa dahulu juga disebut : Datuk.
Kalau dimuka disebut Penghulu adalah nama jabatan, maka Ninik mamak adalah nama pangkat dan Datuk adalah nama title/sebutan

Kesimpulannya:
– Penghulu adalah : nama Jabatan
– Ninik mamak adalah: nama Pangkat
– Datuk adalah : nama title/sebutan

Kalau demikian maka Penghulu adalah mempunyai pekerjaan yang berat, tidak ada ukuran waktu, dikeluarkan S.K oleh kaum, dengan tidak bergaji.
Maka orang yang akan diangkat jadi Penghulu itu sebaiknya adalah :
1. Mempunyai ilmu, umum, adat, dan agama.
2. Baik tingkah lakunya.
3. Jujur (dalam arti yang luas).
4. Pemurah artinya pemurah mengeluarkan kata kata yang baik, amar ma’ruf nahi mungkar, dan pemurah juga dalam material.
5. Kaya, artinya : Kaya diadat dan pusaka, kaya diakal dengan budi dan sebaiknya kaya juga akan material.
6. Domisili dinagari atau dalam satu kecamatan
7. Umur paling bawah 35 tahun

POKOK POKOK PENDIRIAN PENGHULU

a. SIFAT PENGHULU
1 : Kuat pendirian
2 : Siddiq (benar)
3 : Tablig (menyampaikan)
4 : Amanah (tidak menyembunyikan)
5 : Fatanah (sempurna cerdik)
6 : Kuat barang pekerjaan kebaikan dalam negeri
7 : Menyelesaikan yang kusut

b. MARTABAT PENGHULU
1 : Ber’akal
2 : Ber ilmu
3 : Kaya di adat dan murah mulut
4 : Pemurah pada harta
5 : Jaga (ingat)
6 : Sabar
7 : Tawakal

a. LARANGAN PENGHULU :
1 :Jangan merusak keamanan dan kesentosaan dalam Kampung, hilir melonjak mudik melonjak, kiri kanan, memecah perang, mengusut nagari nan selesai.

2 :Berpaham bak pimping dilereng, berhati bak daun simantung, sebentar hitam sebentar putih kemana angin yang keras kesana pula condongnya.

3 :Barunding bak sarasah tajun, bakato, bak katiak ula, bakato lalu lalang sajo indak nan santiang pado awak

4 :Sombong takabua, ongeh jo congkak

b. PANTANGAN PENGHULU :
1 : Meninggalkan siddiq dan tablig
2 : Berhati dengki dan kizib
3 : Merobah zahir dengan batin, memakai
cincin dan sio sio
4 : Mahariak mahantam tanah, mendabia
Manggadapang
5 : Memanjat tidak basigai, naiak di
pintu jendela
6 : menuhuk kawan seiring, menggunting
dalam lipatan, menahan jerat
dipintu, melukah di Bandar air

PERINGATAN : Sebaiknya penghulu berhati hati dengan larangan dan pantangan

TUGAS ( KEWAJIBAN PENGHULU ) 6 PERKARA

1. Menjadi Kepala Pemerintahan dalam kaumnya atau sukunya menjadi tapatan, cancang nan balandasan lompek nan basitumpu.

2. Menjadi Kepala Hakim, kusut menyelesaikan , keruh menjernihkan menimbang buruk dan baik menjauhkan
yang mudarat mendatangkan yang mamfa’at untuk sepayungnya.

3. Menjadi guru bagi segala anak buah yang sepayungnya, pergi, tempat bertanya, pulang tempat ber berita.

4. Menjadi wali adat bagi anak buah yang sepayungnya,
Apabila mereka yang nikah, setelah sepakat kaum keluarga yang patut.

5. Menjadi wakil mutlak dari semua anak buah dibawah Payungnya terhadap masalah keluar, mamak dipintu hutang kamanakan di pintu baia ( bayar ).

6. Menjadi anggota kerpatan dalam tiap kerapatan
a. Kerapatan dalam tiap perut
b. Kerapatan dalam tiap suku
c. Kerapatan dalam kampung
d. Kerapatan dalam nagari
e. Kerapatan dalam Luhak ataupun Alam Minangkabau.

Buruak bahambauan elok bahimbauan, dunia baleh mambaleh, siasek palu mamalu, himbau basahuti, panggia baturuti.

MEMELIHARA ANAK KEMENAKAN 6 perkara

1. Wilayah : Hukum menghukum dalam kampung, perintah memerintah dalam nagari
2. Hikayat : Menceritakan yang baik dan buruk, amar makruf nahi mungkar
3. Amanah : Kepercayaan
4. Muslihat : Mendapatkan budi anak kemenakan
5. Had : Mengukur menjangkokan, membaris membalabeh
6. Nasehat : Memberi pengajaran yang baik

PIKIRAN PENGHULU

Adapun pikiran penghulu, ialah pikiran yang menuju kebaikan saja, kebaikan untuk dirinya, untuk anak buahnya, karib kerabatnya, serta kebaikan untuk orang lain. Oleh sebab itu wajiblah bagi penghulu itu berfikir lebih dahulu sebelum ia berkata, sebelum mengerjakan sesuatu, supaya ia tidak terlanjur dalam langkah-langkahnya, piker dahulu pendapatan sesal kemudian tak berguna.
Kataruih badan kok hilang, kasuaruik jauah talampau

PAHAM PENGHULU

Adapun paham Penghulu itu, ialah paham yang tetap, paham yang tiada mudah berobah-robah. Janganlah Penghulu itu berpaham seperti pimping di lereng, baling-baling diatas bukit, kemana angin yang keras kesana pula condongnya. Jikalau Penghulu itu, mudah saja mengubah-ubah pahamnya atau perkataannya, tak dapat tidak, Penghulu itu niscaya menjadi rendahlah derajatnya, sebab pahamnya tidak tetap dan tentulah katanya tak dapat diturut.
Nanti apabila ia mengatakan yang benar, niscaya orang tak akan, percaya lagi, sekali lancung keujian selama hidup orang tak percaya. Nak kokoh paham di kunci, jangan taurah bak katiding, kok ado rundingan batin, patut baduo jan batigo, patut babisik jan ba dorai, injan lai didanga urang.

AKAL PENGHULU

Tiap-tiap Penghulu itu wajiblah ia memakaikan akal yang baik-baik saja, akan pengirit segala kaum kerabatnya, dan orang banyak kepada jalan kebaikan dan mencari jalan untuk penolak jalan kejahatan. Jika Penghulu itu melakukan akal budinya, haruslah ia dengan sidik mudiknya dlam segala pekerjaan. Dan wajiblah bagi Penghulu itu tahu ereng gendeng, jiguah pangkuah, hino mulia baso basi, serta tahu di ranting kamalanting, tahu di langia kama himpik, serta tahu makna kata kias, tahu di kias kata banding, tahu di sindir kata balik, tembak dibari baalamat, kato, dibari ba kiasan.

TIMBANGAN PENGHULU

Adapun Penghulu itu wajib baginya menimbang buruk dan baik, melarat dan mamfa’at, tinggi dan rendah, jauh dan dekat dalam segala pekerjaan yang ia kerjakan dan dikerjakan anak buahnya. Jika Penghulu itu tiada menimbang lebih dahulu suatu pekerjaan yang akan dikerjakannya, niscaya ia sendiri rugi, rugi anak buahnya, dan orang lain. Dan haruslah ia menimbang sama berat, mengukur sama panjang, manimbang di nan ado, basiang din an tumbuah, menggambar dinan nyato.

NIAT HATI PENGHULU

Penghulu itu wajib berniat dalam hatinya : Bumi sanang padi manjadi, anak buah bakambang biak, nagari aman santoso, jalan rayo titian batu, anak gadis bajalan surang pantang tahambek tabalintang, hukum adil kato bana, adat badiri sapanjang maso.

MACAM PENGHULU

1 : Penghulu ( sebenar-benar penghulu )
2 : Pengalah
3 : Pengaliah
4 : Pengeluh
5 : Pengulat
6 : Pengulun

Surahnya ( Uraiannya )
1. Sebenar benar Penghulu : ialah yang menjawat warih dari Nabi, menurut jalan Kitabbullah, yaitu memerintah akan kaumnya pada dunia dan akhirat, seperti adatnya Nabi-Nabi, amar ma’ruf nahi mungkar, artinya menyuruh berbuat baik, melarang berbuat mungkar, menurut QUR’AN dan Sunnah, berlaku jujur dan adil. Mahir di adat lanca di undang, pasa di jalan ka agamo.

2. Pangalah : ialah Penghulu yang suka menghasut anak buah orang suka mencampuri pekerjaan orang lain, yang bukan pekerjaannya dan suka memburuk-burukan Penghulu lain, dengan menghasut-asut anak buah orang itu, supaya benci kepada penghulunya, dengan jalan bermacam-macam muslihat, agar sayang kepadanya. Rengganglah ia dengan Penghulunya, dan rapat dengan dia buat memudahkan pekerjaannya.

3. Pengaliah : ialah Penghulu yang tidak teguh janjinya, dan tidak tetap pahamnya, mudah di ombang-ambingkan orang, sedikit saja pekerjaan sulit, dia sudah mengalih.

4. Pengeluh : ialah Penghulu yang tak punya ilmu, hilir mudik mengaduh, tidak tentu akan dibuatnya, keluh sana keluh sini, seperti alu pencungkil duri.

5. Pengulat : yaitu Penghulu yang loba tamak. Apabila ia melihat akan banyak laba, banyak tahil emas dalam perkara, atau lain-lain hal yang menguntungkannya, maulah ia bekerja, tapi kalau tidak akan dapat laba, kalau hanya orang lain, maka ia tidak mau dan malas.

6. Pengulun : ialah Penghulu yang suka menyembunyikan barang serikat, selalu hendak membulati laba seorang saja, tetapi kerja hendak sama juga, Baragiah gadang ke awak, Bajarilah gadang ke urang.

KERUNTUHAN PENGHULU

Gelar Penghulu itu adalah satu kehormatan dan kemuliaan suatu kaum, umpama Mahkota kerajaan bagi suatu Negara.
Memakai Mahkota iut, berarti kaum itu sama derajatnya dengan kaum- kaum yang lain dalam nagari itu, duduk sama rendah, tegak sama tinggi.
Karena gelaran Penghulu itu suatu kehormatan dan kemuliaan bagi suatu kaum, maka semestinyalah orang yang menyandang gelar Penghulu itu, berhati- hati dan memelihara kebersihan Mahkota itu, jangan sampai bernoda.

Maka noda – noda yang melumuri Mahkota itu ada beberapa macam namanya :
1. Runtuh
2. Kuma
3. Baabu

Penjelasan :
Runtuh : disebabkan beberapa macam,
a) Melakukan perzinaan, tatukiak jajak mandaki, tasilojoh jajak manurun.
b) Kawin lari, mancotok malantiang tinggi, manggungguang
mambao tabang
c) Takuruang di biliak urang

Kuma : disebabkan karena :
a) Melakukan pencurian yang dimakan hukum Negara
b) Melakukan pembunuhan
c) Melakukan Pembakaran
d) Melakukan Penyamunan
e) Melakukan Peracunan
f) Melakukan Penipuan

Ba abu : disebabkan karena :
a) Berkelahi dengan sesame orang dalam nagari
b) Dimaki ( dicarut ) orang karena pekerjaannya yang tidak pada tempatnya.
c) Didago dagikan orang

Catatan : Ada juga runtuh yang disebabkan diruntuh orang oleh karena janji indak badapati, ikara indak bamuliakan, hutang tidak mau mambayia. Bataratak bakato asiang, babiliak bakandang dalam, basitegang urek lihia, basikareh buku lidah.

Penyelesaiannya
Kalau runtuh : Payuang nan kucuik bakambangkan, marawa nan rabah batagakkan
Kalau kuma : basasah
Kalau baabu : bagantiak

Steven
Author: Steven

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *