Advertisement

Silvia Mahlina Chaniago, Srikandi Jalan Raya yang Menantang Batas Sumatera–Jawa.

AKTAMEDIA.COM, JAKARTA – Di tengah kerasnya dunia transportasi darat Indonesia yang masih didominasi kaum pria, sosok Uni Chan Chan hadir sebagai simbol keberanian dan ketangguhan. Perempuan bernama asli Silvia Mahlina Chaniago ini dikenal luas bukan karena sensasi semata, melainkan karena kemampuannya mengendalikan bus besar di jalur-jalur berat Lintas Sumatera hingga Pulau Jawa.

Menaklukkan Medan Bukit Barisan
Berasal dari Lintau Buo, Tanah Datar, Uni Chan Chan membuktikan bahwa profesi pengemudi bus antarkota bukan monopoli laki-laki. Kariernya ditempa melalui pengalaman panjang di lapangan. Ia pernah mengemudikan armada Laju Prima pada rute Jambi–Bandung, sebelum akhirnya dikenal sebagai salah satu lady driver andalan di PO MPM.

Jalur Lintas Sumatera kerap dijuluki sebagai medan paling menantang bagi sopir bus. Tikungan curam Pegunungan Bukit Barisan, kabut tebal di perjalanan malam, hingga cuaca yang sulit diprediksi menjadi bagian dari rutinitas Uni. Ketangguhannya di balik kemudi disertai gaya mengemudi yang tenang dan terukur, membuat banyak penumpang merasa aman meski menempuh perjalanan jauh.

Menjaga Adab di Tengah Kerasnya Jalanan
Meski bekerja di lingkungan yang penuh tekanan, Uni tetap memegang nilai-nilai yang ia bawa dari tanah kelahirannya. Sikap santun dan rendah hati khas perempuan Minangkabau menjadi ciri yang melekat dalam kesehariannya, baik saat berinteraksi dengan penumpang maupun sesama awak bus.

Uni pernah menyampaikan prinsip hidup yang ia pegang teguh: “Sebagai urang Minang, ke mana pun melangkah, adab dan adat harus dijaga. Kalau adab kita baik, insya Allah perjalanan pun selamat.” Bagi Uni, mengemudi bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah untuk menjaga keselamatan dan kehormatan profesi.

Simbol Perempuan Minangkabau Masa Kini
Kehadiran Uni Chan Chan di balik kemudi bus antarpulau perlahan mematahkan anggapan lama soal batasan gender dalam dunia kerja. Ia menunjukkan bahwa keberanian, ketekunan, dan profesionalisme jauh lebih menentukan dibanding jenis kelamin.
Berbagai kisah perjalanannya yang viral di media sosial—termasuk saat melintasi jalur-jalur gelap antarprovinsi—menjadi sumber inspirasi bagi banyak perempuan. Uni Chan Chan tidak hanya dikenal sebagai sopir perempuan, tetapi sebagai gambaran nyata semangat Bundo Kanduang yang mandiri, berani, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Di antara deru mesin dan panjangnya bentang aspal Sumatera, Uni Chan Chan terus melaju, membawa pesan bahwa ketangguhan perempuan Minangkabau mampu menembus sekat yang selama ini dianggap tak terlampaui.

Steven
Author: Steven

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *