AKTAMEDIA.COM, JAKARTA – Jokowi dan Rismon sama-sama dituduh ijazahnya palsu. Jokowi dituduh ijazahnya palsu oleh Rismon sedangkan Rismon sendiri dituduh ijazahnya palsu oleh orang lain. Sebelum ini Rismon percaya 100 milyar persen ijazah Jokowi palsu hanya karena mengira font TNR tidak mungkin sudah ada pada zaman Jokowi. Palsu pol…! Tapi ketika orang banyak membantah dan menunjukkan fakta yang bertolak belakang dengan keyakinannya yang100 milyar persen itu maka sekarang Rismon sudah tidak pernah lagi bicara soal font. Entah tinggal berapa persen keyakinannya soal font TNR itu. Sekarang dia menguber-uber soal skripsi Jokowi dan apakah Kasmudjo benar dosen pembimbing skripsi Jokowi atau bukan. Sekarang dia dengan yakin bilang bahwa jika skripsi Jokowi palsu maka ijazahnya pasti palsu. Rismon ini memang orang luar biasa. Dia dengan mudah berpindah keyakinan jika dibutuhkan. Dia dengan gigih mengejar Kasmudjo ke rumahnya meski dia ditolak untuk bertemu. Salut untuk Rismon…!
Seandainya kedua orang tersebut dibawa ke pengadilan dan diminta untuk membuktikan keaslian ijazahnya masing-masing maka bagaimana kira-kira posisinya? Jokowi lulusan UGM sedangkan Rismon mengaku lulusan dari Yamaguchi Jepang. Jelas akan lebih mudah untuk mencari bukti keaslian atau pun kepalsuan ijazah Jokowi lha wong kampus UGM ada di depan mata kita sedangkan Universitas Yamaguchi orang tahunya hanya di Jepang tapi tidak tahu di mana letak persisnya.
Jadi yang mana yang lebih Anda percaya keaslian atau kepalsuannya, ijazah Jokowi atau ijazah Rismon? Ini masalah keyakinan lho ya…😎
Jelas sekali bahwa ijazah Jokowi jauh lebih mudah untuk dibuktikan keaslian atau kepalsuannya karena beberapa faktor. Pertama, kampusnya bisa didatangi dan para pejabatnya bisa ditanyai kebenaran apakah Jokowi memang pernah lulus dari sana. Bahkan dosennya yang pernah mengajar Jokowi dulu juga bisa ditanyai. Kasmudjo, umpamanya. Kedua, Jokowi memiliki ijazah aslinya yang bisa dicek langsung apakah sama dengan ijazah teman-teman se jurusannya yang lulus pada tahun yang sama di tahun 1985. Ketiga, ada banyak teman alumni Fak Kehutanan yang sama-sama lulus di tahun 1985 yang bisa dikonfrontir mengenai kelulusan Jokowi. Keempat, Jokowi ini pernah bekerja di banyak tempat yang membutuhkan bukti ijazahnya. Dia pernah kerja di Aceh, pernah jadi walikota Solo dua kali, Gubernur DKI sekali, dan jadi presiden dua kali. Semua tempat kerjanya membutuhkan bukti ijazahnya. Jadi mudah dijejaki.
Bagaimana dengan Rismon?
Kalau Anda menuduh ijazah Rismon palsu maka Anda akan sangat kesulitan. Pertama, Anda harus mendatangi kampus Rismon di Yamaguchi Jepang sana minta ijin ke rektoratnya untuk menyelidiki apakah benar Rismon pernah kuliah dan lulus doktor di sana. Tentu saja ini tidak mudah. Kampus Yamaguchi pasti akan melindungi hak dan privasi dari alumninya. Tidak semudah itu Ferguso… Emangnya ini UGM yang pejabat rektoratnya bisa didatangi dan dimintai keterangan soal alumninya. Saya kok menduga bahwa Rismon akan dilindungi dan dijaga rapat rahasianya oleh kampus Univ. Yamaguchi sebagai tempatnya belajar dulu. Lagipula kalau Anda ke Yamaguchi Anda harus bisa Bahasa Jepang untuk berkomunikasi dengan para staf di sana. Minimal ya tahu kapan mengucapkan ‘Ohaiyo Gosamasu’ dan ‘Konnichiwa’. Coro Jowo gak payu, bleh…! 😁
Faktor kesulitan kedua adalah kita tidak pernah tahu siapa-siapa saja teman kuliah Rismon di Yamaguchi yang bisa ditanyai kebenarannya. Jangankan lagi mengecek dan mencocokkan ijazah Rismon dengan ijazah teman yang lulus bareng dengannya, lha wong mencari siapa saja teman Rismon kuliah di Yamaguchi saja susah. Rismon juga selama ini tidak pernah kita dengar reunian dengan teman-teman Yamaguchinya. Kalau Jokowi kan sering reunion malah pernah dapat penghargaan sebagai alumnus UGM berprestasi segala kalau tidak salah. Kalau di Jepang mestinya teman-teman kuliah Rismon adalah orang Jepang atau orang asing lain. Kalau ada orang Indonesia maka pastinya orang Indonesia ini akan tampil dan dengan bangga mengumumkan bahwa dia satu almamater dengan Rismon orang top ini. Siapa yang tidak bangga satu almamater dengan Rismon yang lulusan Konnichiwa, eh! Yamaguchi. Bangga dong…! 😁
Jadi kesimpulannya adalah SANGAT SULIT untuk membuktikan tuduhan kepalsuan ijazah Rismon. Para staf Yamaguchi pasti akan melindunginya sehingga hampir mustahil mendapatkan informasi A1, A2, A3, dan kuarto dari kampus ini. Mau dapat informasi dari teman-teman kuliah Rismon di sana? Ente tahu siapa teman-teman sekampusnya Rismon di sana? Ente tahu teman kosnya Rismon di sana? Ente pernah makan Sushi, ramen, dan tempura? Lagipula teman-teman Rismon pasti juga akan melindunginya dan akan berpura-pura tidak kenal dengan Rismon. Apa gak pusing kepala ente? 😁
Sebenarnya ada cara lain untuk menguji tapi ini tidak berhubungan dengan ijazah doctor sih. Kita bisa menguji kemampuan berbahasa Jepang Rismon dengan tes Bahasa Jepang. Katanya ada 5 tingkatan ujian Bahasa Jepang mulai N1 s/d N5. Yang paling mudah N5 dan yang paling sulit N1. Tapi saya yakin Rismon akan lebih memilih tes berbahasa Batak ketimbang tes Bahasa Jepang. Dan itu haknya untuk memilih tes apa yang ia inginkan. Ape loe…! 🤭
Jadi intinya adalah : Lupakan saja tuduhan ijazah Rismon palsu tersebut atau Anda akan stress berkepanjangan dan menderita migren tak habis-habis. Sudahlah percaya saja bahwa Rismon memang doctor lulusan Yamaha, eh! Yamaguchi. Mending menuduh ijazah Jokowi palsu saja karena sangat banyak hoax yang bisa kita mainkan. Lha kita kan memang penikmat hoax nomor satu di dunia. 😂
Surabaya, 18 Juli 2025
By : Satria Dharma















Leave a Reply