AKTAMEDIA.COM, BATUSANGKAR – Pagaruyung bukan hanya sekadar nama nagari di Tanah Datar, Sumatera Barat.
Ia adalah simbol kebesaran dan akar peradaban Minangkabau.
Di sinilah para raja memerintah, hukum adat ditegakkan, dan budaya Melayu-Islam tumbuh kokoh sejak berabad lalu.
Tapi…
❓ Siapa sebenarnya para raja yang pernah duduk di singgasana Pagaruyung?
❓ Dan peninggalan apa saja yang masih bisa kita saksikan hari ini?
🏰 Raja-Raja Pagaruyung: Dari Zaman Hindu-Buddha Hingga Islam
1️⃣ Zaman Hindu-Buddha
• Maharajadiraja Akarendrawarman – Parahyangan (1316)
• Adityawarman – Malayapura & Surawasa (1347–1375)
• Yuwaraja Ananggawarman – Malayapura (1375–1417)
• Wijaya Warman – Malayapura (1417–1440)
2️⃣ Zaman Islam (Yang Dipertuan)
• Sultan Ahmadsyah (1668–1674)
• Sultan Indermasyah (1674–1730)
• Sultan Arifin Muningsyah (1780–1821)
• Sultan Tunggal Alam Bagagarsyah (1821–1833) – raja terakhir sebelum Pagaruyung ditundukkan Belanda.
🔱 Peninggalan Pagaruyung yang Masih Bisa Dikunjungi
📍 1. Makam Raja-Raja Pagaruyung
Terletak di sekitar Batusangkar, jadi saksi bisu perjalanan raja-raja besar Minang.
📍 2. Batu Kasur
Tempat “beradu” calon raja, terletak di bawah rindangnya pohon beringin. Unik & sarat makna!
📍 3. Batu Batikam
Simbol perdamaian dan pemersatu suku-suku Minangkabau, berbentuk batu yang “ditikam”.
📍 4. Istano Basa Pagaruyung
Replika megah istana Rajo Alam yang dibakar Belanda tahun 1804, kini jadi ikon wisata budaya.
📍 5. 22 Prasasti Pagaruyung
Sebagai bukti otentik eksistensi dan kejayaan Adityawarman & Dinasti Mauli Warmadewa.
✍️ Kenapa Ini Penting?
Karena sejarah bukan sekadar cerita lampau…
Tapi pondasi jati diri kita sebagai orang Minangkabau dan bangsa Indonesia.
📢 Mari kenali, kunjungi, dan lestarikan warisan budaya kita.
Karena bangsa besar adalah bangsa yang menghormati sejarahnya.
📌 Kalau kamu pernah ke Istano Pagaruyung, atau tahu cerita menarik tentang raja-rajanya—
📥 Ceritakan di komentar, atau tag teman kamu yang cinta sejarah Minang!
















Leave a Reply