Advertisement

Rayyan, Penari Ujung Sampan Pacu Jalur dari Taluk Kuantan

AKTAMEDIA.COM, TALUK KUANTAN – Di tengah gemuruh sorak penonton yang memadati tepian Batang Kuantan, tampak sosok mungil dengan gerak tubuh lentur, sigap, dan bersemangat menari di ujung jalur—sampan tradisional khas Kuansing. Namanya Rayyan, bocah 12 tahun dari Desa Seberang Taluk, yang kini menjadi simbol semangat dan daya juang dalam tradisi Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.

Tumbuh Bersama Jalur

Rayyan tumbuh di tengah keluarga yang sangat mencintai budaya. Ayahnya adalah bekas tukang pacu, sedangkan ibunya aktif dalam sanggar seni tradisional. Sejak kecil, Rayyan sudah diperkenalkan dengan suara tabuhan gendang, yel-yel semangat, dan tentu saja—aroma lumpur dan kayu jalur yang khas.

Namun, menjadi penari ujung bukan perkara mudah. Peran ini membutuhkan keseimbangan, ekspresi, dan stamina. Penari ujung tidak hanya sebagai penghias perahu, tetapi juga menjadi pelecut semangat bagi tukang pacu di belakangnya.

Latihan dan Dedikasi

Setiap sore selepas pulang sekolah, Rayyan berlatih di pinggir sungai bersama teman-temannya. Ia berlatih gerakan tari sambil berdiri di atas batang pisang yang mengapung, sebagai simulasi posisi di ujung jalur yang sempit dan licin. Gurunya, seorang maestro tari dari Taluk, sering berkata: “Rayyan, ujungmu adalah wajah jalur kita. Tampilkan semangat itu dengan senyummu, gerakanmu, dan tatapanmu.”

Dan Rayyan benar-benar menghayati itu.

Menari di Tengah Arus Deras

Saat lomba besar digelar dalam agenda Festival Pacu Jalur Nasional, Rayyan tampil di ujung Jalur “Sang Rajo Kuantan”—jalur kebanggaan desanya. Dengan mengenakan pakaian adat berwarna cerah, dan mahkota kecil di kepalanya, Rayyan berdiri tegak di ujung jalur yang meluncur deras. Setiap gerak tangannya seakan menyatu dengan irama gendang dan teriakan tukang pacu.

Sorot matanya tajam, namun wajahnya tetap tersenyum. Ia menari bukan hanya untuk menang, tetapi untuk menghormati leluhur, alam, dan warisan budaya yang ia emban.

Simbol Semangat Baru Generasi Muda

Nama Rayyan kini mulai dikenal luas. Banyak orang tua dari desa lain ingin anaknya seperti Rayyan—mencintai budaya sejak dini, disiplin, dan rendah hati. Meski sempat ditawari ikut dalam pertunjukan luar daerah, Rayyan tetap ingin tampil di Pacu Jalur, bersama jalur desanya.

“Saya ingin menjadi pelatih jalur nanti. Tapi sebelum itu, saya ingin jadi penari ujung terbaik di Kuantan,” ucapnya polos namun penuh tekad.

Kisah Rayyan adalah kisah tentang harapan baru bagi budaya tradisional. Di tengah gempuran modernisasi, bocah ini berdiri tegak di ujung jalur—mengingatkan kita bahwa tradisi tidak akan hilang, selama ada generasi yang mencintainya.

Steven
Author: Steven

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *