AKTAMEDIA.COM, KUALA LUMPUR – Kisah sukses MR.DIY berawal dari dua bersaudara asal Malaysia, Tan Yu Yeh dan Tan Yu Wei, yang mendirikan jaringan ritel ini pada tahun 2005. Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang berbeda, mereka berhasil membangun MR.DIY menjadi salah satu jaringan ritel terbesar di Asia Tenggara.
Tan Yu Yeh, lulusan Sarjana Sains dalam Fisika dari Universitas Malaya, memulai karier sebagai insinyur dan kemudian beralih menjadi pialang saham. Pada tahun 2005, ia memutuskan untuk membuka toko peralatan rumah tangga pertama MR.DIY di Jalan Tuanku Abdul Rahman, Kuala Lumpur. Adiknya, Tan Yu Wei, bergabung pada tahun 2011 setelah menyelesaikan studi manajemen di Universiti Sains Malaysia dan memiliki pengalaman di bidang logistik dan produksi.
Dengan strategi bisnis yang fokus pada penyediaan produk berkualitas dengan harga terjangkau, MR.DIY berkembang pesat. Mereka mengadopsi sistem Point of Sale (POS) untuk efisiensi operasional dan menjalin kemitraan dengan pengecer besar seperti Tesco, Giant, dan Aeon. Hingga kini, MR.DIY telah memiliki lebih dari 4.000 toko di 13 negara, termasuk sekitar 1.000 toko di Indonesia.
Pada Oktober 2020, MR.DIY mencatatkan sahamnya di Bursa Malaysia, menjadikannya IPO terbesar di negara tersebut pada periode itu, dengan kapitalisasi pasar mencapai RM10 miliar. Tan bersaudara juga menerima berbagai penghargaan, termasuk dari World Branding Awards dan Frost & Sullivan. Menurut Forbes, pada tahun 2022, kekayaan bersih mereka mencapai US$2,4 miliar.
Kesuksesan MR.DIY tidak lepas dari visi dan kerja keras Tan Yu Yeh dan Tan Yu Wei. Mereka fokus pada kebutuhan pelanggan, efisiensi operasional, dan ekspansi strategis. Dengan pendekatan ini, MR.DIY berhasil menjadi pilihan utama konsumen untuk produk rumah tangga dan kebutuhan sehari-hari di berbagai negara.
Kisah mereka menjadi inspirasi bagi banyak orang, menunjukkan bahwa dengan dedikasi dan strategi yang tepat, bisnis dapat tumbuh dari skala kecil menjadi pemain besar di industri ritel.















Leave a Reply