Advertisement

Issu Liar Jaksa Agung Diganti

AKTAMEDIA.COM, JAKARTA – Berkabar nya issu di gedung Kejaksaan Agung sebentar lagi bakal punya bos baru. ST Burhanuddin, sang Jaksa Agung yang belakangan ini lebih sering tampil di berita daripada di ruang sidang, dikabarkan siap angkat koper dari kantornya. Konon, minggu depan tongkat komando bakal pindah tangan. Surat keputusan bahkan sudah mendarat manis di meja Menteri Sekretaris Negara—tinggal tunggu waktu saja.

Sebagai bentuk pamit yang elegan, Burhanuddin kabarnya sudah mengucap selamat tinggal ke rekan-rekan sejawatnya pada Sabtu, 17 Mei 2025. Entah suasananya penuh haru atau lebih ke arah “akhirnya,” belum bisa dipastikan.

Penggantinya? Bukan wajah baru di dunia kejaksaan. Sosoknya diduga jaksa senior yang sudah kenyang pengalaman keliling nusantara: dari DKI Jakarta, Banten, sampai Sulawesi Selatan. Ia juga pernah duduk manis sebagai staf ahli di bidang hubungan antar lembaga—alias jabatan yang terdengar penting tapi publik jarang tahu kerjanya apa.

Yang bikin menarik, sebelumnya Burhanuddin sempat kembali naik panggung—resmi ditunjuk lagi sebagai Jaksa Agung oleh Presiden Prabowo untuk periode 2024–2029. Pelantikan pun sudah digelar mewah di Istana Negara Oktober lalu. Tapi yah, hidup ini penuh plot twist.

Pria kelahiran Cirebon tahun 1954 ini memang punya rekam jejak panjang di dunia hukum. Lulusan Undip tahun 1983, lanjut S2 di UI, dan sukses menyabet gelar doktor dari Universitas Satyagama. Kariernya di kejaksaan dimulai sejak 1991, dari Jambi hingga Cilacap, lalu naik pangkat di Jawa Barat dan Sulawesi Selatan.

Namanya sempat mencuat saat memegang jabatan JAMDatun—apalagi ketika ia menangani kasus Yayasan Supersemar yang nilainya bisa bikin saldo ATM kita minder. Dan tentu, sejak 2019, ia menduduki posisi puncak sebagai Jaksa Agung menggantikan Muhammad Prasetyo.

Oh iya, di luar toga dan ruang sidang, Burhanuddin juga sempat nongkrong di dunia BUMN sebagai Komisaris Utama PT Hutama Karya sejak 2015. Berdasarkan laporan kekayaan terakhir di tahun 2022, beliau tercatat punya harta Rp 10,8 miliar—lumayan untuk pensiun tenang, atau mungkin bikin firma hukum sendiri?

Steven
Author: Steven

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *