AKTAMEDIA.COM, JAKARTA – Sosok Hercules Rosario Marshal dan ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya kembali menjadi sorotan publik setelah dikaitkan dengan aksi pembakaran mobil yang disertai penganiayaan terhadap polisi, penyegelan sebuah pabrik, hingga pernyataan yang menyebut Sutiyoso “bau tanah”.
Rangkaian aksi GRIB Jaya dan Hercules baru-baru ini memunculkan pertanyaan: siapa sosok Hercules dan bagaimana hubungan emosional dengan Prabowo terjalin?
Hercules adalah seorang pemuda dari Timor Timur (sekarang Timor Leste) yang “dipungut” oleh dua petinggi militer saat itu, Prabowo Subianto dan Zacky Anwar Makarim, pada 1980-an ke Jakarta—merujuk pada buku karya Ian Wilson berjudul ‘Politik Jatah Preman: Ormas dan Kuasa Jalanan di Indonesia Pasca Orde Baru’.
Salah satu tujuannya, tulis Wilson, adalah untuk alat kampanye publisitas “merangkul masyarakat Timor yang terbuang” sebagai imbalan atas kesetiaan kepada Indonesia.
Hercules, tulis Wilson dalam buku itu, mengaku “berutang nyawa” kepada Prabowo dan menyebut mantan ‘patron militernya’ itu adalah “satu-satunya orang yang bisa mukul saya tanpa saya balas.”
Seiring dengan kebangkitaan Prabowo Subianto dan Partai Gerindra, Hercules lalu merapat ke mantan patron militernya itu. Pada 2012, Hercules mengumumkan pendirian ormas bernama GRIB.
Prabowo pun pernah ikut meresmikan kantor DPP GRIB di Jakarta Barat pada Mei 2012.
“Saya yakin, GRIB dapat konsisten membela kaum tertindas dan memberdayakannya. Pengabdian bagi bangsa dan negara tidak mengenal batas waktu dan tempat. Menciptakan perubahan dengan meningkatkan pelayanan dan rasa nyaman, bukan seperti beberapa ormas yang menebar ancaman dan ketakutan,” tulis Prabowo dalam unggahan di Facebooknya.
















Leave a Reply