AKTAMEDIA.COM, Bengkalis – Dalam upaya menjaga keselamatan pelayaran di perairan Kabupaten Bengkalis, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bengkalis terus memperkuat pemantauan kondisi cuaca serta melakukan pengawasan ketat terhadap dokumen dan kelayakan kapal sebelum berangkat.
Setiap pagi, update informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara rutin dibagikan melalui grup komunikasi antar kapal. Informasi ini menjadi acuan penting dalam menentukan izin berlayar, terutama dalam menghadapi perubahan cuaca yang cepat di wilayah perairan.
“Kalau kondisi cuaca dari BMKG, kita sudah tergabung dalam satu grup. Setiap subuh, info cuaca di-update dan langsung kita sampaikan ke grup kapal. Kalau cuaca bagus, silakan berlayar. Tapi kalau kurang baik, kita tunda keberangkatan,” ujar Hariyanto, Koordinator Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Bengkalis.
Hariyanto menegaskan, setiap kapal yang hendak berlayar wajib menunjukkan dokumen yang lengkap, termasuk dari pelabuhan asal seperti Dumai. KSOP juga memastikan bahwa informasi cuaca yang dikirimkan benar-benar dibaca dan dipahami oleh nakhoda sebelum perjalanan dimulai.
Sejauh ini, sejak usai Lebaran hingga awal Mei, belum ada penundaan keberangkatan akibat cuaca buruk. Meski angin kencang sempat terjadi pada malam hari, mayoritas aktivitas pelayaran dilakukan siang hari dan dalam kondisi aman.
“Alhamdulillah, sampai sekarang kondisi pelayaran masih baik. Untuk penumpang juga rata-rata berangkat siang hari, jadi tidak terlalu terdampak angin malam,” jelasnya.
Tak hanya pelayaran komersial, KSOP Bengkalis juga memberi perhatian khusus kepada para nelayan. Walaupun tidak berada langsung di bawah pengawasan KSOP, para nelayan tetap diimbau untuk memperhatikan keselamatan dan tidak menyebar jaring di jalur pelayaran.
“Para nelayan kita anggap sudah cukup memahami kondisi cuaca. Tapi tetap, mereka wajib menggunakan alat keselamatan seperti pelampung. Kita juga selalu pastikan agar jalur pelayaran tetap aman dari jaring nelayan,” tambah Hariyanto.
Ia juga mengungkapkan bahwa tiap tahun KSOP bersama Dinas Kelautan dan Perikanan memiliki program pembagian pelampung kepada kelompok-kelompok nelayan. Selain itu, pembuatan dokumen legal seperti pas kecil juga terus didorong, mengingat pentingnya dokumen tersebut untuk akses BBM bersubsidi.
“Mudah-mudahan tahun ini program pembagian pelampung masih berjalan. Kita rencanakan pembagian ini dilakukan untuk kelompok-kelompok seperti Nelayan Meskom, Pambang, dan lainnya. Semoga anggarannya tersedia,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara pemantauan cuaca, pengecekan kelengkapan kapal, serta edukasi terhadap nelayan, KSOP Bengkalis terus berupaya menjaga keselamatan laut sekaligus mendukung keberlanjutan aktivitas pelayaran dan perikanan di wilayah pesisir.













Leave a Reply