Advertisement

Viral Guru Gunting Seragam Siswa

AKTAMEDIA.COM, SEMARANG – Viral Guru Gunting Seragam Siswa di Jawa Tengah, Warganet Geram: ‘Itu Dibeli Pakai Uang Orang Tua!

Jagat maya kembali dihebohkan dengan video viral yang menunjukkan aksi seorang guru perempuan menggunting seragam milik siswanya.
Aksi tersebut terekam jelas dan beredar luas di berbagai platform media sosial, hingga menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet.
Peristiwa itu disebut-sebut terjadi di salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) yang berada di wilayah Jawa Tengah.

Dalam rekaman video berdurasi singkat tersebut, tampak seorang guru yang dengan ekspresi tegas langsung memotong bagian bawah seragam siswi yang dinilai terlalu panjang atau tidak sesuai dengan ketentuan tata tertib sekolah.
Namun, bukannya mendapat dukungan, tindakan tersebut justru menuai banyak kecaman dari masyarakat.

Tak sedikit warganet yang menyayangkan aksi sang guru. Mereka menilai tindakan menggunting seragam secara langsung di depan umum sangat tidak pantas, terlebih dilakukan tanpa seizin orang tua siswa.
“Seragam itu dibeli pakai uang orang tua, bukan gratis. Kalau memang ada pelanggaran, seharusnya bisa ditegur dulu atau dipanggil orang tuanya. Bukan malah digunting begitu saja,” tulis salah satu pengguna media sosial di kolom komentar yang kini dibanjiri reaksi netizen.
Warganet lainnya juga mempertanyakan apakah tindakan tersebut masih masuk dalam kategori penegakan disiplin, atau justru sudah melanggar hak-hak pribadi siswa.

“Anak sekolah memang harus disiplin, tapi bukan dengan cara mempermalukan mereka di depan umum,” imbuh komentar lain.
Hingga berita ini ditulis, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait motif maupun sanksi terhadap guru yang bersangkutan.
Namun, kasus ini sudah menyedot perhatian publik, termasuk pemerhati pendidikan dan lembaga perlindungan anak.

Banyak pihak berharap ada evaluasi dari sekolah maupun dinas pendidikan setempat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Penegakan aturan sekolah tetap penting, namun harus dilakukan dengan pendekatan yang mendidik, bukan m3r3nd4hkan.

Steven
Author: Steven

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *