Advertisement

Diam-Diam, Inflasi Merampas Nilai Uang Kita

AKTAMEDIA.COM, JAKARTA – Bayangkan kamu kembali ke tahun 2000. Dengan uang Rp1.000, kamu bisa membawa pulang 1 bungkus Indomie dan 4 gorengan, masih ada kembalian. Tapi sekarang? Untuk beli satu gorengan saja butuh Rp1.500. Indomie? Hampir Rp3.000.

Itu baru jajanan. Lihat bagaimana harga kebutuhan pokok melonjak:

– Harga daging dari Rp22.600/Kg (tahun 2000) kini jadi Rp135.000/Kg.
– Harga beras dari Rp3.000/Kg (2004) jadi Rp13.600/Kg.
– Gorengan yang dulu Rp200 kini Rp1.500 per buah.
– Indomie dari Rp800 kini Rp2.885 per bungkus.

Ini bukan karena barangnya berubah. Tapi karena nilai uang kita yang terus menyusut. Inilah yang disebut inflasi—kenaikan harga barang dan jasa secara umum yang menyebabkan daya beli uang menurun. Uang Rp10.000 sekarang tidak lagi sekuat dulu. Seolah-olah, setiap tahun uang kita ‘dicuri’ perlahan-lahan.

Lalu, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Sebagai rakyat biasa, kita memang tidak bisa mengendalikan inflasi secara langsung. Tapi kita bisa mengambil langkah cerdas agar tidak jadi korban sepenuhnya. Berikut beberapa cara:

1. Investasi, bukan hanya menabung.
Menabung penting, tapi uang yang disimpan saja nilainya akan terkikis. Coba mulai kenal dengan emas, reksadana, saham, atau properti kecil-kecilan yang nilainya cenderung naik seiring inflasi.

2. Kembangkan skill dan produktivitas.
Pendapatan harus bisa naik seiring biaya hidup. Upgrade skill, ikut pelatihan, cari peluang usaha sampingan atau kerja freelance bisa jadi solusi.

3. Hidup hemat, tapi tetap berdaya.
Bijak dalam konsumsi. Bedakan antara keinginan dan kebutuhan. Tapi jangan juga terlalu pelit hingga tidak bisa berkembang.

4. Lakukan diversifikasi pendapatan.
Jangan hanya mengandalkan satu sumber. Mulai dari kecil, bisa dengan jualan online, dropship, jadi reseller, atau produksi makanan ringan dari rumah.

Inflasi memang tidak terlihat seperti maling. Tapi tiap hari, dia menggerogoti daya beli kita. Maka, mari jadi rakyat yang lebih siap. Bukan hanya bertahan, tapi berjuang agar tetap bertumbuh di tengah gempuran harga yang terus naik.

“Uang tak hilang. Nilainya saja yang merosot. Maka kita pun harus naik level.”

Steven
Author: Steven

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *