AKTAMEDIA.COM, PEKANBARU – Youth for Climate Change (YFCC) Riau hadir sebagai komunitas penggerak peduli perubahan iklim dan lingkungan di Provinsi Riau sejak tahun 2015 hingga sekarang. Secara umum YFCC tersebar di 11 regional seluruh Indonesia, seperti Provinsi Lampung, Bengkulu, Riau dan beberapa daerah lainnya.
Berdirinya komunitas peduli lingkungan ini dimotori oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kebersihan. Dari kegiatan inilah lahirnya aktivis-aktivis peduli lingkungan yang akhirnya menginisiasi komunitas YFCC di Indonesia dan YFCC regional lainnya. Komunitas ini memiliki visi besar hadir sebagai wadah bagi generasi muda berkontibusi melindungi lingkungan yang makin memprihatinkan, kata Ade Surya pendiri YFCC Riau, Minggu (13/04/2025).
“Komunitas kita ini memiliki visi menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkontribusi dan belajar tentang perubahan iklim. Kita juga mengupayakan bagaimana Indonesia ini bisa menjadi Negara Hijau, paling tidak di lingkup yang kecil dulu seperti di Riau ini”, Ujar Ade.
Youth For Climate Change (YFCC)Riau menggait beragam stakeholder mulai dari pemerintah, pihak swasta, koalisi masyarakat sipil tingkat lokal dan internasional, serta Perguruan Tinggi. Kolaborasi ini menghasilkan praktik baik seperti pemberian informasi seputar lingkungan dan perubahan iklim, belajar komunikasi lingkungan, mendesain sebuah komunikasi visual di media sosial dan melatih kreatifitas masyarakat dengan mengolah sampah menjadi barang yang bernilai jual.
Disisi lain, komunitas ini juga membentuk desa binaan yang memiliki beragam aktivitas seperti pengembangan tumbuhan hidroponik dan pembuatan bank sampah. Desa binaan yang berada di Okura, Rumbai Pekanbaru ini telah berkegiatan aktif sejak 2022 hingga sekarang.
“Hadirnya komunitas dengan tagar “Rubahlah kebiasaanmu, sebelum iklim merubah mu” ini mengajak kaum milenial dan gen Z untuk update dengan informasi seputar lingkungan dan segala persoalannya. Masyarakat perlu bergerak melakukan perubahan, mulai dari hal kecil yang berdampak besar bagi pemulihan lingkungan saat ini”, tambah Ade.















Leave a Reply